
Setelah mendapat izin dari kedua orang tua Abel, Ken-ken membawa Abel ke rumah ayah nya untuk menghadiri pernikahan kakaknya. Kebetulan minggu ini long weekend.
Dari bandara mereka naik taksi menuju kediaman Edwin Tanuwijaya. Sebenarnya Kak Han-han ingin menjemput adiknya tetapi Ken-ken tidak ingin merepotkan sang kakak yang sibuk dengan pernikahan nya.
" Rumah siapa Ken... Abel kaget ketika taksi berhenti di depan rumah yang sangat megah.
" Rumah daddy aku... masuk yuk.
Satpam dan para pelayan yang sedang di depan kaget melihat kedatangan tuan muda nya.
" Selamat datang tuan muda... selamat datang nona... sapa mereka.
" Bisma, tolong bawa koper nya ke dalam.
" Baik tuan.
" Apa daddy ada di dalam.
" Ada tuan, tuan Handoko juga ada.
Tak lama kemudian tampak seorang pelayanan tua menyambut mereka.
" Tuan muda Ken-ken... ia langsung memeluk tuan muda yang di besarkan nya.
" Mbok... apa kabar. Ken-ken membalas memeluk si mbok nya.
" Baik, tuan. Tuan kemana saja, kenapa tidak pulang-pulang. Air mata si mbok mulai mengalir, bahagia melihat majikan muda nya telah kembali.
" Jangan nangis mbok... yang penting sekarang saya sudah pulang. Abel hanya diam terpaku melihat semua nya. Dia tidak menyangka jika Ken-ken adalah putra dari seorang yang kaya raya, rumahnya lebih besar 3x lipat dari rumah papi nya.
" Kenalin mbok, ini Abel...
" Selamat datang non Abel, maaf kan embok tadi mbok melepas kangen dengan tuan muda Ken-ken yang sudah tidak pulang hampir tiga tahun ini.
" Iya mbok tidak apa.
" Ayo, masuk...
" Ken.. kamu sudah sampai. Kenapa tidak minta jemput supir. Han-han yang keluar ingin melihat keramaian di depan pintu rumah nya.
" Tidak apa kak... kami naik taksi tadi.
" Ayo, masuk. Kita sarapan.
Mereka pun masuk ke dalam dan daddy terkejut melihat putra bungsu nya sudah sampai, walaupun ia tau Ken-ken akan pulang.
" Ken.... kamu sudah pulang, nak.
" Daddy... maafin Ken-ken tidak memberi kabar selama ini. Mereka pun berpelukan, air mata Edwin menetes bahagia menyambut kepulangan putra nya.
" Daddy yang seharusnya minta maaf. Daddy sudah mengusir kamu tanpa mendengarkan penjelasan mu dulu. Daddy sudah dibutakan oleh wanita iblis itu. Maafkan daddy...
__ADS_1
" Sudah lah daddy... yang penting daddy sudah tau cerita sebenarnya. Oh ya, kenalin temen Ken-ken dad... namanya Abel.
" Abel, om.
" Edwin... selamat datang di rumah saya. Mereka pun berjabat tangan.
" Saya Han-han, kakak nya Ken-ken.
" Abel, kak...
" Kita sarapan dulu...
Selesai sarapan, Ken-ken mengajak Abel keliling rumah daddy nya.
" Ken, aku tidak pernah tau jika daddy mu adalah satu salah konglomerat di Indonesia.
" Maaf.. bukan nya aku sengaja merahasiakan identitas ku pada mu tapi memang keadaan yang membuat ku seperti itu. Lebih dari 2 tahun yang lalu, istri muda daddy memfitnah aku dan sayang nya daddy percaya pada nya. Sehingga aku diusir dari rumah ini tanpa membawa apa-apa. Untuk bertahan hidup, aku bekerja apa saja yang penting halal dan menyembunyikan identitas asli ku supaya mereka mau menerima ku bekerja.
