Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Dunia baru


__ADS_3

Hari ini hari yang sangat tegang bagi Abel, ia akan di uji oleh dosen penguji yang terkenal killer dan teliti. Abel berdoa agar ia bisa mengikuti sidang skripsi nya dengan baik.


Setelah hampir dua jam Abel di bantai, akhir nya ia berhasil lolos sidang skripsi. Puji Tuhan... batin Abel bersyukur dengan keberhasilannya.


Ia segera memberi kabar pada mama nya.


" Ma, Abel berhasil lolos... tinggal tunggu wisuda 3 bulan lagi.


" Puji Tuhan... Selamat ya sayang, Mudah-mudahan apa yang kamu cita-cita kan bisa terwujud.


" Makasih ma...


Ketika Abel hendak pulang, Robert mencegat nya.


" Bel, aku mau bicara dengan mu.


" Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi. Permisi, aku mau pulang.


" 5 menit aja, Bel... ya... 5 menit...Robert menatap Abel dan memohon.


" Oke, 5 menit setelah itu jangan ganggu aku lagi.


" Baik lah...


Kita bicara di taman kampus, di sana lebih sepi.


Mereka berdua berjalan menuju taman.


" Bel, maaf kan aku... aku telah di jebak Rissa dan mommy ku. Aku bersumpah tidak pernah mencintai gadis lain selain diri mu, Bel. Aku sama sekali tidak tertarik pada Rissa.


" Apa pun alasan nya, kalian sudah tidur bersama. Bertanggung jawab lah pada Rissa, Rissa sangat mencintai mu.


" Aku tak akan menikahi nya. Aku membenci diri nya, dia seperti perempuan j****g yang menyodorkan tubuh nya pada ku.


" Tapi kamu menikmati nya.


" Itu diluar kontrol aku, Bel.


" Nasi sudah menjadi bubur, Robert. Mungkin kita memang tidak berjodoh. Terima kasih telah menemani ku selama ini. Aku permisi dulu.


Abel pun segera keluar dari taman kampus, air mata nya mengalir di pipi nya. Sakit... sangat sakit, itu yang digunakan rasakan nya.


Malam hari nya mama memasak makanan kesukaan Abel, memesan kue tart kecil sebagai perayaan keberhasilan Abel.


" Selamat ya sayang, kamu memang hebat... Nikko pun memeluk Abel, ia menyayangi Abel seperti ia menyayangi Rissa.


" Terima kasih pi...


" Papi ada hadiah untuk kamu...


" Apa pi...

__ADS_1


" Tara... tiket PP ke Belanda bersama mama selama seminggu.


" Makasih pi...


" Iya sayang, bersenang-senang lah. Setelah itu kamu bisa bekerja di kantor papi jika kamu mau.


Abel bersama mama menikmati holiday nya di sana. Abel berjanji pada mama nya akan segera move on setelah kembali ke tanah air.


Sepulang dari liburannya, Abel mengirim lamaran di beberapa perusahaan. Ia mau mandiri dan tidak mau di katakan memanfaatkan papi nya. Sebenernya ia ingin bekerja diluar kota, agar ia bisa melepas Robert bersama Rissa. Tapi mama tidak mengijinkan, mama kuatir Abel tidak ada yang menjaga di sana.


Abel di terima magang di sebuah perusahaan teknologi, Abel tak mau membuang kesempatan itu. Ia mulai mencari kost di dekat kantor nya.


" Bel, kamu yakin mau kost. Kamu kan bisa minta Jajang atau Diman ngantar kamu ke kantor.


" Ma, kalau Abel PP akan memakan waktu. Mama tau sendiri di sana daerah macet. Mama mau Abel pergi pagi pulang malam.


" Ya sudah, tapi kalau weekend kamu pulang ya dan sering-sering telp mama. Jaga kesehatan dan jangan makan sembarangan.


" Iya ma.. sementara ini Abel mau sendiri dulu.


Mama memeluk Abel dengan sedih, ia tidak pernah berjauhan lama dengan putri nya. Tapi ia juga tau putri nya sedang menata kembali hati nya, setelah di hancurkan Rissa dan Robert.


