
" Saudara Robert Sanjaya, apakah kau bersedia menerima Saudari Arabelle Purnama menjadi istri mu dalam suka dan duka, dalam sehat maupun sakit?
" Ya...Saya bersedia.
" Saudari Arabelle Purnama, apakah kau bersedia menerima Saudara Robert Sanjaya menjadi suami mu dalam suka dan duka, dalam sehat maupun sakit?
" Saya.... ti.. dak ber... se.. dia.. Abel dalam keadaan menggigil memaksanya untuk berbicara.
" Be, kamu harus bersedia... harus... Robert kembali emosi.
" Maaf Pak Robert, jangan dipaksakan. Ini pernikahan, pernikahan itu sakral. Lagipula mempelai wanita nya sedang sakit. Tolong, bawa dia ke rumah sakit sekarang. Saya tidak bisa melanjutkan acara ini. Anak buah Robert kembali menodongkan pistol nya.
" Lanjut.... bentak Robert.
" Pak Robert, Tuhan tidak akan memberkati pernikahan ini... sekalipun anda bisa memaksa saya, tapi anda tidak bisa memaksa Tuhan. Pendeta itu pun mulai melawan Robert. Pendeta itu mendekati Abel dan berdoa untuk kondisi Abel yang drop.
" Tolong, beri dia air putih hangat. Dia sudah menggigil. Robert segera memberi Abel air putih hangat. Pak Robert, bawa dia ke rumah sakit. Setelah ia sehat, saya akan memberkati pernikahan kalian. Pendeta itu terus mendesak Robert agar membawa Abel ke rumah sakit.
" Tidak Pak Pendeta, anda harus memberkati pernikahan kami dulu. Robert memeluk Abel. Be, tolong beri jawaban bersedia... agar semua nya cepat selesai dan aku segera membawa mu ke rumah sakit. Ayo lah, be... jangan keras kepala. Pak Pendeta, cepat kita mulai lagi.
Dengan terpaksa Pendeta tersebut kembali berdiri di mimbar. Tiba-tiba dari anak buah Nikko sudah mengepung lokasi tersebut.
" Hentikan pernikahan ini... teriak Nikko. Robert, lepaskan Abel atau polisi akan menangkap mu.
" Tidak akan Pak Tua... aku akan menikahi Abel.
Baku hantam antara anak buah Robert dan anak buah Nikko pun tak terelakkan. Dengan gesit Ken-ken menghajar anak buah Robert yang menghalangi nya mendekati Robert dan Abel.
Dalam keadaan terdesak salah satu anak buah Robert menarik tangan Robert untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Ken-ken segera menggendong Abel dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.
Robert dan anak buah nya lari ke bandara untuk meninggalkan Jakarta.
Di tempat lain... Luna, Rissa dan oma sedang di bandara menunggu pesawat menuju Changi Airport.
" Ma, telp papi dong. Minta papi datang ke sini, Rissa ingin bertemu papi sebelum berangkat ke Singapura.
" Baiklah... Luna mencoba menghubungi Nikko tetapi telp nya tidak di angkat.
Papi tidak angkat hape nya, mungkin papi sedang sibuk. Mama sudah kirim pesan singkat biar papi bisa segera kemari.
" Ma, perasaan Rissa kok ng enak ya...
__ADS_1
" Berdoa lah sayang... semoga kita semua dalam lindunganNya dan kamu bisa melahirkan dengan lancar.
" Iya ma... Rissa sangat bersyukur memiliki mama dan Abel. Kalian sangat perhatian pada Rissa walaupun Rissa sudah berbuat jahat pada kalian. Maafkan Rissa, ma... air mata Rissa pun mengalir.
" Sudah sayang, jangan nangis... kasian baby nya nanti ikut sedih. Kita ini keluarga jadi sudah seharusnya saling mengasihi dan memaafkan. Mereka pun berpelukan.
Sejam kemudian Robert sampai di bandara, ia membeli tiket menuju Singapura. Saat ia berjalan menuju ruang tunggu, di sana ia melihat Rissa dengan perut yang membuncit.
