
Abel mencoba menidurkan Baby Chris, dari semalam ia sangat rewel dan menurut dokter kemungkinan gusi nya bengkak karena ia tak mau minum susu.
Rissa pun sampai sekarang bukan ada reaksi apa pun. Rissa, sampai kapan kamu mau tidur, bangun lah... lihat anak mu semakin besar, ia merindukan pelukan ibu nya.
Kasus Robert sebentar lagi akan di sidangkan, kemungkinan ia akan mendekam lama di balik jeruji besi. Ia juga tidak akan bisa melihat pertumbuhan anak nya.
Baby Chris... sungguh malang nasib mu, nak... ibu mu sedang berjuang dengan maut dan ayah mu harus hidup di penjara. Kamu besar bawah asuhan oleh oma Luna, opa Nikko, mom Abel dan dad Ken-ken... kami akan selalu ada di dekat mu dan melindungi mu, nak...
" Ma... apa Abel boleh menjenguk Robert di penjara?!
Luna tau Abel kasian pada Robert tapi ia juga takut Robert akan melakukan hal yang tidak diinginkan karena Robert begitu mencintai Abel.
" Coba kamu minta izin pada Ken-ken dulu dan minta ia menemani mu.
" Iya ma...
Malam nya Abel menghubungi Ken-ken.
📞 Halo sayang...
📞 Ken, apa aku boleh menjenguk Robert di penjara.
📞 Kamu mau pergi sama siapa ke sana.
📞 Apa kamu mau menemani ku
📞 Baiklah, kapan kamu mau ke sana nya.
📞 Sabtu ini, gimana.
📞 Baiklah, tapi kamu harus hati-hati pada nya, karena ia masih mencintai mu.
📞 Iya, terima kasih. Aku hanya ingin ia tau perkembangan Baby Chris selama ini karena walau bagaimana pun, ia tetap ayah kandung Baby Chris.
📞 Bener, ia harus tau tentang perkembangan anak nya. Mungkin itu bisa membuat semangat nya bangkit.
📞 Iya...
Sabtu pagi setelah Abel sudah memandikan dan memberi makan Baby Chris, mereka pun berangkat ke penjara tempat Robert mendekam.
" Pagi Pak, saya ingin bertemu dengan Robert Sanjaya.
" Baik mbak, silahkan isi data di sana.
Setelah semua prosedur sudah ia lakukan, Abel pun masuk ke sebuah ruangan tempat nya akan bertemu Robert. Dalam hati nya ada sedikit ketakutan, ia takut Robert akan berbuat nekat seperti dulu. Ia hanya berdoa agar Tuhan melancarkan pertemuan nya dengan Robert.
" Abel... mau apa kamu ke sini.
" Robert, apa kabar.
__ADS_1
" Ya, aku seperti ini. Kacau dan tak ada masa depan lagi.
" Jangan putus asa seperti itu, Robert.
" Terus, aku harus bagaimana? Apa aku harus bahagia dengan keadaan seperti ini.
" Semua ini akibat perbuatan mu sendiri, Robert. Rissa sampai saat ini masih koma.
" Apa dia separah itu? Bagaimana anak yang di kandung nya.
" Ini foto anak mu... Abel memberikan sebuah amplop coklat yang berisi foto-foto Baby Chris yang telah ia siapkan dari rumah. Dalam kondisi koma, dokter melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan Baby Chris dari perut Rissa.
Robert membuka amplop itu dan dilihat foto-foto lucu Baby Chris.
" Siapa namanya?!
" Christopher Hermawan. Di belakang foto itu aku sudah menulis namanya dan tanggal lahir nya biar kamu bisa mengingat nya.
" Terima kasih kamu sudah merawat nya. Kapan kalian akan menikah?
" Belum tau, tapi bulan depan orang tua Ken-ken akan datang melamar ku.
" Selamat, semoga kamu berbahagia dengan nya... dan maafkan segala kesalahan ku. Jika kamu dan Ken-ken tak keberatan, aku titip anak ku pada kalian. Tolong asuh dan besarkan dia menjadi anak yang berguna tidak seperti aku ayah nya.
