
Seminggu setelah keberangkatan mama dan papi ke Swiss, Abel menerima telp dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern yang mengatakan bahwa orang tua nya mengalami kecelakaan pada saat bermain ski di sebuah pengunungan es di Swiss. Secara tiba-tiba es runtuh nya menimbun beberapa orang yang berada di sana, termasuk orang tua nya. Seketika itu juga Abel pingsan.
Ken-ken yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Abel terkulai di lantai.
" Bel... bel... kamu kenapa?! Ken-ken segera mengangkat tubuh Abel ke tempat tidur dan mengolesi minyak angin pada hidung Abel.
" Ma... papi...
" Kenapa sayang... mama dan papi masih di Swiss.
Abel mulai sadar kembali dan menangis sedih. Ken-ken tambah bingung di buat nya.
" Kamu kenapa, ngomong dong.
" Tadi aku menerima telp dari dubes yang di Bern, katanya mama dan papi kecelakaan di sana.
" Apa???
Ken-ken mencoba menghubungi dubes RI di Bern untuk mengkonfirmasi berita itu. Dan hasil nya benar, orang tua nya menjadi korban reruntuhan es di pengunungan di sana.
Tenang lah, sayang. Kita cari tiket ke sana.
Ken-ken menghubungi assisten nya untuk mencarikan mereka tiket ke Swiss.
" Kita hubungi Rissa sekarang.
" Jangan, lebih baik kita ke sana dan menyampaikan langsung pada nya.
" Baiklah, kamu ganti baju kita berangkat.
Sesampainya mereka di rumah Nikko, di sana ada opa Frans dan oma Amelia.
" Abel kamu kenapa?! Frans terkejut melihat Abel datang sambil menangis.
" Opa... Abel langsung memeluk opa Frans.
" Ada apa sayang... katanya pada opa.
" Mama dan papi mengalami kecelakaan di Swiss.
" Apa? Kamu dapat info dari mana. Oma Amelia yang sedang membaca majalah pun langsung berdiri.
" Kedubes RI di sana yang menelpon Abel, opa... hiks.. hiks.. Abel takut opa.
" Jangan asal percaya, Bel. Siapa tau orang itu hanya penipu.
" Itu benar oma, Ken-ken sudah mengecek nya ke sana.
" Terus bagaimana keadaan mereka.
" Kemungkinan mereka... meninggal.
__ADS_1
" Apa? Oma pun langsung pingsan.
" Siapa yang meninggal, Ken?! Oma kenapa. Tiba-tiba Rissa datang menghampiri mereka.
" Rissa... hiks... hiks... Abel memeluk erat Rissa.
" Kenapa Bel... siapa yang meninggal?!
Opa dan Ken-ken sibuk membangunkan oma Amelia yang pingsan.
" Mama dan papi, Rissa...
" Apa... ng mungkin. Mereka kan masih di Swiss, kamu mau ngerjain aku ya... tapi ini ng lucu sama sekali, Bel. Sudah... sudah... hentikan lelucon nya, liat oma sama syok. Kalian memang keterlaluan, becanda kok yang ng-ng aja.
" Hiks... hiks... kami ng becanda. Aku juga mau nya ini cuma mimpi.
Oma pun sadar...
" Nikko... Nikko... mana Nikko?! Tidak mungkin Nikko meninggal... hiks... hiks... Nikko kenapa kamu meninggal duluan... harus nya mami mu dulu. Nikko jangan tinggalkan mami. Hiks.. hiks...
" Kita segera mencari tiket ke Swiss.
" Ken-ken sudah menyuruh asisten Ken-ken mencari nya, opa. Siapa aja yang mau berangkat.
" Mami mau ikut.
" Aku juga ikut...
" Kita tidak bisa pergi semua, perusahaan juga butuh kita. Kita bagi tugas aja.
" Betul opa, percuma juga kalau kita berangkat semua.
" Iya... Rissa dan Abel tinggal di sini.
" Apa??? jawab mereka serempak.