Mama mengantar Abel ke tempat kost nya. Berbagai barang dan makan telah di siapkan mama.


" Ya ampun ma, ini mah jatah makanan untuk 1 bulan.


" Jaga-jaga kalau kamu lapar dan ini ada uang untuk pegangan kamu.


" Kalau ATM nya rusak atau uang nya di dalam ATM kosong, kamu minta sama siapa... mama dan papi jauh.


Akhirnya Abel menerima uang yang di beri mama, ia tak ingin mama kuatir tentang diri nya.


" Mama tidak usah kuatir, Abel baik-baik saja di sini.


Abel memasuki dunia baru... pagi itu dia berangkat ke kantor dengan ojek online.


Setelah ia bertemu dengan Manager di sana, ia pun di kenalkan kepada teman yang lainnya.


" Pagi semua...


" Pagi Pak Andrew...


" Perkenalkan ini Arabelle yang akan magang di sini.


" Hai... Arabelle. Perkenalkan nama saya Jessica.. panggil aja Jesi.


" Hai Jesi, aku Abel...


" Ini Fransisca, panggil dia Siska... ini si bawel Kezia, itu Richard playboy di sini dan terakhir Ken-ken... kalau temen-temen ruangan lain, nanti juga kenal. Apalagi kamu cantik, aku jamin banyak yang mau kenalan dengan mu. Abel hanya tersipu mendengar pujian Jesi.


Hari-hari Abel di lalui dengan sibuk bekerja, perlahan bayangan Robert mulai memudar. Tak terasa sebentar lagi ia akan di wisuda dan perusahaan akan mengangkat Abel menjadi pegawai tetap nya setelah ijazah nya keluar.

__ADS_1


Pagi itu Rissa bangun dengan lesu, semua badan nya sakit dan kepala nya pusing. Aku terlalu capek membuat skripsi sampai masuk angin begini.


" Rissa... sudah siang nak... sarapan dulu.


" Iya ma...


Rissa memaksakan diri nya mandi dan turun untuk sarapan.


" Kamu sakit, Rissa...


" Kayaknya Rissa masuk angin, pi... akhir-akhir ini Rissa sibuk revisi skripsi.


" Apa sebaiknya kamu ke dokter Rissa.


" Ng usah ma... Rissa cuma pingin istirahat.


" Ya sudah setelah sarapan, kamu istirahat. Papi berangkat ke kantor dulu.


" Hati-hati pi...


" Iya, sayang... Setelah mencium kening Luna, Nikko berangkat kerja.


" Mama buatkan kamu teh hangat jahe ya... biar badan ku kembali fit.


" Iya ma... makasih.


Setelah sarapan Rissa masuk ke kamar nya, tiba-tiba perut nya terasa mual yang luar biasa. Ia pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua sarapan nya tadi. Mama yang masuk ke kamar Rissa pun segera masuk ke kamar mandi dan membantu memijat leher Rissa.


" Sudah enakan Rissa...


" Sudah ma.. tapi kepala Rissa pusing.


Mama membantu Rissa kembali ke tempat tidur nya.


" Minum teh hangat ini, teh ini akan mengurangi rasa mual mu. Istirahat lah... nanti siang mama akan membawa mu ke dokter.


Siang itu Luna membawa Rissa ke klinik dan bertemu dengan seorang dokter senior.


" Apa anak nyonya sudah menikah.


" Belum dok, kenapa ya...


" Nona, kapan terakhir kali anda mendapat haid.


Rissa mengingat kali terakhir dia datang bulan, seperti nya beberapa hari sebelum adegan syur terjadi. Apa ia sekarang sedang mengandung anak Robert.


" Apa anak saya hamil dong?


" Seperti nya begitu nyonya. Tapi kita akan tes urin nona dulu untuk memastikannya. Dokter pun memanggil suster untuk membantu Rissa melakukan tes urin lewat testpack.


💠💠💠💠💠

__ADS_1


__ADS_2