
π Bos.. Ibu Samantha melarikan diri keluar negeri.
π Cari sampai ketemu
π Baik bos...
π Bagaimana si codet
π Sudah kami serahkan ke polisi, bos. Polisi juga sedang mencari keberadaan Ibu Samantha.
π Bagus
Sementara Albert terkejut dengan laporan dari anak buah nya.
" Apa...
Sam sudah gila, dia sudah bertindak ceroboh karena cinta buta nya. Bodoh...Sam bener-bener bodoh...aku lebih bodoh lagi mencintai wanita yang tidak mencintai ku. Ah.... sial. Albert sangat marah dan kesal.
Siapa yang di tabrak orang suruhan Sam.
" Seorang janda bernama Luna, bos.
" Apa dia kekasih Nikko.
" Tidak ada info mengenai itu, bos. Hanya anak Nikko bersahabat dengan anak Luna, mereka sekelas bos.
" Bagaimana keadaan Luna sekarang.
" Dia baru siuman dari koma nya, bos.
" Cepat cari Sam sampai ketemu, sebelum polisi dan anak buah Nikko menemukan nya.
" Baik bos.
Luna sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Nikko memesan sebuah kamar VVIP dengan fasilitas yang lengkap, Luna menolaknya karena ia tau pasti harganya sangat mahal. Tapi Nikko menyakinkan nya untuk kenyamanan diri nya juga anak-anak. Akhirnya Luna menerima nya.
Polisi datang untuk menindak lanjuti laporan anak buah Nikko. Luna sangat terkejut ada seseorang yang ingin kematiannya. Dan orang itu seorang wanita yang di jodoh dengan Nikko oleh mami nya. Nikko pun mengirim beberapa anak buah nya untuk berjaga-jaga di depan kamar Luna.
" Maaf Luna, gara-gara aku kamu jadi korban nya.
" Tapi kenapa ia mengincar aku, Nikko. Kita kan tidak ada hubungan apa-apa.
" Belum... aku akan selalu menunggu mu membuka hati untuk ku.
" Nikko...
" Ya sayang... Nikko tersenyum nakal. Akhirnya Luna pun tersenyum.
Gitu dong, aku kangen senyum manis kamu.
" Gombal...
" Hehehe...
Kita kembali bahas Sam...
Sam itu seperti terobsesi pada ku, walau pun dia tau aku tidak pernah suka pada nya dan ia juga sudah punya kekasih.
" Apa.. dia punya kekasih... tapi kenapa dia masih mengejar mu.
__ADS_1
" Dia itu sudah gila... satu lagi Sam itu bukan wanita baik-baik, tiap malam kerja ke diskotik dan **** bebas dengan semua pria yang di kenal nya.
" Wow...
" Makanya... mana mungkin aku memilih wanita liar seperti itu menjadi mami anakku. Bisa-bisa Rissa ikut-ikutan... ih...amit-amit.
" Tapi kenapa mami mu menjodohkan mu dengan nya. Apa mami mu tidak tau kelakuan nya.
" Mami nya dan mami ku satu geng sosialita. Mami anggap anak temannya itu sempurna karena dari kalangan terpandang. Mana mau dia mengecek kebenarannya, dunia nya hanya shopping dan berkumpul bersama geng nya. Rissa aja tidak dekat dengan oma nya. Nikko menceritakan keburukan sang mami dengan kesal.
" Tapi walau bagaimana pun ia tetap mami mu, wanita yang melahirkan mu. Kamu harus hormat dan sayang pada nya.
" Iya sayang, aku akan selalu mendengarkan nasehat mu.
" Lebay...
" Hahaha... mereka berdua pun tertawa.
Beberapa hari kemudian, Luna sudah diizinkan pulang, tetapi ia masih harus beristirahat beberapa minggu di rumah.
" Maaf Bu Lena, saya masih harus izin.
" Tidak apa, Luna. Yang penting kesehatan kamu. Soal pekerjaaan saya sudah suruh Febi mengerjakannya.
" Terima kasih atas pengertian nya, bu.
Keesokan hari nya Albert mendatangi rumah Luna, ia ingin Luna mencabut semua laporannya.
" Maaf cari siapa.
" Apa benar ini rumah nya Luna Halim bu.
