
Pagi itu Luna bangun untuk membantu anak-anak bersiap ke sekolah.
* Aduh.... Luna kembali terduduk di tempat tidur nya.
" Kenapa sayang... kamu sakit. Nikko segera bangkit dari tidur nya.
" Kepala ku pusing.
" Istirahat lah.
" Aku ingin membantu anak-anak bersiap.
" Kan ada suster dan mbak Ririn yang membantu mereka. Nikko memberi Luna segelas air putih.
Setelah meminum nya Luna pun kembali berbaring. Hari ini badan nya terasa tidak enak, mungkin masuk angin pikir nya.
Nikko segera mandi dan bersiap ke kantor. Di lihatnya Luna agak pucat.
" Sayang, lebih baik kita ke dokter. Wajah mu agak pucat.
" Tidak usah, mungkin aku masuk angin. Aku akan istirahat sebentar.
" Baik lah... tapi jika sampai siang, sakit nya tidak reda juga. Kamu harus ke dokter.
" Iya...
" Aku berangkat dulu sayang... Nikko mencium bibir Luna.
" Hati-hati ya pi...
" Iya sayang, istirahat lah.
Nikko segera turun menuju meja makan. Di sana kedua anak nya sedang sarapan.
" Mama mana pi... kok ng turun.
" Iya, biasa nya bantuin kita bersiap ke sekolah.
" Mama sedang tidak enak badan...
" Mama sakit...
" Mungkin mama masuk angin.
" Abel mau liat mama...
" Rissa juga...
Kedua nya berlari menuju kamar orang tua nya.
" Mama...
" Iya sayang... Luna berusaha bangun dari tidur nya.
" Mama sakit...
" Mama hanya masuk angin sayang... bentar lagi juga sehat.
" Mama sudah minum obat?
" Belum, nanti setelah mama sarapan, mama akan minum obat nya...
Abel memeluk mamanya, dia kuatir kondisi sang mama.
__ADS_1
" Sudah, kalian berangkat sekolah sekarang... nanti telat.
" Kami berangkat ma...
Mereka pun mencium pipi Luna.
" Iya, Hati-hati sayang.
Nikko membawa anak-anak berangkat sekolah yang tak jauh dari rumah nya. Mereka sudah duduk di kelas 2, mereka anak yang pintar dan sering kali mewakili sekolah mengikuti lomba.
Pelayan masuk ke kamar Luna mengantar sarapan untuk nya. Perut Luna sangat mual mencium bau aroma makanan yang di antar.
" Huek... huek... Luna hanya memuntahkan banyak cairan, karena perut nya belum di isi apa-apa.
" Nyonya... apa perlu saya telp tuan.
" Tidak usah, mbak... tolong kamu ambil kan obat masuk angin untuk saya.
" Baik nyonya.
Luna meminum obat yang di berikan pelayan pada nya, setelah itu ia pun tertidur. Ia bener-bener tidak nafsu makan di tambah perut nya mual dan kepala nya yang pusing.
Setelah meeting bersama para kontraktor, Nikko meminta Pak Is mengantar nya pulang.
" Nyonya di mana... tanya pada pelayan yang sedang membersihkan pajangan di etalase.
" Masih di kamar tuan...
" Nyonya tidak makan.
" Dari pagi nyonya tidak makan apa-apa, tuan...
Nikko pun segera berlari masuk ke kamar. Di lihat nya Luna sedang tertidur.
" Sayang... kamu masih sakit.
" Apa ini sudah sore...
" Belum, ini masih siang.
" Kok papi sudah pulang.
" Aku ingin melihat kondisi mu. Segera ganti baju, kita ke dokter.
Sesampainya mereka di sebuah rumah sakit terbesar, mereka segera masuk ke ruang praktek dokter.
" Dok, istri saya sakit kepala dari tadi pagi.
Dokter pun segera memeriksa tekanan darah Luna.
