
Pagi ini oma dan opa datang, mereka akan berangkat ke kampung bersama Abel dan Nikko. Setelah sarapan mereka pun bersiap berangkat. Satu mobil di bawa oleh Harun yang berisi rombongan keluarga Hermawan dan satu lagi berisi paket sembako lebaran yang akan di bagi kan kepada warga kampung di bawa oleh Obed. Kedua supir itu adalah supir kantor, mereka berdua berasal dari Kupang.
Setelah menempuh waktu lebih dari 7 jam, mereka pun sampai di rumah kakek dan nenek. Mama menyambut mereka dengan bahagia, sudah hampir sebulan mereka tak berjumpa.
" Mama... Abel kangen. Abel segera memeluk sang mama.
" Mama juga kangen kamu, sayang. Gimana kamu betah kerja di sana.
" Betah, ma...
" Gimana ng betah, lah wong ada gebetan nya di sana. Hahaha... papi meledek Abel. Muka Abel mu langsung merah.
" Ih.. papi.
" Wah... mama ketinggalan info nih.
" Info apa, aku kok ng di kasih tau...
" Rissa... Abel memeluk Rissa dan mengelus perut Rissa yang mulai terlihat buncit. Halo... ponakan tante, kamu lagi ngapain di dalam sana.
" Lagi nungguin tante Abel datang... Kata Rissa menirukan suara anak kecil. Semua pun tertawa dan saling berpelukan satu dengan yang lain.
" Ayo, pada masuk... jangan di depan pintu.
" Nenek....
Sore hari nya di rumah kakek ramai oleh warga yang mengantri sembako dan THR dari Nikko. Di antara mereka ada yang membawa gorengan, kolak dan es buah.
" Makasih bude...
" Kami yang berterima kasih pada mu dan keluarga mu, Luna.
" Iya Luna, keluarga mu sudah banyak membantu desa ini.
" Sama-sama, Bu Dewi.
" Wah, kolak... Kebetulan Rissa lagi pingin makan kolak.
" Mbak Rissa, kalau pengen makan sesuatu ngomong aja, ntar bude buatin.
" Makasih bude...
Malam hari nya mereka berkumpul di halaman, Obed dan Harun mempersiapkan arang untuk membakar ayam dan jagung dan beberapa seafood yang di beli Luna di pasar. Nenek, mama dan Abel sibuk di dapur, mereka menggoreng singkong dan membuat kopi dan teh hangat.
Semakin malam semakin ramai, para tetangga pun ikut nimbrung. Gelak tawa pun riuh terdengar. Setelah lelah mereka segera masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Untuk rumah kakek sudah di renovasi dan sekarang menjadi 2 lantai dan memiliki 5 kamar.
Pagi yang cerah dan udara yang segar itu lah yang mereka rasakan. Niko bersama orang tua serta kakek berkeliling kampung untuk berolah raga pagi.
" Mi, kayak nya tinggal di sini enak ya... udara nya sejuk dan bersih. Gimana kalau kita cari rumah di sini?
__ADS_1
" Boleh juga, pi....
" Kalau Pak Frans mau, di sebelah sana ada rumah tua yang mau di jual.
" Boleh... Pak Hadi.
" Mari saya tunjukkan.
Sementara di kamar, Rissa dan Abel berbagi cerita dan hadiah.
" Bel, kenapa kamu ng kerja di kantor papi aja.
" Aku mau cari pengalaman dulu, Rissa. Lagi pula di kantor papi sudah banyak orang-orang handal dan kepercayaan papi. Nanti setelah kamu melahirkan juga kamu sudah bisa bantu papi.
" Gimana kerja di sana?
" Sejauh ini sih baik-baik aja, orang-orang nya juga baik. Oh ya, kamu punya hadiah buat kamu.
" Apa itu...
Abel mengeluarkan hadiah yang di beli nya untuk Rissa.
" Wah... makasih banget. Rissa memeluk erat Abel. Rissa segera mencoba hadiah nya. Cocok Bel... aku suka banget.
" Bagus banget, Rissa... dari siapa.
" Dari Abel, ma... Abel pinter pilih model nya.
" Hadiah untuk mama ada di Jakarta, Abel taruh di meja rias mama.
" Makasih sayang... Luna langsung memeluk Abel.
" Makasih untuk apa?
" Nenek.. ini Abel juga beli hadiah buat nenek dan kakek.
Nenek segera membuka hadiah nya.
" Sepasang... nenek dan kakek berasa muda lagi dong. Ledek Rissa
" Hehehe... nenek suka. Bentar lagi musim hujan, enak pakai ini. Makasih sayang... nenek memeluk Abel.
" Iya nenek, sama-sama.
" Emang siapa Ken-ken itu, Bel... Luna memancing Abel bercerita.
" Kamu udah dapat cowok lagi... Rissa pun bersemangat mendengar cerita Abel. Cerita dong, Bel...
" Ken-ken itu teman kerja, kami satu kantor satu team. Aku juga baru kok dekat dengan nya, jadi belum banyak tau tentang nya. Ken-ken orang pinter dan rajin, selain dia bekerja di kantor kami, setiap sabtu ia mengajar Bahasa Inggris di salah satu lembaga pendidikan.
__ADS_1
" Rajin dong..
" Iya dia rajin, ma...
" Ganteng, Bel..
" Ganteng dong... hehehe.
" Jangan liat ganteng nya, liat hati nya.
" Iya nek... sejauh ini Ken-ken baik walaupun dia bukan orang kaya.
" Kamu sudah bertemu dengan orang tua nya.
" Belum, ma.. ayah dan kakak nya ada di Surabaya sedangkan mama nya sudah meninggal dunia.
" Oh...
" Ma, akhir bulan depan kakaknya Ken-ken menikah di sana dan Ken-ken mengajak Abel ikut. Apa mama mengizinkan.
" Dimana kamu akan tinggal nanti.
" Mungkin di hotel ma...
" Apa papi sudah setuju?
" Papi sih ng masalah.
" Ya sudah, berhati-hati lah dan jangan lupa berdoa.
" Iya ma... makasih.
Setelah seminggu berlibur di kampung, mereka pun harus kembali ke Jakarta.
" Rissa, jika kamu butuh sesuatu kamu bisa hubungi papi atau mama. Nanti kami akan segera mengirimnya.
" Iya pi...
" Mama akan sering-sering datang menemani mu di sini.
" Iya ma... makasih.
" Bapak dan ibu, saya titip Rissa disini. Kami pulang dulu.
" Iya, nak... kami akan menjaga Rissa sebaik-baiknya. Jangan kuatir, hati-hatilah di jalan.
" Iya... kami pamit.
Mereka pun segera meninggalkan kampung menuju Jakarta.
__ADS_1
💌💌💌💌💌