" Rissa... mau apa perempuan itu di sini. Apa ia juga mau ke Singapura? Gara-gara s***n betina ini aku jadi gagal menikah dengan Abel. Ini kesempatanku untuk balas dendam pada nya. Ia pun segera mengeluarkan pistolnya yang di sembunyikan nya dari pemeriksaan dan petugas bandara.
Dor... dor...
" Ah... teriak Rissa. Seketika baju nya penuh dengan darah segar. Para penumpang pun segera berhamburan ketika mendengar suara senjata api.
Luna dan oma pun segera berlari ke arah Rissa. Tadi Rissa berjalan-jalan di sekitar ruang tunggu karena bosan dan capek duduk.
" Rissa... tolong... tolong... panggil ambulan....
Robert langsung melarikan diri setelah berhasil menembak Rissa.
Tak lama kemudian team kesehatan dari bandara pun datang dan membawa Rissa ke rumah sakit terdekat.
Luna berkali-kali menghubungi Nikko dan Abel tapi tidak ada jawaban. Sedangkan Nikko yang panik dengan kondisi Abel meninggalkan hape nya di dalam mobil.
" Anak bapak mengalami dehidrasi dan demam yang cukup parah serta beberapa luka dan memar di beberapa bagian tubuh nya, tetapi sudah kami atasi dengan baik. Bapak tenang saja, mungkin 2-3 hari lagi, dia akan pulih seperti sedia kala. Oh ya, apa anak bapak akan menikah?
" Oh, tidak... anak saya baru saja di culik oleh mantan kekasihnya.
" Baik Pak, saya tinggal dulu.
" Terima kasih dok...
Tak lama kemudian, salah satu anak buah Nikko masuk ke kamar rawat inap Abel dengan membawa hape Nikko yang tertinggal di mobil.
" Maaf bos... ini hape nya ketinggalan di mobil dan dari tadi hape nya berbunyi, mungkin ada hal yang penting.
" Terima kasih, Bekti. Nikko melihat banyak panggilan masuk dari Luna dan papi nya. Nikko segera menghubungi Luna.
π Halo papi...papi kemana aja.
π Ada apa sayang...
π Papi...Rissa di tembak seseorang, sekarang ada di rumah sakit Jakarta. Tolong, segera kemari.
__ADS_1
π Apa??? Siapa yang nembak dan kenapa??? Astaga kenapa begini...Abel di rumah sakit, Rissa tertembak. Ya, Tuhan... Ken-ken pun segera bangkit dari duduk nya mendengar Nikko mengatakan Rissa tertembak.
π Apa??? Abel di rumah sakit? Kenapa Abel bisa masuk rumah sakit?
π Aku segera ke sana, biar Ken-ken yang jaga Abel di sini.
" Ada apa om...
" Rissa di tembak seseorang, sekarang ada di rumah sakit. Kamu tolong jaga Abel, om akan ke rumah sakit mengurus Rissa.
" Om, jangan kuatir. Saya akan menjaga Abel dengan baik.
" Terima kasih.
Nikko pun segera pergi menuju rumah sakit yang dikatakan Luna.
" Keluarga Ibu Clarissa Hermawan...
" Iya dok... saya mama nya.
" Ibu silahkan masuk ke ruangan saya... mereka pun masuk ke ruangan dokter tersebut.
" Bagaimana kondisi anak saya, dok?!
" Ibu Clarissa Hermawan sedang kritis, kami akan segera melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi nya segera.
" Baiklah dok... lakukan yang terbaik untuk anak dan cucu saya.
" Suami dari Ibu Clarissa di mana ya bu... kami harus meminta persetujuannya untuk tindakan operasi nya.
" Suaminya sedang tugas di luar kota, dok. Saya akan yang bertanggung jawab untuk Rissa.
" Baiklah bu, silahkan Ibu ke ruang administrasi untuk prosedur lebih lanjut. Kami akan melakukan operasi nanti malam.
" Baiklah dok, terima kasih.
Luna dan oma segera ke ruang administrasi untuk mengurus biaya operasi Rissa sambil menunggu kedatangan Nikko.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Terima kasih untuk like dan komen nya para reader sekalian... terus dukung author ya π
Love you all
__ADS_1