" Tekanan darah ibu rendah, itu salah satu penyebab sakit kepala dan pusing. Apa ada keluhan lain.
" Saya juga mual, dok... dan tidak nafsu makan.
" Kapan itu terakhir datang bulan?
" Bulan lalu, dok.
" Jadi bulan ini ibu telat ya..
" Iya dok...
" Saya sarankan ibu segera periksa ke dokter kandungan.
__ADS_1
" Apa istri saya hamil dok.
" Kalau mendengar keluhan ibu seperti ibu sedang hamil. Untuk lebih jelas nya lebih baik ibu dan bapak konsultasi dengan dokter kandungan.
" Baik dok, terima kasih.
Mereka pun keluar meninggalkan ruang praktek dokter tersebut dan menuju dokter spesialis kandungan.
Di dalam ruangan dokter kandungan, Luna segera di periksa. Dokter memberi gel di atas perut Luna dan di tekannya sebuah alat yang terhubung ke sebuah monitor.
" Selamat ibu... ibu positif hamil. Di perkiraan kan sudah 7 minggu.
Nikko pun sangat senang mendengar kabar tersebut. Setalah dua tahun dia menanti kehadiran buah hatinya bersama Luna. Dokter memberi Luna vitamin dan penguat rahim.
Setelah diluar, Nikko dengan hati-hati menuntun Luna berjalan.
" Apa kamu capek, sayang...
" Tidak...
" Apa kamu mau makan sesuatu. Dari pagi kamu belum makan, sayang.
" Baik lah... kita mampir ke kopi shop itu sebelum pulang.
Luna memesan coklat hangat dan cheese cake. Dalam sekejab Luna sudah menghabiskan dua potong cheese cake nya.
" Kamu doyan apa lapar...
" Cheese cake nya enak, pi...
Nikko pun memesan beberapa cheese cake untuk di bawa pulang.
Sampai di rumah, anak-anak sudah pulang sekolah di jemput pak Yono.
" Mama, sakit apa... Abel segera menghampiri mama nya.
" Mama ng sakit sayang...
" Terus kenapa mama ke dokter.
" Sebentar lagi kalian akan punya adik...
" Bener ma... Abel akan punya adik... Hore... Abel sangat senang mendengar nya.
Tidak dengan Rissa yang hanya terdiam mendengar kata "adik"
Rissa tidak ingin punya adik, cukup ada Abel yang menemani nya. Tidak usah banyak-banyak, nanti kasih sayang orang tua nya akan terbagi.
Malam hari nya, Nikko mengumpulkan semua pelayanan, suster, supir, satpam. dan semua yang bekerja di dalam rumah nya.
" Hari ini saya sangat bahagia, setelah dua tahun menunggu akhir nya nyonya hamil juga.
" Alhamdulillah... ucap mereka
" Dan wujud dari rasa syukur saya... saya akan memberi kan bonus 2 bulan gaji kepada kalian semua...
" Terima kasih tuan... terima kasih.
" Dan saya minta kalian ikut membantu menjaga nyonya, terutama para pelayan.
" Baik tuan...
Luna memberi kabar gembira ini kepada ayah dan ibu nya di kampung, mereka sangat bersyukur atas kehamilan Luna.
__ADS_1
Papi ikut bahagia, sebentar lagi ia akan mendapat cucu baru. Dan ia sangat berharap sang cucu berjenis kelamin laki-laki yang bisa menjadi penerus Nikko kelak. Ia pun memberi selamat kepada anak mantu nya dan berpesan agar Nikko menjaga Luna dengan baik.
Berbeda dengan mami... bukan mami tidak suka cucu baru tapi ia tidak mau cucu nya lahir dari rahim seorang perempuan kampung seperti Luna. Ia masih tidak merestui Nikko menikah dengan Luna, tapi ia tidak bisa berbuat banyak. Suami dan anaknya akan marah jika ia kasar pada Luna.