
Pagi itu jam 6 pagi anak-anak sudah berkumpul. Mereka menaiki bis masing-masing yang telah di sedia kan pihak sekolah. Abel dan mama nya sedangkan Rissa dengan pengasuh baru nya.
Sebelum bis jalan, Mister Paul memimpin mereka berdoa. Anak-anak bersukacita. Apalagi di adakan acara tebak lagu dan bagi yang dapat menjawab akan di beri hadiah botol minum. Anak-anak pun berebutan menjawab. Abel berhasil mendapat 1 karena tiap anak hanya boleh menjawab 1 pertanyaan. Rissa tidak mau ikut berpartisipasi walaupun Abel sudah memberi nya semangat.
" Aku banyak botol minum di rumah, nanti aku bagi kamu ya Bel.
Abel hanya menganggukkan kepalanya.
Sesampainya mereka di taman Safari mereka berkeliling melihat berbagai macam binatang. Ada kijang, gajah, harimau, singa, Jepara dan masih banyak lain.
Abel hendak buang air kecil, mama menemaninya. Rissa dan pengasuhnya asyik melihat gajah.
Abel dan Luna harus mengantri di toilet yang ramai oleh pengunjung lain.
Sementara Rissa yang di awasi oleh pengasuhnya terjatuh. Kakinya lecet dan berdarah, Rissa marah dan menangis kencang. Miss Diana mencoba menenangkannya malah kena pukul Rissa.
Luna dan Abel yang baru datang dari toilet pun segera menghampiri keributan itu.
* Ada apa ini... Luna bertanya pada salah satu wali murid.
" Rissa jatuh terus ngamuk, sampai mukul Miss Diana.
Luna pun segera menghampiri Rissa.
" Rissa... Rissa kenapa.
" Kaki Rissa sakit, berdarah gara-gara suster tidak jaga Rissa dengan benar.
" Lah, kan Suster sudah ngomong jangan lari, Rissa masih lari ya jatuh.
" Pokoknya salah suster. Rissa memukul pengasuhnya dan pengasuhnya pun segera menghindari Rissa.
" Sudah, Rissa sama tante Luna aja. Miss, ada obat. Biar saya yang mengobati Rissa.
Miss Diana pun memberikan be****n pada Luna.
Luna segera membersihkan luka Rissa dan memberinya obat.
" Pedih tante...
Luna pun meniup luka Rissa.
" Masih pedih?
Rissa menggelengkan kepala nya.
" Sekarang Rissa minum dulu...Luna memberikan Rissa minum dari botol minum yang di berikan oleh pengasuh Rissa.
" Kita istirahat di bangku sana yuk...
Miss Diana menghampiri mereka dan memberi beberapa kotak makan siang. Mereka pun makan di sana. Rissa tidak mau makan, Luna pun membujuknya untuk makan.
" Rissa kalau tidak makan nanti tidak kuat jalan. Kan kita masih mau keliling lihat binatang.
" Tapi Risa ng doyan sayur, tante.
" Sayur itu banyak vitamin biar badan kita sehat dan tidak mudah sakit. Tante, suapin ya...
Rissa pun mengangguk dan memakan habis semua makannya.
" Wah, hebat Rissa. Kita bisa jalan-jalan lagi dong. Apa kaki kamu masih sakit.
" Ng tante.
" Mama, Abel makan snack boleh.
" Boleh, bagi Rissa ya.
__ADS_1
Mereka pun saling berbagi makanan yang di bawa nya. Luna menggandeng Abel dan Rissa berkeliling sedangkan pengasuh Rissa mengikuti mereka dari belakang.
Menjelang sore mereka pun berkumpul menuju bis. Nikko mendekati mereka.
" Papi...
" Gimana acara nya.
" Papi, tadi Rissa jatuh dan kaki Rissa berdarah. Tapi sudah di obati tante Luna.
Nikko segera melihat luka putrinya.
" Kok, bisa jatuh.
" Suster ng jaga Rissa.
" Kan suster sudah ngomong jangan lari-lari.
" Rissa jangan suka menyalahkan orang lain, Papi ng suka.
Rissa pun cemberut.
