
📞 Halo...
📞 Halo opa...
📞 Ya sayang, ada apa?!
📞 Opa apa kabar?!
📞 Baik sayang, kalian di sana bagaimana.
📞 Kami semua baik, opa. Rissa sedang ke Batam mengurus proyek di sana.
📞 Apa ada masalah dengan proyek di sana.
📞 Seperti nya begitu opa.
📞 Cerita lah pada opa, sayang. Tak usah kau tutup-tutupi.
📞 Menurut Rissa, proyek di sana terlambat dan material nya tidak sesuai standar kita. Dan seperti nya Pak Evan terlibat dalam masalah ini.
📞 Begitu ya... baiklah opa akan menghubungi Rissa di Batam. Terima kasih sayang, kamu sudah memberi info pada opa. Jangan sungkan-sungkan telp opa jika ada masalah atau lainnya. Opa akan selalu siap membantu kalian.
📞 Terima kasih opa...
📞 Ya, sayang... besok opa akan ke sana.
Setelah sabungan telp dengan Abel selesai, Frans pun segera menghubungi Rissa. Tetapi hape Rissa diluar jangkauan. Frans pun bersiap untuk berangkat ke Jakarta.
" Mi... Frans memanggil Amelia yang sedang merajut pakaian untuk Chris.
" Ya pi...
" Apa besok kamu mau ikut aku ke Jakarta.
" Apa ada masalah di sana?!
" Di kantor ada sedikit masalah, aku akan membantu mereka.
" Baiklah pi... mami bereskan keperluan kita untuk berangkat besok.
" Ya... papi akan menyuruh Kardi menyiapkan mobil.
Keesokan pagi nya Frans dan Amelia berangkat ke Jakarta. Frans langsung di drop di kantor Nikko sedangkan Amelia menuju kediaman Nikko untuk bermain bersama Chris.
Frans masuk ke ruangan Nikko dan meminta sekretaris Rissa memberikan semua data tentang proyek Batam.
Sementara di Batam proyek sudah mulai di kerjakan lagi dan orang-orang kepercayaan Rissa sudah datang semua.
" Pak Alex, Pak Ridwan dan Pak Sonny kalian harus bisa saling bekerja sama untuk menyelesaikan proyek ini. Seperti proyek ini tidak akan selesain tepat waktu, tapi terus upayakan yang terbaik.
" Baik bu...
" Arman... kamu data dan bayar semua upah mereka. Setelah selesai kirim semua data ke Jakarta untuk di audit.
" Baik Bu Rissa.
" Ayo, kita keliling proyek lagi. Besok saya harus kembali ke Jakarta.
Mereka pun berkeliling proyek, Alex mencatat semua masukan Rissa dan bagian mana saja yang masih harus di perbaiki.
Tiba-tiba sebuah balok jatuh, Alex yang melihat nya langsung mendorong Rissa.
" Awas... bu... Tubuh Rissa pun terjatuh dan tertimpa tubuh Alex. Balok itu jatuh mengenai kepala Alex, darah segar pun mengucur deras dari kepala Alex.
" Pak Alex... teriak Ridwan.
__ADS_1
" Kejar orang itu... teriak Sonny sambil berlari mengejar seseorang yang berada di atas bangunan.
" Pak Alex... cepat bawa dia ke rumah sakit. Rissa pun panik, melihat darah yang keluar dari kepala Alex.
Para pekerja sebagian berlari membantu Sonny mengejar orang yang menjatuhkan balok itu dan sebagian berlari membantu Alex.
Alex pun di bawa ke rumah sakit.
" Bagaimana dok... tanya Rissa pada dokter yang menangani Alex.
" Kepala mengalami beberapa robekan tapi kami sudah menangani nya. Ibu tenang saja, suami ibu tidak apa-apa.
" Maaf dok... dia bukan suami saya.
" Oh maaf Bu, saya pikir suami ibu. Maaf ya bu.
" Tidak apa, dok...
Tiba-tiba hape Rissa berdering.
" Maaf dok, saya angkat telp dulu.
" Silahkan bu... saya juga mau melihat pasien lain.
" Terima kasih dokter.
" Sama-sama bu.
Rissa pun segera mengangkat hape nya.
📞 Halo... opa.
📞 Kamu masih di Batam, sayang.
📞 Iya.. sekarang opa ada di kantor. Bagaimana dengan proyek di sana.
📞 Tidak sesuai progres opa. Kemungkinan akan ada keterlambatan serah terima dengan pihak ke 3. Tapi Rissa sudah mengganti Roy dengan Alex dan Ridwan serta Sonny sudah ada di sini.
