
Minggu sepulang ibadah, Nikko dan Luna menuju pusat grosir. Nikko meminta Abel bermain dengan Rissa di rumah nya. Dengan senang hati Abel menerima nya, bagaimana tidak... rumahnya besar, semua mainan ada di sana dan perut pun akan kenyang dengan makanan yang di sedia kan.
Sebenernya Nikko malas pergi ke sana, ia yang seorang pengusaha terkenal masuk ke pusat grosir apa kata dunia. Demi berdekatan dengan Luna ia pun rela jika harus menerima cibiran orang lain.
" Kamu ng masalah ke sini?
" Ng... kenapa.
" Masa bos besar seperti mu, main di sini.
" Hehehe...
" Kamu tunggu di mobil aja, nanti aku kirimi gambar nya dan tinggal kamu pilih.
" Tidak masalah, yang penting kamu di dekat aku.
Luna menatap tajam Nikko. Nikko pun tersenyum nakal.
" Kalau pikiran kamu macam-macam, lebih baik aku pulang.
" Ng... ng macam-macam kok. Cuma pingin dekat kamu, masa tidak boleh. Luna makin cemberut.
" Kamu makin menggemaskan jika cemberut seperti itu.
" Nikko... Luna makin kesel.
" Apa salah nya sih... kita sama-sama sudah dewasa dan singel. Masa aku tidak boleh suka sama cewe secantik kamu.
" Nikko... aku pulang nih.
" Iya.. iya... gitu aja ngambek. Ayo, buruan aku sudah lapar nih.
Mereka pun segera mencari toko sovenir.
" Ella...
" Hai.. Luna. Apa kabar... kamu sama siapa.
" Aku baik. Temanku mau cari sovenir ulang tahun untuk anak nya.
" Oh, silahkan... mau yang seperti apa.
" Custom bisa kan, La..
" Bisa, pilih aja dulu.
Nikko memberitahu Ella keinginannya.
" Tas sekolah beserta perlengkapan nya dan satu set tempat makan lengkap dengan botol minum nya. Semua nya saya minta dengan kualitas yang bagus, soal harga tidak masalah.
" Oke, akan saya siapkan. Ella pun segera mengeluarkan sampel barang yang diinginkan dan kualitas terbaik.
" Oke, minta 200 set. Begitu selesai segera hubungi Luna. Nikko memberi DP untuk pesanannya. Sisa nya akan saya transfer begitu barang siap.
" Baik Pak, terima kasih.
Mereka dari pusat grosir menuju sebuah resto ternama dan mewah.
__ADS_1
Saat asyik menikmati makan siangnya, mereka di datangi Sam.
" Nikko sayang... siapa wanita ini.
" Bukan urusan mu. Jawab Nikko ketus.
" Sayang, aku ini calon istri kamu. Ada apa kamu dengan pelakor ini.
" Sam, sudah berapa kali aku kasih tau.... Kamu bukan siapa-siapa aku, jadi berhenti lah mengurusi aku. Nikko pun segera bangkit dan mengajak Luna keluar.
Siapa perempuan j****g itu, seperti Nikko suka dengan perempuan itu. Waktu di mal, Nikko juga bersama perempuan itu. Aku harus segera bertindak sebelum terlambat. Sam pun memutar otak untuk mencari cara menjauhi Luna dari Nikko.
Di dalam mobil.
" Maaf ya Lun... Sam memang sudah gila.
" Dia pacar mu...
" Bukan... sumpah. Aku dan tidak tidak ada hubungan apa-apa dengan nya. Mami memang menjodohkan aku dengan nya, tetapi aku tidak pernah menyukai nya. Rissa pun tidak menerima kehadiran nya.
" Tidak perlu bersumpah. Aku cuma tidak ingin terlibat masalah antara kau dan wanita mu.
" Semenjak mami Rissa meninggal, aku tidak pernah dekat dengan wanita mana pun atau jatuh cinta pada mereka. Aku hanya cinta kamu, Luna.
" Sebaliknya kita segera pulang.
" Aku serius Luna, aku suka kamu sejak pertama kali kita bertemu.
" Nikko jika kamu masih seperti ini, lebih baik aku tidak jadi membatu mu mengurus acara Rissa.
