Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Lamaran Abel


__ADS_3

Kediaman Hermawan disibukan dengan persiapan lamaran Abel. Kakek dan nenek juga sudah datang dari kampung.


Gaun yang indah sudah di antar ke rumah dari butik langganan Luna. Makanan juga sudah di pesan, rumah juga sudah di dekor dengan bagus.


" Apa semua sudah beres, Luna...


" Sudah semua bu.


" Bagaimana perasaan mu, Bel...


" Agak grogi sih, Kek.


" Hahaha...


" Dulu nenek sehari sebelum di lamar kakek sampai ng bisa tidur.


" Nenek grogi juga ya...


" Bukan grogi, tapi nenek di gigitin nyamuk sepanjang malam. Karena banyak saudara yang datang, maka nenek mengalah tidur di depan.


" Astaga... nenek. Kirain Abel nenek grogi.


" Hahaha... nenek mu mana pernah grogi, lah wong nenek yang ngejer kakek, nenek yang minta di lamar kakek.


" Hahaha.. jadi nenek yang agresif ya kek...


" Lah wong, kakek mu itu pediam dan banyak temen sebaya nenek yang suka sama kakek. Sebelum di ambil orang ya nenek berinisiatif ngomong ke ibu nya kakek minta di lamar. Untung nya ibu nya kakek memang suka sama nenek jadi ya mau aja melamar nenek.


" Hahaha... nenek hebat dong. Kakek sebenernya cinta ng sama nenek.


" Ya ng lah... kakek dulu takut sama nenek. Abis nenek suka nyariin kakek, ng di sawah ng di rumah ng di gereja. Ya nenek mu itu suka nempel-nempel sama kakek, sampai kakek malu sama yang lainnya. Tapi nenek mu tidak pernah malu.


" Hahaha... urat malu ibu sudah putus kali pak.. demi ya bu.


" Betul tuh Luna... demi mendapatkan bapak mu itu, ibu tahan malu. Hahaha...


" Hahaha...


Keesokan hari nya, MUA datang untuk merias Abel. Tak lama kemudian Pak Silas dan Ibu Maria datang atas undangan Luna.


" Pak Silas... Bu Maria.. Apa kabar.


" Puji Tuhan, kami baik Luna. Bagaimana kabar Rissa.


" Rissa, masih belum sadar juga Pak. Padahal sudah lebih dari 3 bulan. Kami berharap ada Mujizat kesembuhan untuk Rissa, kasian anak nya harus tumbuh tanpa orang tua kandung nya.


" Kita terus berdoa, Pak Nikko. Tuhan pasti mendengar doa kita.


" Amin, pak.


Rombongan Ken-ken sampai di kediaman Nikko.


" Siang om.. tante... ini saya membawa keluarga saya untuk melamar Abel.

__ADS_1


" Silahkan masuk!!!


" Terima kasih... perkenalkan ini daddy saya.. Edwin Tanuwijaya. Dan ini oma saya Erika Tanuwijaya. Kakak dan kakak ipar saya... Handoko dan Liliana.


" Selamat datang semua... ini istri saya sekaligus mama Abel... Luna Halim Hermawan. Dan ini ada Bapak pendeta dan istri. Bapak Silas Obaja dan Ibu Maria, mereka sudah seperti keluarga kami sendiri.


" Terima kasih atas sambutan nya yang hangat Pak Nikko.


" Sama-sama Pak Edwin.


Abel turun bersama kakek dan nenek nya. Abel sangat cantik, Ken-ken sampai tak mengedipkan mata nya.


" Itu Abel sudah turun bersama kakek dan nenek nya.


Tiba-tiba oma Miska datang dengan terburu-buru.


" Aduh, maaf. Aku terlambat.


" Tidak apa Bu kami juga baru mulai. Silahkan duduk bu...


" Cucu oma...kamu cantik sekali seperti bidadari turun dari kayangan.


" Miska... miska... tadi itu Abel turun dari lantai atas bukan dari kayangan. Hahaha... kamu sih datang nya telat.


" Hahaha... semua pun tertawa.


" Rika... itu kan istilah bukan yang sesungguhnya. Miska manyun ke Erika sahabat nya.