" Iya Robert. Aku dan Ken-ken juga mama dan papi akan mengasuh Baby Chris dengan penuh kasih sayang.
" Terima kasih... apa kamu datang bersama Ken-ken?
" Boleh kah aku berbicara empat mata dengan nya.
" Baiklah, aku akan memanggil nya. Abel pun keluar memanggil Ken-ken.
" Ken...
" Apa kamu sudah selesai.
" Robert ingin berbicara dengan mu, empat mata.
" Baiklah... tunggu aku di sini. Ken-ken pun masuk ke dalam ruangan di mana Robert sudah menunggu nya.
" Duduklah, Ken...
" Terima kasih... apa yang ingin kau bicarakan dengan ku.
" Kapan kau akan menikahi Abel.
" Sesegera mungkin, bulan depan keluarga ku akan datang melamar Abel.
" Apa keluarga mu menerima baik Abel...
__ADS_1
" Iya, mereka tidak pernah mempermasalahkan posisi dan martabat Abel.
" Bagus lah. Apa kau tulus mencintai nya.
" Ya aku sangat mencintai nya seperti diri mu mencintai nya.
" Jaga dan sayangi dia, Abel seorang wanita yang baik. Jangan pernah kau sia-sia kan dan sakiti dia. Jika aku tau kau mengingkari janji mu, aku tak segan-segan membunuh mu.
" Tenang lah, Robert. Aku akan menjaga Abel sebaik mungkin dan menyayangi nya seumur hidup ku. Itu janji ku pada mu. Aku tak akan menyianyiakan intan permata seperti Abel.
" Syukur lah. Ada satu hal lagi... tolong rawat anak ku, anggaplah ia sebagai anak mu sendiri sampai Rissa bisa merawat anak itu.
" Tak usah kuatir, itu juga alasan kami ingin segera menikah. Kami akan merawat Baby Chris dengan baik. Dia anak yang lucu dan pintar, kamu harus bangga mempunyai anak seperti Baby Chris. Dan setelah keluar dari sini, tengoklah anak mu... ia pasti ingin bertemu dengan ayah kandung nya.
" Aku tidak tau Ken, apa nanti Baby Chris tidak malu mempunyai ayah seperti aku.
" Tidak... percaya lah. Kami akan selalu membantu Baby Chris untuk tetap berbakti pada orang tua kandung nya.
" Terima kasih banyak... aku sangat berhutang pada mu... Kenzo Tanuwijaya.
" Hahaha... kamu tau nama lengkap ku rupanya.
" Hahaha... mana mungkin aku tidak tau soal itu, Ken.
" Baiklah... aku harus pergi sekarang dan kami berjanji akan sering-sering menjenguk mu.
" Sekali lagi aku berterima kasih pada mu... Abel tidak salah pilih calon suami, aku percaya Abel akan bahagia bersama mu.
Di depan kantor polisi Abel dan Ken-ken bertemu dengan orang tua Robert yang ingin menjenguk anak nya juga.
" Mau apa kamu ke sini?! Apa kamu belum puas melihat Robert masuk penjara.
" Mommy... jaga sikap mu.
" Tapi aku tidak suka ia kemari, dad...
" Maafkan kelakuan istri saya, Abel...
" Tidak apa om... kami baru menjenguk Robert di dalam.
" Terima kasih atas perhatiaan kalian... saya atas nama Robert minta maaf.
" Iya om, kami sudah memaafkan Robert.
" Bagaimana keadaan Rissa dan anak nya sekarang.
" Rissa masih koma, om... dia sekarang berada di Inggris. Dan Baby Chris tumbuh dengan baik, dia makin lucu dan pintar. Saya juga sudah memberikan beberapa lembar foto Baby Chris pada Robert... karena bagaimanapun ia adalah ayah Baby Chris.
" Terima kasih banyak, sampaikan permintaan maaf saya kepada orang tua mu.
__ADS_1
" Baik om... kami permisi dulu.
💌💌💌💌💌