
Di acara wisuda Abel di hadiri oleh kedua orang tua nya, Rissa juga kakek nenek nya yang sengaja datang dari kampung untuk merayakan kelulusan Abel.
Abel lulus dengan nilai cumlaude, seluruh keluarga bangga atas keberhasilan Abel. Mereka pun merayakan nya di sebuah restoran mewah. Oma dan opa pun turut hadir di acara itu.
" Selamat Abel... cucu opa yang cantik. Opa memeluk Abel dengan hangat. Apa kamu tidak mau membantu papi mu...
" Terima kasih opa...Bukan Abel menolak membantu papi, tapi lebih baik Abel belajar dulu di kantor lain. Jika sudah matang baru bisa bantu papi.
" Pemikiran kamu sangat hebat, opa suka.
" Selamat ya, Bel... ini ada hadiah dari kami.
" Terima kasih oma.
Di sela-sela obrolan mereka, opa membahas tentang Rissa.
" Rissa, berapa minggu kandungan mu.
" Enam minggu, opa.
" Opa sudah bertemu dengan Fransiskus Paul Sanjaya adik opa nya Robert. Ia seorang romo dan ia akan membantu mempertemukan kita dengan orang tua Robert. Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
" Kita berdoa agar pertemuan nanti menemukan titik terang nya.
" Jika tidak, kita harus segera memikirkan jalan lain. Dimana Rissa harus tinggal sampai ia melahirkan.
Semua diam, memikirkan pertanyaan Nikko.
" Bagaimana tinggal bersama kami di kampung. Itu juga jika Rissa tidak keberatan.
" Iya, di kampung udara nya sejuk baik untuk ibu hamil. Nanti jika waktunya akan melahirkan kita bisa membawa Rissa keluar negeri. Luna memberi masukan.
" Apa orang-orang kampung tidak akan menggunjing kan Rissa.
" Mungkin ada beberapa, tapi tidak akan besar karena mereka sungkan dengan bapak dan nak Nikko, yang sudah banyak membantu warga di sana. Nenek mendukung ide Rissa tinggal di rumahnya. Ia kasian pada Rissa lagi pula Rissa adalah cucu nya juga.
" Apa bapak dan ibu tidak repot Rissa tinggal di sana.
" Tidak... kami malah senang ada yang bisa kami ajak ngobrol. Lagi pula di sana ada Wati dan Ijah yang bisa membantu mengurus keperluan Rissa.
__ADS_1
" Rissa, bagaimana pendapat mu?
" Rissa tidak keberatan tinggal di kampung, bener kata mama... udara di sana sejuk dan Rissa bisa merasakan suasana baru hingga waktunya Rissa melahirkan. Rissa akan ke Singapura dan melahirkan di sana.
" Bagaimana semua setuju kan... opa menanyakan ke seluruh anggota keluarganya.
" Abel setuju... liburan lebaran Abel akan pulang kampung dan menemani Rissa di sana.
" Baik lah... jika semua setuju. Opa juga setuju jika liburan lebaran nanti kita main ke kampung. Menikmati pemandangan alam dan menghirup udara segar.
" Seperti nya Papi sudah bosan liburan di luar negeri... hahaha. Nikko meledek papi nya.
" Hahaha... semua ikut tertawa.
Abel sudah di angkat menjadi karyawan tetap, ia mengajak teman-teman makan shabu-shabu sepulang dari kantor.
Mereka semua ikut mobil Richard, kecuali Ken-ken, ia naik motor kesayangan nya. Richard adalah salah satu keponakan CEO tempat Abel bekerja. Richard yang tampan dan kaya memiliki sifat yang sedikit angkuh dan egois walaupun Richard dengan teman satu team nya lebih ramah. Ia jatuh hati pada Abel, tetapi Abel tidak menanggapi nya.
Jesi sifatnya lebih dewasa dan selalu menjadi menengah di antara teman-temannya. Ia sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah.
Kezia adalah si biang gosip walaupun hati nya baik dan Siska singel parent yang harus membesarkan anak semata wayang nya setalah di tinggal pergi suaminya selingkuh.
" Bel, kamu sudah punya pacar belum...
" Kenapa Rick, naksir Abel... Kezia mulai kepo.
" Kepo lo...
" Ih... siapa tau gw bisa bantu lo.
" Bantu apa... bantu gosip.
" Udah-udah, mau makan aja berantem dulu.
" Tuh.. mak Jesi udah marah, kalian sih berisik.
Mereka pun menyantap makanan nya dengan nikmat dan di selingi canda tawa. Abel membungkus seporsi nasi goreng seafood untuk anak Siska.
Keesokan pagi nya, Abel bertemu Ken-ken di depan kantor.
__ADS_1
" Pagi Abel..
" Hai, Ken... pagi juga.
" Kamu tinggal dimana, Bel..
" Aku kost di belakang Mal Market.
" Oh, ng jauh dong.
" Iya...
" Kamu naik ojek.
" Iya... aku tidak bawa kendaraan. Sebenarnya papi membeli kan Abel sebuah mobil Mini Cooper tapi Abel meninggalkan nya di rumah orang tua nya. Ia tidak mau terlalu mencolok di antara teman-temannya.
" Kalau kamu mau bisa ikut aku, Bel. Kost ku 500 meter dari Mal Market.
" Boleh, pas kita pulang bareng ya... abis kamu suka lembur sih.
" Hehehe... di banding bete di kost sendirian, mending lembur. Lumayan dapat tambahan untuk bayar kost.
" Hehehe... bener juga.
Rissa sudah berhasil mengikuti sidang skripsi, walaupun ada beberapa hal yang harus di revisi nya.
Rissa dengan semangat merevisi beberapa skripsi nya, ia ingin menyelesaikan semua nya sebelum perut buncit nya terlihat orang lain.
Pertemuan antara keluarga Sanjaya dan keluarga Hermawan sempat berlangsung tegang. Mommy Robert tetap meragukan janin yang ada di dalam kandungan Rissa. Walau akhirnya di sepakati Robert akan menikahi Rissa di catatan sipil saja. Tanpa ada pesta dan setelah Rissa melahirkan, mereka akan bercerai.
Keluarga Sanjaya akan menafkahi Rissa dan jabang bayi nya sampai Rissa menikah lagi. Setidak-tidaknya anak yang di dalam kandungan Rissa punya ayah. Itu sudah cukup bagi Rissa, ia sudah melupakan cinta nya pada Robert.
Setelah ia selesai dengan urusan kampus, ia akan segera ke kampung tempat kakek nenek Abel tinggal. Ia tidak mungkin menghadiri acara wisuda nya, karena pada saat itu kandungan nya sudah enam bulan. Orang-orang pasti akan menggunjing nya.
Memasuki bulan Ramadhan, Rissa berangkat ke kampung di temani mama. Mama akan menemani Rissa sampai papi dan yang lain menjemput mama pulang. Rissa di perkirakan melahirkan di bulan Desember. Mama dan oma yang akan menemani nya melahirkan di Singapura.
Rissa sangat bersyukur, seluruh keluarga mau memaafkan kesalahannya dan mau menerima kehadiran anak nya. Mereka juga yang menemani nya di masa keterpurukan nya. Ia berjanji akan menjadi ibu yang baik untuk anaknya dan membuat bangga papi nya.
Sudah cukup bagi nya untuk bermain-main, sekarang sudah waktu nya berjuang demi masa depan dan buah hati nya
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