
Pagi itu Ken-ken, Edwin, Frans dan Amelia berangkat ke Swiss. Oma Rika menemani Abel dan Rissa di rumah Nikko.
" Bel, kamu sudah telp kakek nenek mu.
" Belum oma... Abel bingung ngomong nya hiks... hiks... takut mereka tidak bisa menerima kejadian ini.
" Kamu harus memberitahu mereka, cepat atau lambat mereka harus tau. Berita duka ini membuat kita semua syok, tapi umur manusia tak ada yang tau. Kita hanya bisa berserah dan menjalani nya.
" Iya oma...
" Oma Miska juga sudah oma beritahu, mungkin 1-2 hari ini ia akan kemari.
" Makasih oma.
Abel mengambil hape nya dan menghubungi kakek nya.
📞 Halo Bel...
📞 Kakek... hiks... hiks..
📞 Ada apa Abel, kenapa kamu menangis... ceritakan pada kakek.
📞 Kek... mama dan papi meninggal... hiks... hiks...
📞 Apa...??? Kenapa bisa begitu... bukannya mama dan papi mu sedang di luar negeri?!
📞 Iya kek... mama dan papi kecelakaan waktu main ski, salju nya tiba-tiba runtuh dan mereka menjadi korban nya.
📞 Ya.. Tuhan... Kakek terdiam sejenak.
📞 Kek... kakek masih dengerin Abel kan...
📞 Iya... kakek mencoba tabah dengan cobaan ini. Sekarang dimana jenazah nya?!
📞 Masih di Swiss, kek... Ken-ken, daddy, opa dan oma sudah ke sana pagi ini. Mereka yang akan mengurus pemulangan jenazah mama dan papi... hiks... hiks...
📞 Iya... iya.. kakek dan nenek akan segera ke sana.
📞 Iya kek, hati-hati.
📞 Iya sayang...
" Kamu terima telp dari siapa, kok sayang-sayang... Kamu tidak lagi selingkuh kan pak?!
Kakek yang masih syok mendengar berita yang di sampai kan Abel hanya diam, walaupun nenek terus mengoceh tak jelas. Mana akhir-akhir ini istri nya sensitif, tidak boleh ia mengobrol dengan wanita mana aja. Nenek pasti cemburu dan marah-marah... seperti wanita yang sedang dapat... hihihi... nenek kan sudah menopause.
" Pak... kamu di tanya malah diam aja. Memang kamu abis terima telp siapa?! Karena kakek terus aja diam, dengan kesel nenek merebut hape kakek dan mengecek nomor siapa yang barusan masuk.
" Abel? Kenapa Abel nelpon kamu... kok Abel ng telp aku ya... aku juga kangen sama Abel. Kapan Luna dan Nikko pulang?! Aku pengen ke sana, pak.
Pak... kenapa kamu diam aja.
" Bu, siap-siap kita ke Jakarta sekarang. Bapak mau panggil Kadir siapin mobil... kakek bangun dengan gontai. Hati nya sangat sedih, anak dan mantu nya meninggal karena kecelakaan. Ia bingung harus bilang apa pada istri nya.
" Loh... kok mendadak pak. Besok-besok aja pak... hari ini aku ada janji arisan dengan ibu-ibu RT sini.
" Jangan membatah bu, siapkan pakaian untuk seminggu di sana.
__ADS_1
Nenek bingung dengan tingkah suami nya tapi tetap membereskan keperluan mereka ke Jakarta selama seminggu.
Setelah semua beres, mereka pun berangkat ke Jakarta. Selama perjalanan kakek hanya diam, nenek agak aneh melihat tingkah kakek yang tak biasa nya. Mungkin dia kesel aku sering mengomel beberapa hari ini pikir nenek.
Suasana duka sangat terasa di rumah Nikko, Pak Silas dan Bu Maria serta beberapa jemaat datang ke sana.
" Kami turut berduka cita Abel dan Rissa, kalian harus kuat.
" Makasih om...
" Abel... Rissa...yang sabar ya nak... hiks... hiks... Bu Maria memeluk Abel dan Rissa bergantian.
" Makasih ya tante... hiks.. hiks...
