
" Hai... Bebe ku yang cantik...
" Hai.. Be.... Baru datang...
" Iya.. Be. Tadi aku harus menemani daddy bertemu kliennya. Dady meminta ku belajar tentang bisnis yang di jalani nya. Setelah wisuda aku akan segera menggantikan beliau.
" Bagus lah, Be... setidak nya pas nanti kamu terjun, kamu sudah ada bekal nya.
" Iya Be... Yuk, kita ke kelas.
Abel dan Robert pun berjalan menuju kelas nya. Mereka adalah pasangan yang serasi dan romantis sehingga sering kali membuat banyak orang iri pada mereka, tidak terkecuali Rissa.
Robert Sanjaya dan Arabelle Purnama telah berhubungan lebih dari 2 tahun. Mama dan papi nya sudah merestui hubungan mereka, begitu juga daddy nya Robert hanya sang mommy keberatan karena Abel bukan lah berasal dari kalangan atas, dia hanya seorang anak tiri dari Nikko Hermawan.
Daddy Robert adalah seorang pengusaha retail ternama, Robert memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang kakak perempuan. Kedua nya sudah berkeluarga.
Abel dan Robert satu jurusan di Teknik Informatika semester akhir sedangkan Rissa mengambil jurusan Bisnis Manajemen, karena ia yang akan menerus kan usaha papi. Mereka satu kampus, sebuah kampus ternama di ibu kota.
Rissa juga memiliki kekasih, Sergio Wibisono. Gio bukan lah anak yang baik, kuliah nya saja berantakan hingga di DO oleh pihak kampus. Gio berasal dari keluarga broken home, dia menyukai bidang otomotif, kerjaan nya mengotak atik motor kesayangannya dan hampir tiap malam ia ikut balapan liar hingga sering kali terkena razia polisi. Rissa lah yang menebus Gio di kantor polisi.
Sebenarnya Rissa tidak mencintai nya hanya karena Abel sudah mempunyai pacar maka ia pun harus memiliki pacar.
" Rissa, apa kamu bareng kami...
" Tidak usah, Bel... aku sedang menunggu kang Jajang menjemput.
" Gio tidak menjemput mu, Rissa.
" Tidak, Rob...
" Ya sudah, kami duluan ya Rissa...
" Ya... jawab nya pelan.
Huh... enak aja si Abel mau ngajak aku ikut bersama nya, apa dia ingin memamerkan kemesraan nya dengan Robert. Dia menganggap aku nyamuk apa... Dasar Abel... gerutu Rissa dalam hati.
Abel dan Robert memasuki sebuah mal, mereka akan menonton di sana.
" Be... nonton ini aja.
" Ng ah... serem.
" Kan ada aku, Be... kamu bisa peluk aku.
" Dasar... nyari-nyari kesempatan.
" Hahaha... mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
" Kalau mommy lihat, bisa kejang-kejang dia...
" Jangan begitu lah Be.. Gitu-gitu dia yang telah melahirkan aku...
" Iya.. iya... maaf. Cuma aku sebel sama mommy mu itu, terlalu picik memandang martabat orang lain. Seperti oma ku saja, walaupun sekarang udah mendingan.
" Maaf kan mommy ku Be... biar lah waktu yang akan merubah nya.
" Kalau Mommy mu ng berubah juga gimana Be... apa kita harus putus.
" Hush... jangan ngomong sembarangan. Aku yakin kok, mommy ku akan berubah.
" Amin... Mudah-mudahan Be...
" Kita jadi nonton ng nih...
" Jadi lah... tapi aku mau film aksi aja...
" Horor aja Be...
" Ng Ah... kamu aja sendiri yang nonton film horor aku film yang lain.
" Ya sudah kita nonton film pilihan kamu...
Beberapa hari kemudian Robert baru pulang dari rumah Abel, ia melajukan mobil menebus keheningan malam. Jam di tangan nya menunjukan pukul 10 malam tapi jalanan tampak sudah sepi, mungkin karena hujan deras habis menguyur kota Jakarta sehingga membuat orang malas keluar rumah.
