
Menjelang libur lebaran Abel ingin membelikan hadiah buat orang-orang yang di kasihi nya. Ia mengajak Ken-ken berbelanja di sebuah mal besar.
" Kamu mau shoping, Bel.
" Iya, aku mau membeli kan hadiah buat keluarga ku. Kamu temani aku ya...
" Pasti. Ken-ken senang Abel dan ia sudah dekat walaupun belum ada komitmen di antara mereka. Bagi Ken-ken yang penting Abel menerima diri nya apa ada nya.
Sesampainya di mal Abel menuju pakaian ibu hamil. Ia ingin membeli kan Rissa beberapa pakaian hamil, karena perut Rissa pasti sudah semakin besar dan butuh pakaian khusus ibu hamil.
" Siapa yang hamil, Bel.
" Saudara tiri ku.
" Oh, dia sudah menikah?
" Ng, dia hamil diluar nikah... Abel agak berbisik pada Ken-ken agar orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka tidak mendengar.
" Hah... kok bisa. Ken-ken agak terkejut dan juga iba.
" Nanti aku ceritakan. Sekarang kita cari pakaian untuk Rissa dulu.
Ken-ken mengikuti Abel yang sedang memilih-milih pakaian ibu hamil.
" Ini bagus ng?
" Bagus...
Seorang SPG menghampiri mereka.
" Bisa di bantu kak..
" Saya mencari pakaian ibu hamil model terkini, mbak.
" Oh.. sebelah sana kak... SPG mengajak Abel dan Ken-ken ke lorong sebelah.
" Ini keluaran terbaru semua kak, bahan nya juga adem, model dan corak nya juga banyak.
" Oke,. saya pilih-pilih dulu ya mbak...
" Silahkan kak...
Abel memilih beberapa terusan dan setelan.
" Ini semua mbak, tolong di bungkus ya.
" Baik kak... dalaman nya ng sekalian kak.
" Boleh deh mbak. Ken, aku liat dalaman sebentar ya. Ken-ken menganggukkan kepala.
Setelah selesai, Abel mengajak Ken-ken ke bagian pakaian pria.
" Ken, kamu tolong bantu aku cari kemeja untuk papi dan opa ku ya..
" Oke. Ken-ken membantu Abel memilih kemeja dan dasi untuk papi dan opa Abel.
Abel juga membeli switer kapel untuk kakek dan nenek nya serta tas untuk mama dan oma nya. Abel segera ke kasir dan membayar semua belanjaan nya.
Setelah lelah berbelanja, mereka makan di sebuah resto bakmi terkenal.
__ADS_1
Setelah mereka memesan makanan, mereka pun duduk.
" Kamu dekat dengan keluarga mu ya...
" Sebenarnya aku tidak begitu dekat dengan oma, karena dulu oma tidak begitu menyukai mama.
" Kenapa...
" Papa ku meninggal karena kecelakaan di hari pertama aku masuk TK. Aku dan mama hidup sederhana sampai papi Rissa meminang mama waktu aku masuk SD. Rissa adalah teman ku dari TK. Mami Rissa meninggal sehabis melahirkan Rissa. Oma tidak setuju dengan mama karena merasa tidak sederajat dengan nya. Puji Tuhan lambat lain oma berubah dan menerima kehadiran ku dan mama.
" Terus kenapa Rissa bisa hamil di luar nikah.
Abel menghela nafas panjang sebelum melanjutkan cerita nya.
" Dulu aku punya pacar namanya Robert, kami menjalin hubungan sudah lebih dari 2 tahun. Orang tua ku dan daddy Robert menyetujui hubungan kami kecuali mommy nya, dia seperti oma dulu. Karena derajat kami berbeda. Diam-diam Rissa mencintai Robert dan mommy Robert mengetahui nya, akhir nya mereka menjebak Robert dengan obat perangsang dan itu sebab nya Rissa hamil.
" Apa Robert tidak mau bertanggung jawab.
" Iya, sejak kejadian itu Robert pindah ke Jerman dan mommy nya yang dulu di kira mendukung Rissa ternyata hanya menjebak Rissa. Ia hanya ingin memisahkan aku dan Robert.
