
Beberapa bulan kemudian, kandungan Luna sudah memasuki 18 minggu. Dokter sudah dapat memeriksa jenis kelamin bayi di dalam. kandungan Luna.
" Laki-laki " begitu dokter mengatakan, Niko bersorak sukacita, akhir nya ia akan memiliki seorang anak laki-laki yang akan menjadi penerus nya di kemudian hari.
Rissa semakin iri, ia sering melihat papi nya mengelus perut mama nya dengan lembut dan berbincang hangat dengan calon adik nya. Ia juga tau papi sangat menginginkan seorang anak laki-laki. Belum lahir saja sudah spesial begitu, apalagi sudah lahir... pasti papi dan mama nya tidak akan memperhatikan nya lagi. Mereka akan sangat adik baru nya, seperti kata Devina...orang tua nya lebih sayang dan perhatian pada adik lelaki nya dari pada dirinya. Ih... sebel...
Di hari Sabtu, Rissa sedang menonton sinetron siang bersama oma. Film tersebut menceritakan seorang kakak ipar yang tidak menyukai adik ipar nya yang sedang hamil, dia ingin mencelakai adik ipar nya. Dia menuang minyak di lantai dekat tangga agar adik iparnya terpeleset saat hendak turun tangga. Benar saja, adik ipar nya jatuh berguling-guling dan mengalami keguguran.
Rissa memperhatikan adegan tersebut dengan seksama. Apa aku harus melakukan hal yang sama dengan orang itu pikir nya. Apa itu tidak keterlaluan, bagaimana jika orang tua nya tau perbuatan nya. Tapi hati nya sudah diliputi dengan iri hati.
Menjelang sore, mama masih istirahat di kamar dan sebentar lagi akan turun mempersiapkan makan malam. Papi sedang keluar kota ada urusan bisnis dan Abel belajar di dalam kamar nya.
Ia mengendap memasuki dapur, sebagian pelayanan sedang mandi dan sebagian ada di taman belakang. Rissa menuang minyak sayur ke dalam mangkuk kecil dan di bawa nya ke atas.
Perlahan-lahan Rissa menuangkan minyak ke lantai dekat tangga. Yang biasa di lewati mama nya jika hendak turun. Lalu ia berlari bersembunyi di dalam kamar nya.
Tak lama kemudian Luna keluar kamar dan hendak turun ke dapur. Tiba-tiba ia terpeleset dan berguling-guling di tangga. Darah segar keluar dari tubuh Luna.
Abel yang mendengar jeritan mamanya segera keluar kamar dan melihat mama nya sudah berlumuran darah. Ia berteriak histeris.
Para pelayan dan keamanan berlarian melihat apa yang terjadi.
" Nyonya... nyonya...
" Tolong nyonya...
" Mama...
" Pak Yono... bawa nyonya ke rumah sakit.
" Telp tuan Nikko segera...
Suasana saat itu sangat panik, semua berteriak dan tak tau harus bagaimana.
📞 Halo...
📞 Halo tuan... nyonya tuan
📞 Ada apa Sus... ngomong yang bener
📞 Iya tuan... nyonya tuan... nyonya jatuh dari tangga. Darah nya banyak tuan... hiks... hiks...
📞 Apa... kenapa bisa begitu...
📞 Ng tau tuan...
__ADS_1
📞 Kalian tidak becus jaga nyonya... cepat bawa nyonya ke rumah sakit.
📞 Pak Yono sudah membawa nyonya ke rumah sakit, tuan.
📞 Ya sudah, saya segera pulang.
Nikko pun segera menghubungi papi nya. Meminta papi nya segera ke rumah sakit menemani Luna di sana sampai ia kembali.
Papi dengan keadaan panik segera ke rumah sakit.
" Dokter... bagaimana dengan Luna menantu saya.
" Suami nya mana ya pak. Kami perlu tanda tangan nya untuk segera melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim ibu Luna.
" Apa... kenapa musti di angkat, dok.
