
" Rissa... pekik Alex terkejut.
Deasy yang melihat kedatangan Rissa kembali memeluk Alex, spontan Alex mendorong Deasy untuk kedua kali nya.
" Kalau mau pacaran jangan di sini tempat nya, Pak Alex... tegur Rissa kesal.
" Dia bukan pacar saya, bu... kata Alex tegas.
" Sayang, kamu kenapa sih... bentar lagi kita kan akan menikah?! Ada apa dengan kamu...??? Deasy langsung berakting.
" Deasy...! Bentak Alex marah.
" Tolong, selesaikan urusan kalian di luar. Jangan bikin keributan di kantor?! Rissa pun langsung pergi menuju Lift.
Dengan kesal, Alex menarik kencang tangan Deasy keluar gedung kantor.
" Alex... sakit!!! Teriak Deasy.
Sampai di luar Alex melepaskan tangan Deasy dengan kasar. Tangan itu memerah akibat cengkraman kencang Alex.
" Alex... tangan ku sakit...! Keluhan Deasy yang hampir menangis.
" Itu baru tangan mu, jangan membuat ku lebih marah lagi... cepat kamu pergi dari sini dan jangan pernah datang kembali... Bentak Alex kencang.
Seketika nyali Deasy pun agak ciut, melihat Alex yang begitu marah sampai muka nya berubah merah karena menahan emosi.
" Aku tak akan melepaskan mu, Alex... Aku sangat mencintai mu... sahut Deasy pelan dengan air mata yang berlinangan.
" Pergi sekarang atau aku panggilkan satpam untuk mengusir mu... Alex yang putus asa dengan tingkah Deasy.
Deasy pun pergi menuju mobil nya dan melajukan kendaraan nya dengan sekencang mungkin, hingga hanya butuh waktu 15 menit sampai di apartemen nya.
Di dalam apartemen, Deasy menangis sejadi-jadi nya. Hati nya begitu sakit, Alex menolak nya mentah-mentah.
Ia pun melampiaskan kekesalan nya pada barang-barang yang ada di sekitar nya yang sama sekali tak bersalah.
" Prang... prang... barang-barang itu di lempar Deasy dengan gemas. Alex.... aku mencintai mu... hiks... hiks.. kenapa kamu tega pada ku.... Rissa, aku akan memberi mu pelajaran. Deasy terus berteriak dan menangis seorang diri di sana.
Sementara Alex sedang frustasi di depan meja kerja nya. Ia segera mengirim chat apa Rissa.
__ADS_1
✏ Rissa, maaf tadi pagi aku buat keributan kecil di lobby. Apa kita bisa bertemu...?!
Cukup lama Alex menunggu balasan chat dari Rissa.
✏ Aku sedang sibuk...
Isi pesan yang sangat singkat membuat Alex galau. Alex kembali mengirim chat pada Risa agar hatinya bisa tenang.
✏ Deasy dan aku tidak ada hubungan spesial, aku hanya menganggapnya sebagai seorang adik tidak lebih. Itu juga karena papi Deasy lah yang membiayai sekolah ku sejak aku di bangku SMA sampai S2 di luar negeri. Aku tak pernah mencintai nya, Deasy pun tau itu. Mungkin itu sebab nya ia sengaja membuat keributan di sini, agar kau cemburu dan kita berpisah. Aku sudah memarahi nya, mudah-mudahan ia tidak akan mengulangi nya kembali.
Rissa sedang kesal duduk di depan meja kerja nya. Rissa masih memikirkan Alex dan adik nya Desta. Tiba-tiba hape nya berbunyi tanda ada pesan singkat masuk, Rissa mengecek isi pesan singkat nya. Setelah membaca isi pesan dari Alex, Rissa meletakkan kembali hape nya. Beberapa menit kemudian, Rissa kembali mengambil benda pipih itu dan membalas pesan dari Alex.
5 menit kemudian, hape Rissa kembali berbunyi, Rissa segera mengambil hape nya. Karena ia yakin itu pasti pesan dari Alex. Benar... Alex berusaha menjelaskan hubungan nya dengan Deasy.