Nikko terdiam, walaupun ada perasaan lega karena ia telah mengungkapkan isi hati nya.
" Oke...
Mereka pulang ke rumah Nikko untuk menjemput Abel dan kemudian mengantar mereka pulang ke rumah nya.
Acara perayaan ulang tahun Rissa yang ke 5 di adakan di sekolah sangat meriah. Makanan dan minuman melimpah, gerobak-gerobak es krim lah yang menjadi favorit anak-anak. Nikko juga memesan beberapa tampah nasi tumpang dan bermacam-macam kue basah serta minuman botol untuk guru-guru dan orang tua murid yang hadir.
Luna sengaja tidak hadir karena ia tau pasti ada Nikko di sana. Sejak Nikko menyatakan cinta nya, Luna selalu menghindari. Ia takut nantinya akan jatuh cinta juga pada Nikko. Mereka sangat berbeda, walaupun ia tau Nikko baik dan sayang pada Abel. Mami Nikko tidak suka dengan nya, ia tidak ingin Abel jadi korbannya.
Sabtu sore Rissa menjemput Abel dan mengajaknya ke panti asuhan untuk membagikan goodie bag ulang tahun nya.
" Ini aku pakai kado yang dari kamu...Rissa memperlihatkan anting yang di pakai nya.
" Bagus ya...
" Iya..terima kasih ya.
" Mamaku yang beli anting itu.
" Tante Luna, terima kasih ya anting nya. Rissa suka.
" Iya sayang, sama-sama.
" Ayo, kita berangkat sekarang...nanti keburu malam.
" Ayo...tante dan Abel kita berangkat.
__ADS_1
" Abel aja yang ikut Rissa, tante sedang tidak enak badan.
" Tante sakit, kita ke dokter aja.
" Tidak sayang, tante hanya butuh istirahat.
" Mama...Abel pergi dulu ya.
" Iya, hati-hati dan tidak boleh nakal.
" Iya ma...
" Kamu yakin tidak mau ikut.
" Iya...maaf aku titip Abel sama kamu.
" Tidak masalah, selesai acara aku akan mengantar Abel pulang.
" Terima kasih Nikko.
Nikko hanya menganggukkan kepala. Ia tau Luna bukan tidak enak badan tapi menghindari dirinya.
Selepas acara, Nikko membawa Abel dan Rissa makan. Tak lupa ia membungkus nasi goreng seafood untuk Luna. Nikko sedih Luna tidak bisa menemani nya tapi ia tidak berani memaksa Luna karena itu akan membuat Luna semakin jauh dari nya.
Keesokan hari Luna dan Abel ke gereja, hari ini di sekolah minggu akan di adakan perayaan ulang tahun Rissa.
Pak Silas menghampiri Rissa dan mendoakannya.
" Selamat ulang tahun, Rissa. Tuhan Yesus memberkati.
" Terima kasih om.
" Rissa, senang tidak sekolah minggu di sini.
" Senang om, bisa bareng Abel.
" Selain ada Abel, disini juga ada om Silas, ada Kak Jonathan, ada uncle Sam dan teman-teman yang lain. Rissa main juga sama teman-teman yang lain.
" Iya om... jawab Rissa pelan. Rissa memang sekarang lebih terbuka dan bisa menerima kehadiran orang lain.
Luna terpaksa menerima di antar Nikko pulang karena Rissa ingin membuka kado bersama Abel. Pengasuh Rissa pulang ikut mobil yang lain. Di dalam mobil mereka berdua sibuk membuka kado. Sebenernya Rissa hanya seneng membuka nya bukan ingin isi nya.
" Boneka lagi....
" Yang ini baju tidur, Rissa...
" Sret... sret... ini boneka bantal, Bel...
Kertas kado dan isinya berserakan di dalam mobil.
" Bel... itu untuk kamu semua.
" Hah... itu kan kado kamu kenapa kamu berikan ke aku.
" Aku sudah ada semua, lagian di rumah juga masih banyak kado yang belum aku buka. Abel hanya mengambil beberapa saja, yang lain ia kembali ke Rissa.
💠💠💠💠ðŸ’
__ADS_1
Terima kasih telah mendukung novel ini... like, vote dan komen nya di tunggu... 🌺