" Rahim ibu Luna robek pak, jika kami tidak segera mengangkat nya kami kuatir nyawa ibu Luna jadi taruhannya.
" Iya pak, sangat parah. Sementara kami akan menghentikan pendarahannya dahulu.
" Maaf Pak, bisa saya bertemu suami ibu Luna.
" Suami nya sedang perjalanan kemari dari luar kota. Sementara saya yang menjadi penanggung jawab Luna.
" Silahkan bapak ke administrasi untuk mengurus biaya dan menandatangani beberapa berkas operasi.
Di kamar nya Abel terus berdoa untuk keselamatan mama nya. Tuhan... tolong mama sekali lagi.
Sementara Rissa menangis sedih bercampur takut.
Nikko segera kembali ke Jakarta, Rio assisten nya yang akan menggantikan nya meeting besok. Tengah malam Nikko sampai di bandara Soetta dan segera menuju rumah sakit.
" Pi, gimana Luna...
" Nikko, kamu sudah sampai.
" Iya, pi... Luna di mana.
" Luna masih di ruang observasi, dia baru di operasi pengangkatan rahim.
" Apa... pengangkatan rahim... kok bisa pi.
" Rahim nya robek akibat dia jatuh dari tangga. Untuk menghindari pembusukan rahim dan menyelamatkan nyawanya, rahimnya harus di angkat. Sabar lah, Nikko... papi menepuk pundak Nikko.
" Ya.. Tuhan... apa salah hamba MU ini, sehingga istri dan anak hamba jadi korban. Tuhan maafkan lah hamba Mu... Nikko pun menangis. Papi pun ikut meneteskan air mata nya.
__ADS_1
" Istirahat lah, besok kita akan mengubur janin itu.
Pupus sudah harapan Nikko, ia tak akan bisa memiliki anak laki-laki.
Sekitar pukul 2 dini hari, Luna di bawa ke ruang rawat inap VVIP. Luna masih terlelap karena pengaruh obat. Nikko menciumi istrinya, air mata nya pun jatuh berderai.
Luna terbangun pada saat suster memeriksa kondisi nya.
" Ibu Luna sudah bangun...
" Sudah Sus.. apa yang terjadi pada saya Sus...
" Lebih baik ibu tanyakan pada dokter nanti.
" Kan suster juga tau secara global nya.
" Maaf.. kami takut salah bicara.
" Saya cuma ingin tau, apakah saya mengalami keguguran.
" Iya bu, ibu mengalami keguguran. Apa ada yang lain... tolong katakan Sus, saya tidak akan marah atau menyalahkan suster.
" Ibu kemarin mengalami pendarahan karena rahim ibu robek.
" Hah... rahim saya robek Sus.. terus bagaimana.
" Rahim ibu sudah di angkat oleh dokter semalam.
" Apa... jadi saya tidak akan bisa punya anak lagi? Air mata Luna mengalir deras.
" Maaf Bu, seharusnya saya tidak bicara hal itu pada ibu.
" Tak apa Sus, terima kasih karena suster telah jujur.
Suster pun segera berlalu.
Tak lama kemudian Nikko masuk dengan membawa makanan.
" Sayang... kamu sudah bangun. Kenapa kamu nangis.. apa masih sakit.
" Papi... maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga anak kita.
" Sudah lah sayang, kamu istirahat saja. Jangan banyak pikiran, kamu masih dalam pemulihan.
" Maaf... aku tidak bisa memberi mu keturunan. Rahim ku sudah di angkat. Cari lah wanita lain yang bisa mewujudkan impian mu. Luna menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
" Sayang, kamu bicara apa. Kamu adalah istri ku untuk selama nya. Tuhan telah memberi kita dua bidadari yang cantik, Rissa dan Abel. DIA ingin kita merawat dan menjaga mereka sepenuh nya. Jangan menangis lagi sayang... aku mencintai mu sepenuh hati ku.
🌹🌹🌹🌹🌹