
Beberapa hari. menjelang Natal Luna membuat beberapa macam kue kering. Abel ikut membantu mama nya. Ini Natal pertama tanpa sang ayah. Sedih... tapi ia sudah berjanji pada papa nya ia tak kan menangis lagi. Jika ia bersedih maka mama juga akan bersedih. Ia sangat menyayangi dan mencintai mama dan tidak ingin membuat mama nya bersedih dan menangis.
Sehari menjelang natal, Luna libur kerja. Kemarin sore Bu Lena memberi nya beberapa toples kue kering,seloyang lapis legit dan buah-buahan. Bapak dan ibu pun datang untuk merayakan Natal bersama.
Luna dan ibu membuat lontong, ayam opor, sambal ati ampela, semur kentang, tahu, tempe dan telor. Harum masakannya tercium sampai di luar.
" Jangan lupa kerupuk udang nya di goreng, mbak.
" Iya, bu.
" Malam ini kita makan enak, kek. Kakek sedang menemani Abel bermain di teras rumah.
" iya, perut kakek sudah keroncongan ni...
" Hahaha... kakek ng sabaran.
Luna mempersiapkan beberapa rantang dan mengisi nya dengan makanan yang baru selesai ia masak.
Ia akan membagi nya kepada Siska yang seorang muslim. Setiap malam Natal Luna akan mengantar makanan kepada Siska dan beberapa tetangga terdekat nya, begitu juga sebaliknya. Sekarang di tambah satu rantang untuk mbak Dewi.
Selepas ibadah Natal, mereka kembali berziarah ke makam Hengky.
" Selamat Natal... papa. Abel kangen papa. Hari ini Abel datang bersama kakek dan nenek. Mereka menahan air mata haru nya. Mereka tau Abel kecil masih membutuhkan kehadiran papa nya tetapi Abel sangat tegar menghadapi itu.
Hari terus berjalan tak serasa sudah memasuki tahun yang baru. Kakek dan nenek Abel pun telah pulang ke kampung nya, mama bekerja seperti biasa. Dan sebentar lagi sekolah akan di mulai.
Hari menjelang sore, sebuah mobil berhenti di halaman rumah nya.
" Rissa...
" Abel... aku kangen kamu.
" Aku juga kangen kamu... kapan kamu pulang.
" Tadi pagi, yuk ke mobil. Aku bawa oleh-oleh banyak buat kamu.
" Banyak sekali Rissa. Pak Us pun membantu membawa nya ke dalam rumah.
" Mama belum pulang, Bel...
" Belum om, mungkin sebentar lagi.
" Kita jemput di tempat kerja nya aja, pi. Sekalian Rissa pingin beli roti coklat di sana.
" Ayo...
Mereka masuk ke mobil dan menuju toko roti Bu Lena.
__ADS_1
" Mama...
" Loh, kamu sama siapa ke sini.
" Sama Rissa dan papi nya. Itu lagi beli roti.
Keluar dari toko roti, Nikko mengajak Luna dan Abel makan malam. Luna menolak nya dengan halus, Nikko pun mengantar mereka pulang.
" Kenapa tante...
" Lain kali ya Rissa, tante lagi capek.
Hari pertama semester kedua, Luna mengantar Abel ke sekolah. Beberapa ibu-ibu kasak kusuk dan sinis memandang Luna.
Sepulang Luna kerja, Abel mendekati mama nya.
" Mama.. kata Dealova, mama dan papi nya Rissa pacaran.
" Hah... Luna sangat terkejut dengan informasi Abel.
Luna pun memeluk Abel dan berkata...
" Mama dan papi Rissa tidak pacaran sayang... jadi kamu tidak usah dengerin perkataan ng bener seperti itu ya...
" Iya ma...
Miss Diana hanya bisa menggelengkan kepala melihat ibu-ibu berkumpul dan bergosip.
" Miss Diana, apa bener mama Abel dan papi nya Rissa pacaran? Cindy mama Dealova sengaja mencegat Miss Diana masuk kelas.
" Aduh bu, saya ng tau...
" Masa Miss ng tau?
" Bu...saya tidak mengurusi orang pacaran.
" Pasti Luna yang dekati papi Rissa. Papi Rissa kan kaya. Lagian Luna udah gatel, pengen ada yang belai. Kan udah lama juga di tinggal mati laki nya.
" Hahaha... jablay dong. Semua pun tertawa terbahak-bahak.
" Maaf ya ibu-ibu, itu bukan urusan saya. Sekali pun mereka pacaran itu hak mereka, mereka sama-sama singel. Sudah ya bu... saya masuk dulu. Miss Diana sangat jengkel kelakuan mereka.
" Wah, jangan bawa laki kita ke sini. Nanti di deketin Luna, bisa berabe kita.... Karen mama Cedric ikut berkomentar.
Pagi ini seusai mengantar Abel. ke kelas nya, Luna melihat mereka bergosip tentang dirinya dan ia pun terpancing emosi.
" Maaf ya ibu-ibu, saya dan papi Rissa tidak ada hubungan apa-apa. Dan saya pun tidak jablay seperti yang kalian gosip kan.
__ADS_1
" Alah sok suci...padahal diam-diam suka pergi berduaan alasannya di antar ke kantor padahal mampir ke hotel....hahaha mereka pun tertawa.
" Maklum udah kepingin ada yang masukin... hahaha... mereka tertawa kembali.
" Apa ibu punya buktinya...
" Untuk apa bukti, sudah lah Luna kita tau sama tau aja...
" Berati ibu memfitnah saya, itu dosa bu. Dan saya juga bisa lapor polisi tentang pencemaran nama baik.
" Emang kamu masih punya nama baik?
Luna segera keluar naik ojek.
Bisa gila aku lama-lama di sana.
Mobil Nikko memasuki halaman sekolah, ia melihat Luna keluar dengan kesal. Ia tau pasti ibu-ibu di sana sedang bergosip tentang nya. Kalau hanya bergosip soal dirinya dan Luna pacaran dia tidak masalah tetapi ini sudah mencoreng nama baik Luna, ia harus bertindak.
Setelah mengantar Rissa ke kelas nya, Nikko menghampiri ibu-ibu itu.
" Apa yang kalian gosip kan. Mereka semua terdiam, aura kepimpinan Nikko sangat terasa. Membuat segan orang sekitar nya.
" Kok diam... Nikko melihat mereka satu per satu dengan tajam.
" Ini terakhir kali nya saya mendengar kalian memfitnah Luna, jika tidak para suami kalian akan kehilangan pekerjaan nya dan kalian akan hidup di hotel prodeo dalam waktu yang cukup lama.
" Kalian paham...
" Paham pak... mereka menjawab serempak.
" Maaf Pak, kami tidak bermaksud seperti itu.
" Minta maaf lah pada Luna bukan pada saya.
Nikko pun segera meninggalkan mereka. Miss Diana yang melihat dari jauh tersenyum senang. Mudah-mudahan mereka semua kapok dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Keesokan nya Cindy mendekati Luna, Luna sudah menghadapi Cindy.
" Luna, maaf kan saya ya... seketika Luna terdiam, apa dia ng salah dengar.
Beberapa ibu-ibu pun mendekati Luna juga.
" Iya.. Luna. Maaf kan kami. Kamu mau kan maaf kan kami.
" I.. iya.. bu... Sama-sama.
Puji Tuhan akhirnya mereka sadar juga... batin nya lega.
__ADS_1
💌💌💌💌💌