📞 Bagus... kamu sudah bergerak cepat. Tapi kamu hati-hati, jika mereka tidak senang, mereka akan bertindak kasar pada mu.
📞 Iya opa. Rissa sedang di rumah sakit.
📞 Apa kamu sakit?!
📞 Tidak... tapi Alex. Tadi ada yang menjatuhkan balok ke atas kepala Rissa tapi Alex yang menolong Rissa.
📞 Astaga...apa mereka sudah melakukan nya. Bagaimana keadaan Alex sekarang.
📞 Orang yang menjatuhkan balok sudah di tangkap dan ada di kantor polisi. Alex mengalami beberapa jahitan di kepala nya dan sekarang masih istirahat.
📞 Kapan kami pulang?!
📞 Rencana nya besok tapi Alex masih di rumah sakit, mungkin lusa baru Rissa kembali ke Jakarta.
📞 Baiklah... Hati-hati kamu di sana.
📞 Iya opa... seperti nya Evan ikut berperan di kasus proyek ini.
📞 Iya... opa sudah tau. Opa yang akan bereskan, kamu tenang saja.
📞 Terima kasih opa.
📞 Sama-sama sayang...
Rissa kembali ke ruang rawat Alex. Alex masih tertidur karena obat yang di berikan dokter dengan kepala sedikit di perban.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan Pak Alex, bu... Ridwan masuk ke ruangan itu.
" Dia mengalami beberapa jahitan di kepala nya. Bagaimana dengan orang itu?!
" Ya, dia sudah di tangkap dan sekarang sedang di interogasi polisi. Dia adalah orang suruhan Pak Roy yang ingin mencelakai ibu.
" Sudah saya duga... sementara Pak Ridwan dan Pak Sonny yang ngurus proyek sampai Pak Alex sembuh.
" Baik bu... apa ibu besok jadi kembali ke Jakarta?!
" Tidak... mungkin lusa, Pak.
" Baik bu... lebih baik ibu istirahat saja, biar Pak Alex saya yang jaga.
" Terima kasih Pak... saya pulang dulu. Masih ada yang harus saya urus.
" Iya bu.
Sesampainya ia di hotel, ia pun segera mandi dan ganti baju dan membuang nya. Baju nya terkena noda darah Alex. Setelah mandi ia merebahkan tubuhnya yang lelah dan syok akibat kejadian tadi. Akhirnya ia pun tertidur lelap.
Sementara di dalam ruangan Nikko, Frans memanggil Evan menghadap nya.
" Bapak memanggil saya... Evan agak gugup melihat kehadiran Frans.
" Kamu tau kenapa saya panggil?!
" Tidak Pak...
" Kamu yakin kamu tidak tau maksud saya memanggil mu... Frans menambah tinggi nada suara nya, membuat Evan tambah gugup dan gemetar.
" Masalah... proyek Batam ya Pak?!
" Apa kamu terlibat di dalam nya?!
" Tidak Pak... Evan tidak berani menatap mata Frans yang marah pada nya.
" Apa kamu benar tidak terlibat??? Frans kembali membentak Evan.
" Iya Pak.. benar. Saya tidak terlibat...
" Bagaimana jika saya bisa membuktikan kamu terlibat dalam kasus ini?!
Evan mulai pucat dan keringet dingin pun mulai keluar.
" Bagaimana... Evan...!!! Frans membentak nya sambil mengebrak meja.
" Maaf Pak... maaf...
" Maaf untuk apa... saya cuma ingin tau kamu mau terlibat atau tidak...
" Maaf Pak... saya khilaf... maaf.
" Jadi benar kamu terlibat kan?!
" Iya... maaf Pak... hiks... hiks... maaf saya khilaf.
" Evan... kamu sudah saya anggap sebagai anak sendiri... anak mu 2-2 nya di sekolahin sama Nikko sampai S2 di luar negeri. Kenapa kamu sampai begini. Nikko baru meninggal, kami masih berduka... jangan tambah duka kami lagi, Evan...
" Maaf Pak... hiks... hiks... maaf. Saya salah. Tolong, maafkan saya... Evan pun bersujud di kaki Frans.
" Tolong kamu bantu Rissa mengungkap kasus ini. Kalau kamu berhasil mengungkapnya, saya akan memaafkan kamu.
" Baik Pak... saya akan membantu Rissa mengungkapnya. Terima kasih bapak sudah memberi saya kesempatan. Saya permisi dulu, Pak.
🏅🏅🏅🏅🏅
__ADS_1