Dari kejauhan di lihat nya segerombolan anak yang hendak balapan liar dan di sisi lain di lihat nya sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Sang pria dengan kasar menampar dan menarik rambut sang wanita. Robert melihat mobil yang terparkir tak jauh dari sana adalah mobil Rissa. Robert pun menghentikan laju mobil nya.
" Jangan ikut campur kamu Robert...
" Lepaskan Rissa atau aku akan menghubungi polisi.
" Apa mau mu, Robert... jangan sok jadi pahlawan untuk Rissa. Kau urusi saja Abel, pacar mu.
Robert pun adu jotos dengan Gio, teman-teman Gio ingin membantu Gio. Tiba-tiba suara sirine polisi datang, mereka pun bubar menyelamatkan masing-masing.
Polisi mengamankan Robert, Gio dan Rissa juga beberapa teman Gio yang berhasil di kejar polisi.
Di kantor polisi Robert menjelaskan permasalahan nya, ia dan Rissa pun di bebaskan. Sedangkan Gio dan teman-teman nya menginap di hotel prodeo.
Robert membawa Rissa ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka yang di alami Rissa.
" Bagaimana keadaan mu Rissa.
" Sudah lebih baik, Robert. Terima kasih kamu telah menyelamatkan aku.
" Sama-sama. Aku akan mengantar mu pulang.
__ADS_1
" Jangan... hari ini aku sudah izin ke papi menginap di rumah teman untuk mengerjakan tugas. Papi akan marah jika tau aku berbohong, apalagi dengan muka bonyok seperti ini.
" Jadi kamu mau ke mana sekarang.
" Entah lah... aku masih shock. Hiks... hiks... Rissa pun menangis. Robert yang iba melihat Rissa pun memeluk nya untuk memberi ketenangan.
" Bagaimana malam ini kamu tidur di apartemen ku saja.
" Baik lah...
Mereka pun menuju apartemen Robert.
" Robert... boleh kah aku tinggal sementara di sini? Sampai luka dan lebam ku sembuh. Aku takut papi ku akan marah dan menghukum ku.
" Terserah kamu mau tinggal berapa lama di sini. Apartemen ini jarang aku gunakan.
" Kau juga jangan memberitahu Abel, jika aku ada di sini.
" Baik lah...
Sekarang kamu beristirahat lah, aku akan pulang ke rumah orang tua ku.
" Terima kasih banyak, Robert.
Beruntung sekali Abel mendapat Robert, dia seorang lelaki yang baik hati. Robert juga ganteng dan berpendidikan, keluarga nya dari kalangan yang terpandang. Andai nya aku bisa bersama Robert... ah....
Keesokan pagi nya, Robert datang ke apartemen. Robert membawa kan sarapan dan beberapa cemilan untuk Rissa.
Rissa menyambut Robert dengan gembira. Ia hanya mengenakan kemeja Robert yang di ambil di dalam lemari. Kancing nya sengaja di buka sampai terlihat p*****a nya yang montok dan paha nya yang putih mulus.
" Maaf, aku mengenakan kemeja mu tanpa izin terlebih dahulu.
" Tidak masalah, pakai lah. Ini aku membawa kan mu sarapan dan beberapa cemilan untuk kau makan.
" Terima kasih, Robert.
" Apa kau sudah mengoleskan salep di wajah mu.
" Belum... apa kau mau membantu ku.
" Baik lah.
Robert pun mengoleskan salep di wajah Rissa. Wajah mereka begitu dekat, hanya berjarak beberapa senti saja. Hembusan nafas Robert terasa di wajah Rissa. Jantung Rissa berdetak kencang. Apa aku jatuh cinta pada Robert? Apa aku harus merebut Robert dari Abel...
" Biru nya sudah mulai memudar, kalau kamu rajin mengolesi lebam mu mungkin besok sudah sembuh.
" Terima kasih, kau sangat membantu ku.
__ADS_1
" Aku akan berangkat ke kampus, hari ini aku dan Abel akan mengajukan skripsi kami.
🌴🌴🌴🌴🌴