" Rissa, mau pulang bareng papi... Miss Diana menghampiri mereka.
" Apa boleh Rissa pulang bareng saya.
" Boleh pak.
" Sekalian Abel dan mamanya ikut saya, Miss.
" Ng usah, pak. Saya dan Abel. ikut bis aja.
" Abel ikut mobil papi ku aja.
" Iya, Abel ikut mobil om aja biar Rissa ada temen nya.
" Ayo lah, ikut saya. Biar Rissa ng rewel.
" Ya sudah kita ikut mobil papi nya Rissa.
" Asyik.... kedua anak itu bersorak gembira.
Setengah jam perjalanan akhir nya kedua krucil pun tertidur.
" Sudah tidur? Nikko melihat bangku belakang, kedua anak yang terlelap di samping suster yang menemani mereka.
" Mungkin capek bermain di sana tadi siang.
" Kamu juga kalau capek, tidur aja. Nanti kalau sudah sampai, saya akan bangunkan kamu.
Luna pun memejamkan mata nya, tak butuh lama untuk terlelap tidur. Nikko yang memperhatikan nya tersenyum. Secantik bidadari apalagi tertidur pulas seperti itu, kamu sangat menggemaskan Luna... Nikko diam-diam mengambil foto Luna yang sedang tertidur. Nikko pun memerintahkan supir mencari resto seafood.
" Pak Us, nanti kalau sudah sampai bangunin saya.
" Baik, tuan.
Nikko pun ikut tertidur.
30 menit kemudian mobil berhenti di sebuah resto seafood.
" Tuan, maaf kita sudah sampai.
Nikko pun segera terbangun, dia melihat sekeliling nya. Yang lain masih tertidur nyenyak, ia pun membangunkan Luna.
" Luna... bangun. Kita makan dulu.
Luna masih setengah sadar, bingung dia berada dimana.
__ADS_1
" Luna, kita makan dulu baru saya antar kamu pulang.
Luna pun mengangguk dan kesadarannya sudah pulih. Ia pun segera membangunkan anaknya.
" Bel, bangun sayang.
" Mama...
" Iya sayang, kita makan dulu ya.
Rissa pun ikut terbangun mendengar suara ribut.
" Apa sudah sampai?
" Belum, kita makan dulu. Nikko menggendong Rissa turun.
Mereka pun berjalan. masuk resto.
" Kamu mau makan apa.
" Terserah bapak aja.
" Jangan panggil saya bapak. Panggil Nikko aja.
Luna hanya tersenyum. Nikko pun segera memesan beberapa menu.
" Rissa dan Abel mau minum apa.
" Rissa mau oren jus, pi.
" Abel juga oren jus, om.
" Oren jus 4, teh hangat 4.
Pelayanan pun segera meninggalkan mereka.
" Di sana ada ayunan, Rissa sama Abel main di sana boleh, pi.
" Boleh...
" Ayo, Bel. Kita ke sana. Luna menemani kedua anak itu, Nikko pun menyusul mereka. Mereka becanda dan tertawa seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Tak lama kemudian makanan pun datang dan mereka segera kembali ke meja nya.
Udang bakar, cumi goreng tepung, ikan tim, kepiting asam manis, kangkung belacan.
" Wah... enak sekali. Abel yang jarang makan menu seperti itu pun sangat bahagia.
" Ayo duduk, kita makan.
Luna dan Abel berdoa sebelum makan, Nikko hanya terdiam melihat mereka. Luna segera mengambil makanan ke piring Rissa dan Abel. Rissa tampak enggan menyantap makanan nya.
" Rissa, kenapa tidak makan.
" Rissa tadi udah makan cemilan banyak, tante.
" Makan sedikit biar tidak sakit.
Rissa pun menurut ia memakan apa yang di beri kan Luna pada nya. Nikko senang Rissa menurut pada Luna.
" Nanti papi beli kan es krim di depan tapi kalian makan nya harus habis.
" Oke... mereka menjawab serempak.
Seperti janji nya setelah selesai makan ia membeli es krim yang ada di samping kasir. Ia pun memberi Luna sekap es krim. Dan mereka pun kembali ke mobil yang membawa nya pulang.
🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1