Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Berangkat ke Swiss


__ADS_3

Sebelum mama dan papi berangkat ke Swiss, mereka meninggalkan beberapa nasehat.


" Rissa, kamu rawat Chris baik-baik. Ia akan menjadi penerus Hermawan kelak, jika ada permasalah bisnis minta tolong pada Ken-ken dan Abel.


" Iya pi. Papi tenang aja.


" Oh ya, besok ada seorang pelamar bagian PM namanya Alexander Gunawan, kamu yang wawancarai dia. Dia lulusan S2 di Belanda. Dia jago di arsitek, orangnya juga supel dan tampan. Papi sudah bertemu dia di acara pernikahan Desta, dia salah anak asuh nya papa nya Desta.


" Ok pi...


" Kalau Chris tiba-tiba panas, langsung kasih obat penurun panas dan langsung bawa ke dokter.


" Iya ma.


" Jika kamu ada urusan minta Abel menjaga Chris.


" Iya ma... Tuh, Abel dan Ken-ken sudah sampai.


" Sarapan lah dulu...


" Kami sudah sarapan ma.


" Surti, tolong buatkan teh hangat 2. !


" Baik non...


" Ken, papi titip kedua putri dan cucu papi ke kamu. Tolong, kamu jaga mereka dengan baik.


" Iya pi... papi ng usah kuatir.


" Dan Rissa kan belum begitu pakar di dunia bisnis, bantu lah ia jika mendapat kesulitan.


" Iya pi.


" Abel dan Rissa, kalian itu saudara jadi kalian harus saling support satu dengan yang lain. Jika ada pertengkaran kecil itu biasa dan jangan di ambil hati, jangan sampai masalah kecil jadi masalah besar. Saling memaafkan dan saling mengasihi.


" Iya ma...


" Bel, mama yakin suatu saat kamu pasti punya momongan. Tapi jangan kamu lupakan Chris, dia butuh kalian untuk membimbing nya menjadi anak yang baik.


" Iya ma... Abel akan selalu menyayangi Chris.


" Rissa, jika suatu hari nanti kamu menikah lagi. Tetap sayangi Chris, jangan sampai Chris menjadi anak broken home.


" Iya ma...


" Dan jika Robert sudah keluar dan ingin bertemu dengan Chris, pertemukan lah. Robert adalah ayah kandung Chris, dia juga berhak menyayangi anak nya.


" Pasti ma... Rissa tak akan menghalangi Robert maupun keluarga untuk bertemu Chris.


" Syukur lah. Mama lega...


" Mama... kayak mau pergi lama aja.


" Itu nasehat orang tua untuk kalian, mungkin saat ini belum berguna tapi suatu saat pasti ada guna nya.

__ADS_1


" Iya pi...


" Papi yakin kalian akan hidup bahagia dan rukun. Dan Chris akan tumbuh menjadi seorang pintar dan takut akan Tuhan.


" Amin... pi.


Selesai sarapan mereka pun mengantar Luna dan Nikko ke bandara.


" Happy holiday...


Mereka pun saling berpelukan satu dengan yang lain.


" Hati-hati ya ma.. pi.


" Ya sayang, kalian juga jaga diri.


Abel dan Rissa ke kantor papi sedang kan Ken-ken ke kantor daddy nya.


" Bel... aku kok agak sedih ya. Apa mungkin karena mama dan papi lama pergi nya.


" Aku juga sedih sih, sudah lama kita tidak di tinggal pergi orang tua kita jadi agak berat ya.


Sementara di dalam pesawat Nikko menggenggam erat tangan Luna.


" Malu pi, nanti di liat orang. Kita ini udah tua, udah punya cucu.


" Emang kalau sudah punya cucu ng boleh mesra. Yang lebih tua dari kita aja, banyak yang lebih mesra dari kita. Contoh nya bu Miska dan Mr. Kim.


" Hahaha... itu sih, bu Miska yang mepet Mr. Kim terus, Mr. Kim aja sudah risih cuma ng enak ati aja mau marah. Mungkin karena ada kita di sana.


" Hahaha... iya juga sih. Padahal udah pikun tapi kok masih ganjen ya. Yang lebih heran lagi, kalau sama cowok kok ng pernah lupa padahal uang aja suka di buang, di kira kertas. Orang kok pikun bisa milih-milih.


" Iya, bu Rika juga ng kayak mami yang hobi shopping padahal dia lebih kaya dari mami. Mungkin karena mami orang kaya baru ya.


" Hehehe... mami mu itu pelampiasan karena waktu kecil nya, makan aja susah. Jadi sekali punya uang lapar mata, apa aja pengen di beli. Di pakai juga jarang, mending uang nya di beri kan pada orang yang kurang mampu dan membutuhkan.


" Kalau kamu lapar apa?!


" Kalau aku lapar kasih sayang kamu aja deh...


" Hehehe... tapi di minta mesra dikit sama suami nya, pakai acara malu.


" Ya jangan di tempat umum lah.


" Terus di mana?! Nikko pura-pura bego.


" Di kamar aja.


" Wah, bakal ada ade buat Abel dan Rissa dong... apa ade buat Chris ya... hehehe...


" Hush... sembarangan. Laki-laki ya kalau udah ngomong kasih sayang lari ke sana aja.


" Tapi boleh ya, udah lama. Kepingin banget.. please. Pakai banget loh sayang.


" Papi... jangan saru. Malu sama Chris.

__ADS_1


" Kan Chris ng liat, sayang. Lagian kan ini acara honeymoon kita. Boleh dong... dikit aja.


" Astaga.... dikit gimana.


" Ya, towel-towel dikit lah.


" Ih...


" Hehehe..Muka mu merah seperti udang rebus. Ternyata masih malu aja kalau di goda suami nya.


" Hahaha... sudah lah aku mau tidur aja. Ngomong sama kamu tambah lama tambah edan.


" Tapi suka kan.... Nikko menaik turun kan alis nya.


" Ya kalau ng suka ng sampai sekarang.


" Sayang...aku mau kita bisa seumur hidup bersama.


" Iya, aku juga...


" I love you, sayang.


" I love you too.


Keesokan hari hari Rissa sedang disibukan dengan setumpuk file yang harus ia tanda tangani.


Mona sekertaris Rissa mengetuk pintu ruangan Rissa.


" Permisi Bu Rissa, ada Pak Alexander... katanya sudah janjian dengan Pak Nikko untuk wawancara kerja hari ini.


" Oh ya, suruh masuk.


" Permisi bu.


" Silahkan duduk, Pak. Maaf Pak Nikko sedang tidak di tempat jadi saya yang menggantikan nya.


" Tidak masalah bu.


" Oke Pak Alexander Gunawan. Anda adalah lulusan terbaik dari Universitas di Belanda. Sudah pengalaman kerja di mana saja, pak.


" Saya sudah 7 tahun bekerja di beberapa perusahaan properti yang cukup ternama di Belanda. Saya bekerja sambil kuliah di sana.


....


" Oke, Pak Alex... selamat bergabung di perusahaan kami. Bapak Nikko sangat mengagumi anda.


" Terima kasih bu, salam untuk Pak Nikko.


" Iya Pak, nanti saya sampaikan. Silahkan bapak ke bagian HRD untuk tanda tangan kontrak.


Rissa mengantar Alex sampai meja Mona.


" Mona, kamu antar Pak Alex ke HRD bertemu dengan Pak Yudha.


" Baik bu... mari ikut saya Pak.

__ADS_1


" Terima kasih... saya permisi dulu bu Rissa.


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2