" Sekarang ibu tiri mu dimana.
" Sudah diusir daddy karena ketahuan selingkuh.
" Oh... apa kamu akan segera resign setelah ini.
" Tidak saat ini...aku sedang merintis usaha dengan beberapa teman kuliah ku dulu. Kami sedang mengembangkan sebuah aplikasi besar, mudah-mudahan bisa menjadi salah satu unicorn di Indonesia. Apa kamu mau mendukung ku.
" Aku akan selalu mendukung mu.
Malam hari nya ada pesta bujang Han-han yang di adakan di sebuah hotel mewah. Abel tampil dengan menawan, untung mama menyiapkan beberapa gaun untuk nya dan ia sudah belajar merias diri dari Jesi dan Siska.
Tamu undangan begitu banyak, keluarga dan kerabat serta kolega dan rekan bisnis dari Edwin Tanuwijaya.
" Ken...
" Oma... oma apa kabar.
" Kamu kemana aja, Ken. Oma kuatir tentang diri mu.
" Ken-ken baik-baik saja, oma jangan kuatir. Ken-ken memeluk oma yang menangis haru melihat diri nya.
" Oma perkenalkan... ini Abel calon istri Ken-ken.
" Oma...
" Cantik sekali kamu, sayang. Ken, kamu pinter cari calon istri...oma memeluk Abel hangat. Kapan kalian akan menikah.
Abel agak kaget mendengar pertanyaan oma Ken-ken. Ken-ken menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Mungkin setahun dua tahun ke depan oma... Ken-ken sedang merintis usaha dengan temen-temen Ken-ken.
" Loh, memang daddy mu tidak mau membantu mu. Nanti oma marahi dia... oma kesal dengan anak nya.
__ADS_1
" Bukan gitu oma, Ken-ken mau mandiri.
" Oh, bagus lah. Tapi lebih baik kalian tunangan dulu akhir tahun ini. Biar ng di ambil orang, Ken... bisik oma.
Ken-ken tertawa.
" Nanti kita pikirkan oma, sekarang kita fokus dengan kak Han-han dulu.
" Rita... kamu di sini rupanya. Aku cariin kamu dari tadi. Tiba-tiba seorang teman oma datang menghampiri mereka.
" Maaf Miska... aku baru ketemu cucu ku yang sudah lama pergi.
" Oh... ini cucu mu. Ganteng ya... dan ini istri nya?
" Calon istrinya. .. ini temen oma yang baru pindah dari Australia.
" Ken-ken, oma.. ini Abel calon istri saya.
" Oma..
" Wah, calon istri mu cantik ya. Kapan nyusul Han-han...
" Belum oma... kami masih merintis usaha.
" Hebat ya, masih muda sudah merintis usaha sendiri. Rita, kamu harus bangga punya cucu seperti Ken-ken.
" Iya dong... aku bangga sekali pada nya.
" Di tambah calon istri nya yang cantik, aku suka sekali pada mu... Abel. Oma Miska tak henti-henti nya memeluk Abel. Abel pun sedang di peluk oleh nya, seperti sosok oma yang di rindukan Abel.
" Apa kamu sudah bertemu anak mu, Miska.
" Belum... doakan saja biar aku segera bertemu dengan nya dan dia mau memaafkan aku.
Keesokan malam nya pesta pernikahan diadakan sangat mewah, setelah tadi pagi acara pemberkatan nikah yang tampak begitu hikmat.
Boy band dan girl band di undang oleh pihak keluarga Edwin. Banyak undangan yang sibuk mengabadikan momen bersama artis-artis Korea. Abel hanya tersenyum melihat kehebohan ibu-ibu dan para gadis yang berebut minta foto bersama.
" Kamu ng ikutan...
" Kan aku sudah ada opa Indonesia... hehehe...
Ken-ken tersenyum senang dirayu Abel.
" I love you, honey...
" I love you too.
Mereka berdua tersenyum bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1