" Rissa... ada Chris dan perusahaan yang butuh kamu. Dan Abel kamu bantu Rissa. Kalian harus kompak, apapun yang terjadi pada orang tua kalian .
" Tapi opa, Abel pengen lihat mama dan papi.
" Rissa juga.
" Abel... Rissa... seandainya bener orang tua kalian meninggal, kalian juga tidak bisa berbuat apa-apa di sana. Tenaga kalian lebih dibutuhkan di sini.
" Benar kata opa mu, kalian lebih baik di sini. Chris masih kecil, lagi pula kalian harus memberitahu kakek dan nenek kalian.
" Iya oma... hiks... hiks.. Abel dan Rissa berpelukan.
" Rissa... kita sudah tidak ada orang tua lagi hiks... hiks... pantesan mama dan papi sebelum berangkat memberi kita nasehat yang banyak.
" Hiks.. hiks.. aku masih tidak percaya, Bel.
__ADS_1
Ken-ken sudah mendapat tiket untuk mereka bertiga.
" Oke opa, besok pagi kita naik jet pribadi daddy. Daddy akan menemani kita, daddy banyak dokter dan konsulat di sana.
" Bagus... hari sudah malam, lebih baik kita pulang istirahat dan mempersiapkan diri untuk penerbangan besok pagi. Rissa dan Abel, kalian harus tabah... opa menelan ludah nya, perasaan nya juga hancur hanya ia berusaha tegar. Opa memeluk kedua cucu nya.
" Hiks... hiks... opa... kenapa begitu cepat mama dan papi meninggalkan kita.
" Rumah mama dan papi kalian di surga sudah siap dihuni, makanya mereka ke sana. Kita harus siap sedia mana kalau Bapa memanggil kita pulang. Kalian harus rukun dan mendukung satu dengan yang lain. Itu kan pesan-pesan orang tua kalian.
" Iya opa...
" Opa dan oma pulang dulu. Oma sambil menangis memeluk kedua cucu nya.
" Oke, kita juga harus pulang Bel. Rissa kamu juga harus istirahat. Opa, besok Ken-ken jemput opa dan oma di rumah opa.
" Baiklah Ken, makasih.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan yang sedih.
" Sudah lah sayang, kamu tidur sekarang. Jangan nangis terus. Besok oma Rika akan menemani kalian. Apa kamu sudah menghubungi kakek.
" Belum... besok pagi aja. Biar malam ini kakek dan nenek tidur nyenyak, mereka adalah orang tua nya pasti lebih hancur dari kami.
" Iya... Relakan semua nya, ini sudah takdir hidup mereka. Ken-ken memeluk istri nya. Aku tau perasaan mu, tapi semua terus berjalan dan kalian harus bangkit bisa mengikhlaskan nya.
" Iya...
Dengan hati yang sedih akhirnya Abel tertidur juga.
Di sebuah taman yang indah ia melihat papi dan mama duduk di sana.
" Papi... mama... kalian masih hidup?!
" Bel.. duduk lah. Abel pun duduk di samping orang tua nya.
" Seperti kata mama dan papi sebelum berangkat ke Swiss, kamu dan Rissa harus kuat dan saling menopang, kalian harus saling membantu dan saling menyayangi satu dengan yang lain. Jaga dan rawat Chris dengan sebaik-baiknya. Kami sangat menyayangi kalian, jaga diri baik-baik. Kami pergi dulu.
Mereka pun bergandengan tangan pergi meninggalkan Abel yang masih duduk di sana dan hanya bisa memandangi kepergian orang tua nya.
" Abel sayang... bangun.
" Oh... Abel terkejut dan langsung terduduk. Dimana ini?
" Sayang, ini di rumah. Kamu masih di kamar.
" Ya... aku di kamar, berarti tadi aku bermimpi bertemu mama dan papi.
" Oh... apa kata nya?!
" Mereka meminta aku dan Rissa saling menjaga satu dengan yang lain dan mereka sudah berpamitan pada ku. Hiks... hiks... papi... mama selamat jalan. Kami juga sangat mencintai kalian.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