" Iya...iya...aku juga tau. Aku hanya bercanda... lagian kamu sih di telp tidak bisa. Emang kenapa lagi dengan hape mu. Ke buang lagi...


" Hahaha... Miska kamu itu ada ada aja. Kadang ke buang, kadang buat lempar kecoa, kadang ketinggalan di kafe...sekarang malah kamu cuci.


" Hahaha... yang lain pun ikut tertawa.


" Maklum lah udah tua, mana hidup sendiri. Ya, jadi begini.


" Makanya kamu nikah lagi yang ke 4 kali nya.


" Hush... masa aku saingan sama cucu ku. Hehehe...


" Hahaha...


" Oke... kita mulai sekarang ya.


" Ya kita mulai aja, sebelum mulai kita berdoa dulu ya. Pak Silas pun memimpin doa.


" Seperti yang kita ketahui, tujuan kedatangan saya dan keluarga untuk melamar Abel menjadi istri Kenzo Tanuwijaya. Dan saya harap keluarga Bapak Nikko bisa merestui Ken-ken dengan Abel untuk menikah.


" Saya dan keluarga besar Abel setuju dan merestui Abel dan Ken-ken menikah. Kapan kira-kira kalian akan menikah.


" Bagaimana 3 bulan lagi. Kebetulan saya juga ada rencana membuka usaha di Jakarta. Saya ingin Ken-ken yang mengelolah usaha yang di Jakarta karena Han-han sudah sibuk di Surabaya, apalagi Lili istri nya sedang mengandung.


" Saya setuju.

__ADS_1


Tiba-tiba hape Nikko berbunyi.


" Maaf, saya terima telp dulu.


" Silahkan Pak Nikko... soal rumah, daddy sudah menyuruh asisten daddy untuk mencarikan.


" Ken-ken sudah kredit rumah di daerah Tangerang sih, dad... 2 lantai dan cukup besar. Saat ini sedang direnovasi untuk kamar Baby Chris.


" Daddy bangga pada mu Ken, kamu sangat mandiri. Tapi usaha daddy yang di Jakarta harus kamu yang kelola, Abel pun bisa membantu di sana. Usaha mu bersama teman-teman mu bisa kamu serah kan kepada mereka yang kelola, kamu hanya mengawasi saja.


" Iya, daddy...


" Dan soal rumah, tetap daddy akan belikan untuk kalian. Anggap saja sebagai hadiah pernikahan kalian.


" Terima kasih, daddy.


Tak lama kemudian Nikko masuk kembali dengan wajah sumeringah.


" Ada apa pi...


" Rissa sudah sadar sayang...


" Puji Tuhan...


" Rissa sadar pi... kapan kita bisa ke sana.


" Mungkin besok malam kita bisa berangkat ke sana.


Abel dan mama berpelukan dan menangis haru, akhirnya Mujizat itu nyata. Apa yang mereka doakan selama ini di jawab Tuhan.


" Apa Baby Chris kita bawa?!


" Entah lah.


Suster membawa Baby Chris yang baru selesai makan.


" Sayang... mommy sudah sadar, nak. Abel pun segera mengendong Baby Chris dan menciumnya lembut.


" Ih.. lucu sekali. Abel, apa boleh aku gendong?! Lili sangat gemas melihat Baby Chris yang tembem dan lucu. Abel pun memberikan Baby Chris pada Lili, Lili dan Han-han mengajak baby Chris bermain.


" Cuaca di Inggris sedang dingin, lebih baik Baby Chris di sini menunggu Rissa pulang. Kakek memberi sarannya.


" Iya, Pak. Itu lebih baik. Besok malam saya dan Luna akan berangkat ke Inggris. Abel tetap di sini menjaga baby Chris.


" Baiklah pi, sampaikan salam Abel untuk Rissa. Abel sangat merindukannya begitu juga Baby Chris. Mudah-mudahan Rissa bisa segera pulang ke tanah air.


" Iya, sayang... begitu dokter sana sudah mengizinkan Rissa pulang, kami akan segera membawa nya pulang.


" Kakek dan nenek akan tetap di sini menemani Abel dan Baby Chris.


" Terima kasih kek... Terima kasih nek.


" Apa aku juga boleh menemani baby Chris di sini?!

__ADS_1


" Lili???


🎉🎉🎉🎉🎉


__ADS_2