
" Nikko...
" Mami... Luna... bagaimana dengan Rissa.
" Rissa sedang kritis, Nikko. Malam ini dokter akan melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi Rissa.
" Siapa yang menembak Rissa, mi?!
" Entahlah, kami belum dapat info tentang itu. Saat ini kami fokus pada kondisi Rissa. Papi mu sekarang di kantor polisi mencari info tentang si penembak gelap itu.
" Pi, kenapa Abel sampai ada di rumah sakit?
" Semalam Abel di culik oleh Robert, untung Ken-ken berhasil melacak keberadaan Abel dan kami sampai pada saat yang tepat, Robert ingin menikahi Abel sedangkan Abel dalam keadaan demam dan dehidrasi. Dokter sudah menanganinya dan Abel dalam kondisi baik. Tenang lah, kita sekarang fokus pada Rissa dulu.
" Iya, nanti malam dokter akan melakukan operasi nya untuk menyelamatkan bayi Rissa.
" Kita berdoa minta yang terbaik untuk musibah yang kita alami.
" Iya pi...
Malam hari nya Rissa di bawa ke ruang operasi, keluarga besar Hermawan tegang menunggu diluar.
" Aku tak habis pikir, Robert begitu tega menembak Rissa yang sedang mengandung anak nya.
" Cinta sudah membutakan nya, pi... Robert mencintai Abel dan ia merasa Rissa lah yang menyebabkan ia dan Abel berpisah.
" Tidak hanya Rissa dalang semua ini, mommy nya juga turut andil.
" Kita tidak bisa 100% menyalahkan nya, Rissa juga salah. Mungkin ini teguran dari Tuhan untuk Rissa. Kita hanya bisa berdoa agar Tuhan memberi kesempatan hidup kedua kepada Rissa.
" Ya... kita hanya bisa berserah pada Nya. Setelah ini selesai, kita harus berbagi berkat kepada yang kurang mampu, Nikko.
" Iya, pi. Nikko juga berpikir seperti itu.
30 menit kemudian, suster memanggil keluarga Hermawan untuk masuk melihat bayi Rissa yang baru lahir.
" Selamat Pak Nikko, cucu anda telah lahir dengan sehat dan sempurna. Seorang bayi laki-laki yang ganteng.
" Puji Tuhan...Terima kasih, dok. Boleh saya gendong.
" Silahkan pak...
" Lihat, bayi Rissa sangat tampan. Mau di kasih nama siapa, pi...
" Bagaimana jika kita kasih nama Christopher Hermawan.
" Nama yang bagus, kelak ia akan menjadi penerus Hermawan.
__ADS_1
Di ruang inap Abel, Abel terbangun dari tidur nya.
" Bel, kamu sudah bangun. Ayo, minum dulu. Ken-ken memberi air minum dan Abel pun meneguknya.
" Apa yang terjadi, Ken... dimana papi dan Robert.
" Rissa terkena tembakan Robert di bandara dan papi sedang mengurus Rissa di rumah sakit di Jakarta.
" Apa?! Kenapa Robert bisa menembak Rissa? Bagaimana kondisi Rissa dan kandungan nya saat ini?!
" Rissa kritis dan mungkin saat ini dokter sedang melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi nya.
" Ya Tuhan, kenapa bisa seperti ini. Ken, aku ingin melihat kondisi Rissa.
" Tidak saat ini, Bel. Kondisi mu juga belum stabil. Mungkin 2-3 hari lagi kita baru bisa meneguk Rissa dan bayi nya.
" Bagaimana jika kondisi Rissa semakin memburuk, bagaimana dengan anak nya nanti. Aku tak bisa berpikir lagi, kepalaku pusing... hiks... hiks... Rissa, bertahan lah untuk anak mu.
" Sudah lah jangan terlalu di pikirkan, kamu juga masih harus istirahat. Kita hanya bisa berdoa, meminta kesembuhan untuk Rissa. Aku akan meminta suster mengantar makanan untuk mu.
" Tidak usah, Ken... aku tidak lapar.