" Kalian harus ikhlas... Tuhan sudah menentukan umur kita masing-masing. Kita harus siap kapan pun Tuhan memanggil kita.
" Kapan jenazah akan sampai ke tanah air.
" Kami belum tau, om. Ken-ken belum memberi kabar.
" Ya kita tunggu aja. Jika butuh bantuan kami siap membantu.
" Makasih om.
Sore hari nya kakek dan nenek sampai di rumah Nikko.
" Kakek... hiks.. hiks...
" Yang sabar sayang... kita harus ikhlas dan tabah.
" Iya kek.
Abel, Rissa dan oma Rika melihat nenek dengan bingung kemudian beralih ke kakek.
" Duduk lah bu... bapak belum cerita pada mu.
" Cerita apa??? Ada apa??? Bukan berita duka kan.
Setelah nenek duduk, kakek memegang tangan nenek lembut.
" Bu, kamu harus tabah dan ikhlas...
" Ada apa pak... katakan... nenek terlihat panik.
" Luna dan Nikko kecelakaan di Swiss..
" Apa... terus bagaimana keadaan mereka sekarang. Mereka selamat kan... Abel... Rissa... katakan mereka tidak apa-apa kan.
" Hiks... hiks... Abel dan Rissa hanya bisa menangis.
" Kenapa kalian malah menangis.... katakan... katakan yang sebenarnya... hiks... hiks... Luna tidak meninggal kan?! Hiks... hiks...
" Bu... sabar... sabar... kamu harus kuat. Luna dan Nikko sudah tenang di sana.
Seketika itu nenek pun pingsan.
" Nek...
__ADS_1
" Bu...
" Ambil minyak angin, Bel...
Beberapa saat kemudian, nenek sadar.
" Hiks... hiks... Luna... Luna... kenapa kamu meninggalkan ibu, nak...
" Hiks... hiks.. kita harus ikhlas nek...
Tak lama kemudian, Ken-ken menghubungi Abel.
📞 Halo Ken... bagaimana?
📞 Sayang, kamu harus tabah. Jenazah mama dan papi akan segera di pulangkan ke tanah air.
📞 Hiks... hiks... kapan.
📞 Mungkin dalam. beberapa hari ini. Aku sudah menyuruh asisten ku menyewa rumah duka yang dekat-dekat rumah.
📞 Iya... Ken. Jenazah akan di kebumikan di mana.
📞 Kata opa Frans di TPU tempat papa mu di kuburan, jadi bila kita mau ziarah tidak jauh dan pisah-pisah.
📞 Ya, itu bagus juga.
📞 Apa nenek dan kakek sudah di beritahu?!
📞 Sudah... mereka baru sampai.
📞 Ya sudah kalian istirahat, jangan nangis terus. Jaga kesehatan kalian juga terutama kakek dan nenek.
📞 Iya... bagaimana keadaan opa dan oma di sana.
📞 Opa terlihat lebih kuat dari oma. Oma sudah beberapa kali pingsan.
📞 Hati oma pasti hancur seperti nenek... Hiks... hiks... harus melihat anak nya di kubur.
📞 Ya sudah kalian jangan lupa makan dan istirahat. Aku mau bertemu dengan Duta Besar RI yang di sini dulu. Bye... sayang. I love you...
📞 Ya sayang... love you too.
" Bagaimana Bel... apa kata Ken-ken.
" Jenazah mama dan papi akan segera di pulang kan, assisten Ken-ken sudah mengurus rumah duka.
Rissa memeluk Abel.
" Bel... kita sudah tidak punya orang tua lagi hiks... hiks... kamu tetap mau menjadi saudara ku kan...
" Tentu Rissa... pesan mama dan papi kita harus selalu saling mendukung satu dengan yang lain... hiks.. hiks.. jangan lupakan itu.
" Ya... kalian akan tetap bersaudara sampai selama nya. Apalagi orang tua kalian sudah tidak ada, kalian harus lebih saling mendukung.
" Iya kek...
" Kalian masih ada kakek dan nenek juga opa dan oma. Di tambah oma Rika dan oma Miska yang akan selalu siap membantu kalian.
__ADS_1
" Iya kek...
🏅🏅🏅🏅🏅