Abel kembali menghela nafas, sebenarnya ia sedih menceritakan masa lalu dan aib keluarga nya. Tapi entah mengapa ia ingin Ken-ken tau semua nya.
" Pada saat Rissa meminta pertanggung jawaban Robert, mommy nya menolak keras dengan alasan ia tidak yakin anak yang di dalam kandungan Rissa adalah anak Robert.
" Wow... jahat sekali ya. Untung kamu tidak jadi menikah dengan Robert. Kalau tidak, kamu akan seperti cerita bawang putih yang ditindas oleh ibu tirinya.
" Hahaha... Abel pun tertawa. Ya, Puji Tuhan... Tuhan tidak mengizinkan aku di siksa oleh mertua.
" Sekarang Rissa dimana.
" Ada di kampung tempat kakek nenek ku di temani mama ku. Setelah mengikuti sidang skripsi dia langsung ke sana. Dia tidak ingin mempermalukan papi. Lusa kami akan menjenguknya di sana sekalian menjemput mama pulang.
" Apa papi mu tidak membantu nya meminta Robert bertanggung jawab.
" Kasian Rissa... walaupun itu karena kesalahan nya juga.
" Iya, aku tak tega dengan anak Rissa nanti. Dia akan tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah.
" Kita hanya bisa berdoa, semoga Tuhan memberikan jodoh yang baik untuk nya dan anaknya kelak.
" Amin...
" Bel, akhir bulan depan kakak ku menikah. Apa kamu mau menemani ku.
" Kamu punya kakak...
" Iya, aku punya ayah dan seorang kakak laki-laki. Ibu ku sudah meninggal karena kanker beberapa tahun yang lalu.
" Dimana ayah dan kakak mu tinggal.
" Mereka ada di Surabaya.
" Oh...apa liburan besok kamu mau pulang?
" Tidak, aku akan pulang menjelang pernikahan kakak ku. Dan aku berharap kau bersedia menemani aku ke sana.
" Baik lah, aku akan meminta izin pada orang tua ku dulu.
" Besok aku akan mengantar mu pulang ke rumah papi mu.
__ADS_1
" Oke.
Keesokan pagi nya meminjam mobil temannya untuk mengantar Abel pulang.
" Mobil siapa, Ken.
" Mobil temen, kamu kan bawa barang banyak... repot jika naik motor.
" Maaf aku merepotkan mu.
" Tidak, aku senang bisa mengantar mu. Semoga orang tua mu menerima kehadiran ku. Abel pun tersenyum.
Sebelum ke rumah Nikko, mereka mampir sarapan dulu.
" Papi mana, mbak... tanya Abel begitu sampai di rumah.
" Ada di taman belakang, non...
Abel mengajak Ken-ken ke taman belakang, tampak Nikko sedang berjemur di bawah sinar matahari.
" Papi...
" Heh... anak papi udah sampai.
" Papi ini Ken-ken, teman Abel di kantor.
" Nikko...
" Ken-ken, om... mereka pun berjabat tangan.
Abel meninggalkan mereka berdua di taman. Ia ke dapur meminta pelayan mengantar minuman ke taman.
" Udah lama kerja di sana.
" Sudah lebih dari 2 tahun om.
" Orang tua mu di mana.
" Daddy tinggal di Surabaya dan mommy saya sudah meninggal om.
" Oh... daddy usaha apa.
" Usaha di bidang teknologi juga om.
" Kok, kamu tidak bantu daddy mu aja.
" Saya cari pengalaman dulu om, lagian ada kakak laki-laki saya yang sudah membantu beliau.
" Kakak mu sudah menikah.
" Akhir bukan bulan depan akan menikah om... Dan saya ingin mengajak Abel untuk menghadiri pernikahan kakak saya.
" Apa kamu serius dengan Abel.
" Serius om...
" Hah... saya tidak mau kamu menyakiti Abel seperti mantan nya.
" Saya janji mu, akan membahagiakan Abel.
__ADS_1
" Saya harap begitu.
🈺🈺🈺🈺🈺