
Dua hari kemudian jenazah mama dan papi sampai ke tanah air dan langsung di bawa ke rumah duka yang sudah di siapkan oleh Dicky asisten Ken-ken.
Begitu banyak karangan bunga yang datang, di rumah Nikko maupun di rumah duka.
Malam harinya kebaktian tutup peti pun di mulai. Seorang Pendeta yang memimpin kebaktian tersebut bersama team musik sudah siap di mimbar.
Beberapa stasiun TV dan reporter dari berbagai media pun datang meliput.
Abel mewakili pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih pada tamu yang hadir.
" Saya mewakili keluarga besar Hermawan, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran saudara, kerabat serta rekan-rekan bisnis dari Bapak Nikko Hermawan dan Ibu Luna Halim Hermawan juga para jemaat sekalian. Mohon maaf yang sebesar-besar nya jika mendiang kedua orang tua kami ada kesalahan baik di sengaja maupun tidak di sengaja. Abel berhenti sejenak untuk menghapus air mata nya. Kita tidak pernah tau kapan Tuhan memanggil kita. Ada yang sedang tidur, ada yang dalam kondisi sakit atau kecelakaan seperti yang di alami kedua orang tua kami. Abel kembali menghapus air mata nya. Sebelum berangkat ke Swiss mereka terlihat bahagia dan banyak memberi kami nasehat, mungkin itu firasat mereka sebelum pergi untuk selama nya. Papi... mama... kami akan selalu hiks... hiks... mengenang kalian dan semua nasehat kalian hiks... hiks... akan selalu kami jalani. Selamat jalan... papi... hiks.. hiks.. selamat jalan mama... hiks... hiks... suatu hari nanti kita akan bertemu lagi di rumah Bapa yang kekal. Amin.
Terima kasih.
Rissa segera memeluk Abel dan mereka pun menangis tersedu-sedu. Para hadirin pun larut dalam kesedihan.
Acara demi acara pun terus berjalan sampai selesai. Para tamu yang hadir pun memberi ucapan berduka kepada keluarga besar Hermawan. Oma dan nenek terlihat sangat terpukul, anak yang mereka lahir kan sudah meninggal dunia, pergi lebih dulu dari mereka.
" Abel... Rissa... oma turut berduka cita. Maaf oma baru sampai tadi sore. Oma Miska datang menghampiri mereka.
" Ng apa oma... terima kasih oma sudah mau datang ke mari.
" Pasti oma datang sayang... oma pasti akan menemani kalian.
" Terima kasih oma.
" Bu Rissa... Bu Abel...kami turut berduka cita yang sedalam-dalam nya. Rombongan karyawan perusahaan Nikko datang memberi dukungan pada Rissa dan Abel.
" Bu Rissa... saya sangat berduka atas berpulangnya nya Pak Nikko dan istri, ibu yang tabah dan ikhlas untuk kejadian ini.
" Terima kasih banyak, Pak Alex.
Keesokan hari nya... setelah sarapan seadanya karena mereka semua tak ada yang berselera makan, mereka pun kembali ke rumah duka.
Jenazah akan di semayamkan hari ini. Iringan mobil jenazah dan mobil keluarga pun bergabung dengan keramaian jalanan Jakarta.
Sesampainya di TPU di mana terdapat makam papa Abel di sana. Dua buah liang lahat yang berdampingan sudah ada di sana.
Setelah acara yang di pimpin pendeta sudah selesai, peti mati Luna dan Nikko pun segera di turunkan. Isak tangis pun mengiringi turunnya peti itu. Oma Amelia dan nenek akhirnya pingsan.
__ADS_1
Sebelum pulang, Abel dan oma Miska menyempatkan diri ke makam Hengky.
" Kamu yang tabah ya.. sayang. Oma Miska memeluk Abel erat.
" Iya... oma... suara serak Abel terdengar di sela isak tangis nya.