Rissa jadi bingung, apa hubungan Alex dan Deasy, apa benar yang di katakan Alex atau Alex hanya ingin mengelabui nya.
Belum selesai gosip tak sedap anatar diri nya dengan Alex yang beredar di gedung ini, sekarang di tambah kedatangan Deasy yang membuat nya agak syok.
Rissa menghubungi Abel dan mengajak nya makan siang bersama. Tak lama kemudian Abel datang ke ruangan nya.
" Hai... bos. Tumben jam segini udah ngajak makan siang... kata Abel begitu sampai di ruangan Rissa.
" Of course, honey. Apa itu masalah Alex?! Tebak Abel.
" Yup...jawab Rissa datar.
" Let's Go... Abel pun segera merangkul pundak sahabat dan sekaligus saudara tiri nya.
Mereka pun segera pergi dari sana sambil tersenyum bahagia.
Mereka duduk di sebuah resto Chinese food. Setelah memesan Rissa pun mulai curhat.
" Tadi pagi, aku melihat Alex di peluk oleh Deasy, adik Desta Mahesa. Rissa terlihat sedih.
" Iya... kejadian itu sudah aku dengar. Kau tau kan, di kantor kita banyak sekali wartawan gosip. Abel pun tersenyum.
" Iya...mungkin jika suatu hari nanti kita akan membuka bisnis baru, kita akan buka bisnis majalah gosip atau saluran TV khusus gosip. Hehehe...Rissa memberi ide.
" Hahaha... bener juga. Dan kita tidak usah susah-susah cari wartawan nya... tambah Abel.
__ADS_1
" Aku bingung dengan hubungan aku dan Alex... apa harus lanjut atau cukup sampai di sini. Keluh Rissa.
Abel memegang tangan Rissa dan menatap lembut.
" Rissa, aku tanya pada mu... apa kamu mencintai Alex. Tanya Abel penuh keingintahuan.
" Aku... aku mencintai nya, Bel... kata Rissa malu.
Abel pun tersenyum senang.
" Terus aku belum pernah jatuh cinta seperti ini, dengan Robert sekali pun. Lanjut Rissa.
" Apa kamu tidak ingin mempertahan kan Alex?! Tanya Abel kembali.
" Aku tidak tau... aku takut aku salah langkah lagi. Cukup kesalahan yang aku buat dengan Robert, jangan terulang kembali... Kesedihan Rissa sangat jelas terlihat.
Abel pun memeluk lembut Rissa, seakan ingin memberi tahu Rissa jika ia akan selalu ada untuk nya.
" Berdoa lah sayang, minta petunjuk dari Nya... Abel menenangkan Rissa.
" Iya... jawab Rissa. Alex mengajak ku bertemu, ia ingin memberi penjelasan tentang kejadian tadi pagi... lanjut Rissa.
" Memang seharusnya kalian bertemu dan berbicara dari hati ke hati, bicara jujur tentang perasaan kalian... nasehat Abel.
" Benar... Rissa pun tersenyum senang atas dukungan Abel. Makasih Abel sayang... makasih atas dukungan mu... Rissa pun memeluk Abel.
" Udah kita makan dulu, ntar makanan nya keburu dingin... seru Abel sambil melahap dimsum kesukaan nya.
Setelah kenyang mereka kembali ke kantor. Rissa duduk di kursi kebesarannya dan mengeluarkan ponsel nya. Ia segera mengetik pesan singkat dan mengirim nya sambil tersenyum bahagia.
Suasana hati Alex sangat galau hari ini, ia tidak konsen untuk bekerja apalagi berpikir untuk makan siang. Jam makan siang sudah lewat sejam yang lalu tapi perut nya tidak berasa lapar sama sekali, Alex sedih karena Rissa tidak mempedulikan nya.
Tiba-tiba hape nya berbunyi dan Alex segera membuka nya.
✏ Jemput aku nanti malam di rumah... pesan singkat dari Rissa.
✏ Ya, sayang... aku pasti datang. Alex segera membalas nya dengan hati yang berbunga-bunga bersamaan dengan perut nya yang berbunyi minta di isi.
🎀🎀🎀🎀🎀
__ADS_1