" Kamu harus makan, kamu harus segera sehat agar kita bisa segera menjenguk Rissa dan setidaknya mengurangi beban orang tua mu, mereka sangat kuatir pada mu tapi mereka juga tidak bisa meninggalkan Rissa.
" Baiklah, Ken.
" Ma...
" Sayang, bagaimana keadaan mu. Maaf, mama baru datang sekarang.
" Abel baik, ma. Mama tidak usah kuatir, bagaimana keadaan Rissa dan bayi nya.
" Rissa masih koma dan Baby Christ sangat sehat dan tampan, kamu harus melihat nya. Dia lucu dan menggemaskan.
" Iya ma, Abel ingin menjenguk Rissa. Apa Robert sudah tertangkap?
" Sudah, dia sekarang ada di kantor polisi.
" Syukurlah... setidaknya ia tidak akan mencelakai keluarga kita lagi.
" Iya sayang... mama membawakan kamu pakaian ganti dan beberapa keperluan lainnya.
" Makasih ma, maaf Abel merepotkan mama.
" Ng sayang... mama senang kamu sudah sehat. Terima kasih Ken, kamu sudah menjaga Abel.
" Sama-sama tante.
__ADS_1
" Kalian sarapan dulu ya, mama bawa makanan banyak.
Setelah sarapan, dokter yang menangani Abel pun datang berkunjung.
" Bagaimana keadaan anak saya sekarang, dok?!
" Sangat baik, bu. Pertahankan kondisi mu seperti ini ya, Abel.
" Terima kasih, dok...
" Banyak minum air putih dan buah, jangan lupa minum obat yang teratur. Nanti sore saya periksa sekali lagi dan besok kamu sudah boleh pulang.
" Terima kasih, dok. Abel sangat senang ia akan segera pulang dan bisa bertemu Rissa dan Baby Christ.
Sehari setelah keluar dari rumah sakit, Abel mengunjungi Rissa.
" Rissa, cepatlah sadar....Lihat Baby Christ membutuhkan mommy nya. Ya Tuhan, tolong Engkau jamah Rissa. Sembuhkan dia, kasihanilah Baby Christ yang sangat memerlukan Rissa di samping nya. Air mata Abel terus mengalir dan meminta belas kasihan Tuhan untuk kesembuhan Rissa.
Di ruangan VVIP tempat keluarga Hermawan berkumpul.
" Baby Christ, lusa sudah bisa di bawa pulang. Kita harus segera mencari baby sitter untuk nya.
" Iya, pi. Aku juga bisa ikut merawat Baby Christ di rumah.
" Jika dalam minggu ini Rissa belum sadar juga, lebih baik kita membawanya keluar negeri. Pengobatan di sana lebih lengkap dan canggih, siapa tau Rissa bisa segera sembuh. Frans memberi ide nya.
" Apa kita tidak kasian pada Baby Christ yang harus berjauhan dari mommy nya.
" Tapi Rissa di sini juga berjauhan dari anak nya, tidak mungkin kita sering-sering membawa Baby Christ ke sini.
" Bagaimana pendapat yang lain nya.
" Aku sih setuju-setuju aja, yang penting, Rissa bisa sembuh. Luna memberi pendapat nya.
" Abel juga setuju, siapa tau pengobatan di sana bisa membantu kesembuhan Rissa.
" Ya, mami juga setuju. Tapi siapa yang menjaga Rissa di sana. Luna harus menjaga Baby Christ di sini.
" Bagaimana kalau opa dan oma di tambah seorang suster pribadi yang memantau di sana. Aku dan mama akan menjaga Baby Christ di sini dan papi bisa tetap fokus dengan perusahaan.
" Iya...opa setuju sama kamu, Bel. Opa ada saran juga untuk kamu, segera lah resign dan bantu papi mu.
" Bener kata opa, Bel... pertimbangkan lah. Satu lagi, segera menikahlah dengan Ken-ken dan Baby Christ sementara bisa kalian asuh sehingga ia bisa merasakan kasih sayang orang tua yang lengkap sampai Rissa sadar.
" Mama setuju kata papi mu, sayang. Mungkin sudah waktu nya kamu membantu papi mu dan menikah.
" Baiklah ma... pi... Abel akan mempertimbangkannya.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