" Apa bisa saya bertemu Luna, bu.
" Maaf.. bapak siapa ya.
" Saya Albert Pratama, bu.
" Ada perlu apa ya, Luna masih sakit.
" Maaf Bu, ada hal penting yang harus saya sampaikan langsung.
" Baik lah, silahkan duduk.
Tak lama kemudian Luna pun keluar.
" Maaf, bapak siapa ya. Seperti kita belum saling kenal.
" Perkenalkan saya Albert Pratama, teman Samantha Smith.
Luna terkejut begitu Albert menyebutkan nama Samantha.
" Ada perlu apa ya pak... Luna berkata dengan nada tinggi. Saya tidak ada urusan dengan yang namanya Samantha. Silahkan bapak keluar dari rumah saya.
Ibu dan bapak pun ikut keluar mendengar bentakan Luna.
" Ada apa ini... siapa kamu. Jangan coba-coba ganggu anak saya ya... Bapak terlihat sangat marah.
" Sabar... sabar... saya hanya ingin bicara sebentar. Saya tidak bermaksud jahat. Sumpah... Albert melihat mereka satu per satu dengan memelas.
__ADS_1
" Cepat katakan apa mau mu, setelah itu pergi dari sini.
Albert menelan ludah nya dengan susah payah.
" Pertama-tama saya atas nama Samantha meminta maaf atas kekhilafan nya. Dan saya akan menanggung semua biaya rumah sakit dan biaya rawat jalan. Saya juga akan menjamin jika Samantha tidak akan berbuat kesalahan lagi.
" Jangan berbelit-belit tolong katanya tujuan anda ke sini. Kata Luna ketus.
Albert menghela nafas panjang...
" Tolong cabut laporan anda di kepolisian.
" Bukan saya yang lapor tapi Nikko. Kenapa anda tidak bicara langsung ke Nikko saja.
" Nikko tidak akan mendengar saya... dia hanya mau mendengar perkataan anda, Luna.
" Jika anda sudah selesai bicara, tolong segera tinggalkan rumah ini dan jangan pernah datang kembali...
" Baik lah, sekali lagi saya mohon maaf. Ini cek untuk kompensasi biaya rumah sakit dan jika kurang anda bisa hubungi saya ke nomor ini. Albert mengeluarkan selembar cek dan kartu nama.
" Ambil saja kembali, kami tidak butuh semua itu.
Tetapi Albert tetap meninggalkan selembar cek dan kartu nama nya.
Luna yang kesel merobek semua nya di depan mata Albert.
" Sekarang keluar dan jangan pernah kembali. Jika anda nekat datang kembali, saya akan melaporkan anda ke polisi.
Albert pun segera keluar dan masuk ke dalam mobil nya. Ia duduk diam di depan setir nya. Luna Halim... wanita yang cantik, sederhana dan memiliki martabat yang tinggi sangat berbeda dengan Sam. Pantas saja Nikko tergila-gila pada nya... aku pun bisa berbuat demikian. Nikko... kau sungguh beruntung, bro...Ia pun segera menjalankan mobil nya meninggalkan rumah Luna.
Nikko mendapat informasi dari anak buah nya bahwa Samantha ada di Thailand dan sudah berhasil di tangkap polisi. Nikko pun segera menghubungi Luna.
π Halo...
π Lun, bagaimana keadaan mu
π Aku baik, Nikko.
π Ada kabar gembira... Sam sudah di tangkap polisi di Thailand dan sekarang sedang di bawa ke Jakarta.
π Bagus lah.
π Seperti kamu tidak senang, ada apa.
π Tadi pagi Albert Pratama kemari, dia memberi aku selebar cek dan kartu nama nya dan meminta aku mencabut laporan tentang Samantha.
π Hah... Albert ikut-ikutan gila...Jika ia datang lagi ke rumah mu, telp aku.
π Aku sudah mengancamnya, jika ia masih berani datang ke rumah ku akan aku laporkan dia ke polisi.
π Bagus... bagaimana dengan cek dan kartu nama nya.
π Sudah aku sobek-sobek di depan mata nya.
π Good Girl... aku suka gaya mu Luna. Aku makin cinta dan ingin segera meminang mu, sayang.
π Nikko... kamu mulai lagi ya.
π Hahaha...
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