Keesokan hari nya keluarga daddy Edwin, kak Han-han dan kak Lili kembali ke Surabaya, oma Rika masih ingin menemani Rissa dan Abel di Jakarta.
" Bel... kamu jangan sedih terus...liat tuh mata kamu sudah sipit banget. Kata kak Lili sambil memeluk Abel.
" Iya Bel, kamu harus banyak istirahat. Ken, jaga istri mu baik-baik.
" Iya daddy...
" Kami pulang dulu, titip oma di sini.
" Iya daddy.
" Mommy, kami pulang dulu. Mommy kalau sudah bosan di sini, segera pulang.
" Iya... mommy mau menemani Abel dan Rissa di sini. Lagian si Miska mau curhat sama mommy, pasti masalah suami nya lagi.
" Iya sayang, kalian hati-hati. Oma kangen sama El...
" Ya, nanti malam kami akan vidio call sama oma, jadi oma bisa bertemu El.
" Iya... iya...jangan lupa loh.
" Iya oma...
Setelah rombongan Edwin pulang, Ken-ken bersiap ke kantor.
" Sayang... aku tinggal kamu ke kantor ng apa kan...
" Ng apa-apa, Ken. Kan ada oma juga, bentar lagi aku juga mau ke rumah papi. Besok nenek, kakek, oma Amelia dan opa Frans kembali ke kampung. Mereka mau menenangkan diri di rumah sana.
" Ya salam untuk mereka. Hari ini aku ada meeting, mungkin akan pulang telat. Ken-ken mencium kening istri nya. Kamu istirahat, jangan nangis terus. Nanti kamu sakit, kasih tau Rissa juga. Kalian harus segera beraktifitas kembali.
" Iya Ken... nanti aku sampaikan.
__ADS_1
" Aku pergi sayang.
Setelah beristirahat sebentar, Abel dan oma Rika pergi ke rumah Nikko di antar supir.
" Nek... gimana keadaan nenek hari ini.
" Puji Tuhan, sudah lebih baik. Besok nenek akan pulang ke kampung, apa kalian tidak apa kalau kami tinggal.
" Ng apa, nek... di sini juga ada oma Rika dan oma Miska.
" Ya... ya.. nenek menghela nafas berat nya.
" Nek... nenek harus ikhlas, nenek jangan banyak pikiran nanti nenek sakit. Liburan ini kami akan ke sana.
" Iya sayang, kamu juga harus jaga kesehatan.
" Iya nek...
" Bel.. Ken-ken sudah kerja?!
" Sudah kek, hari ini Ken-ken ada meeting, lagian sudah seminggu ini ia tidak ke kantor. Ken-ken menyampaikan salam nya untuk kakek dan nenek.
" Salam kembali untuk nya dari kami. Kamu harus mengurus Ken-ken dengan baik, jangan sampai ia berpaling pada wanita lain. Apalagi Ken-ken ganteng dan seorang pengusaha kaya, pasti banyak wanita di luar sana yang menginginkannya.
" Iya kek...
" Banyak berdoa, itu benteng kamu dari marabahaya. Kakek dan nenek sudah tua dan hanya bisa mendoakan kalian bahagia. Kamu juga harus selalu memberi dukungan pada Rissa, Rissa itu lebih perasa dan tidak sekuat kamu.
" Iya kek... Terima kasih. Abel juga mendoakan kakek dan nenek selalu sehat. Jika kakek dan nenek jenuh di sana, kemari lah kunjungi kami. Kami juga akan mengunjungi kakek dan nenek di sana.
" Iya... sayang. Kakek yakin suatu hari nanti kamu akan hamil dan melahirkan seorang anak untuk Ken-ken.
" Amin.. kek. Itu doa Abel selama ini.
" Apa kami mengganggu?!
" Masuk lah... kami hanya mengobrol. Rissa, oma Rika dan Chris pun masuk dan bergabung dengan Abel, kakek dan nenek. Mereka pun saling menguatkan satu dengan yang lain.
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1