
Malam itu Nikko tidak bisa tidur, bayangan Luna selalu menggoda nya.
" Gila... aku ini bener-bener sudah gila, aku suka sama istri orang.
Nikko Hermawan si duren sawit, duda keren sarang duit. Siapa yang tidak tertarik pada nya. Badan nya tinggi atletis, kulit putih dan tampan membuat semua wanita bertekuk lutut di hadapannya si tambah seorang pengusaha sukses dengan kekayaan yang melimpah.
Sejak Vera istrinya meninggal empat tahun yang lalu, dia tidak pernah tertarik dengan sosok wanita. Bagi nya Vera segala nya, cinta nya telah hilang terkubur bersama jasad Vera. Tapi hari ini begitu ia melihat Luna, bayangan Vera yang selama ini menemani nya hilang di ganti kan oleh wajah manis Luna.
" Astaga Luna.. kamu bikin aku tidak bisa tidur. Kenapa aku merindukan nya ya.. Enggak mungkin lah dia istri orang...
Ah... aku benar-benar gila, apa karena terlalu banyak kerjaan dan pikiran sehingga aku seperti ini. Nikko mengutuk dirinya sendiri.
Beberapa hari ke depan Abel dan anak-anak lainnya di libur kan, pihak sekolah akan memperbaiki bangunan yang mengalami rusak ringan akibat gempa kemarin.
Rissa duduk termenung seorang diri di kamar nya. Ia sangat ingin bertemu Abel dan ingin bermain bersama. Rissa selama ini tidak ingin berteman dengan siapa pun tetapi sosok Abel membuat nya ingin mempunyai teman. Mama nya Abel juga baik padanya, kemarin saat ia ketakutan mama Abel menggendong dan memeluk nya membuat dirinya nyaman. Selama ini tidak ada orang-orang bisa membuatnya senyaman itu. Tidak dengan oma nya yang sibuk dengan geng sosialita nya, opa yang selalu memikirkan bisnis dan pekerjaan sama seperti papi nya. Pembantu-pembantu dan pengasuh nya yang sudah di pecat papi nya, juga tidak pernah tulus menyayangi nya.
Rissa merindukan sosok mama nya yang tidak pernah dia rasakan hanya foto yang selama ini dilihat nya. " Kalau mama masih hidup, pasti dia akan menyayangi aku seperti tante Luna yang sayang padaku. Abel juga tulus berteman denganku. Aku sangat merindukan mereka berdua.
Di tempat lain...
" Nenek mau kemana... kenapa bajunya di masukkan ke dalam koper, nek.
" Besok pagi nenek mau pulang sayang.
" Kenapa nek... apa Abel nakal?
" Tidak sayang... nenek pulang karena kakek sakit. Nanti kalau kakek sudah sehat nenek ke sini lagi.
" Oh...
" Yang nenek kuatir kan kamu sayang... mama kerja, nenek ng di sini. Terus kamu sama siapa ya.
" Tenang, nek. Abel bisa main di rumah kak Dito sampai mama pulang.
Nenek hanya tersenyum sedih.
Malam nya ibu berdiskusi dengan Luna.
" Lun, ibu besok pulang ngurus bapak mu yang sedang sakit. Bagaimana dengan Abel.
" Luna sudah cari pembantu sekaligus pengasuh Abel yang pulang hari, bu.
" Iya, karena lusa Abel sudah sekolah kembali.
" Sementara jika belum dapat ya Luna akan menitip kan Abel ke Mbak Siska atau ikut Luna ke kantor. Ibu Lena sudah mengizinkan Abel ikut Luna ke kerja.
" Ibu akan segera kemari begitu bapak mu sudah sehat.
" Iya bu, terima kasih ibu sudah membantu Luna selama ini.
__ADS_1
" Itu sudah kewajiban ibu membantu kamu, nak.
Rissa sedang makan malam bersama papi nya.
" Pi, apa Rissa boleh main ke rumah Abel.
" Setau papi kamu kan tidak suka berteman, kenapa tiba-tiba kamu ingin bermain di rumah Abel.
" Enggak tau pi. Abel itu baik sama Rissa walaupun Rissa jutek sama dia dan tante Luna juga baik dan sayang sama Rissa. Jadi Rissa suka mereka.
Nikko kembali membayangkan wajah cantik Luna...Apalagi Rissa suka pada mereka, jarang putri nya dekat pada orang lain. Sama dia sendiri saja Rissa kurang dekat mungkin karena dia kurang memperhatikan Rissa.
" Baiklah.. besok pagi papi antar kamu ke sana.
" Asyik... Terima kasih pi.
Luna ijin datang telat, ia akan menemani ibunya sampai travel menjemput. Lagi pula ia harus mempersiapkan segala keperluan Abel yang akan dititip kan pada mbak Siska.
Tak lama kemudian mobil Nikko berhenti di depan rumah Luna
" Apa travel nya sudah datang bu...
" Entah lah, masa travel semewah itu ya.
" Oh.. itu mobil nya Rissa.
Nikko pun turun bersama Rissa. Abel menyambut kedatangan teman nya dengan gembira.
" Tidak apa, pak.
Sebuah mobil travel pun datang menjemput ibu.
" Bu, travel nya sudah datang.
" Oh, ibu mu mau pulang.
" Iya, bapak saya lagi sakit di kampung.
" Abel sama siapa di rumah.
" Mau saya titip kan ke tetangga.
Ibu keluar membawa koper nya. Luna hendak membantu ibu membawa koper.
" Saya saja yang bawa.
" Eh, ng usah pak.
" Ng pa-apa. Nikko memasukan koper ibu ke dalam bagasi travel.
__ADS_1
" Nenek pulang dulu ya, Bel.
" Iya, nenek. Abel memeluk dan mencium nenek nya.
" Ibu pulang ya, Lun.
" Iya, bu. Hati-hati di jalan. Salam untuk bapak dan Luna berdoa semoga bapak cepat sembuh.
Tak lupa ibu berpamitan pada Nikko dan Rissa, lalu masuk ke dalam travel yang membawa nya pulang ke kampung.
" Bagaimana kalau Abel main di rumah Rissa saja. Tawar Nikko.
" Aduh maaf, saya tidak tau rumah bapak. Lagi pula saya akan susah jemput nya pulang
" Tak usah kuatir. Nanti Abel akan di antar supir pulang setelah kamu pulang kerja. Kamu bisa menghubungi saya... Nikko mengeluarkan kartu namanya.
" Apa tidak merepotkan bapak.
" Tidak... lagi pula saya senang Rissa punya teman, selama ini Rissa jarang bergaul.
Setelah Luna menyetujui usulan Nikko, mereka pun berangkat. Nikko meminta supir nya mengantar Luna ke tempat kerja nya terlebih dahulu, baru supir mengantar Nikko ke kantor dan terakhir pulang ke rumah membawa Rissa dan Abel.
" Wah... rumah mu bagus sekali Rissa. Abel begitu terpukau melihat kemegahan rumah Rissa. Sebelumnya dia belum pernah melihat apalagi mendatangi rumah semewah ini.
" Ayo Bel...kita main di taman.
" Ayo...
Abel sangat menikmati bermain di sana, bagaimana tidak. Rumah Rissa tidak hanya besar tetapi semua fasilitas ada di dalam nya. Beraneka ragam mainan, makanan lezat dan kolam berenang yang besar. Abel berasa berada di dunia mimpi.
Sore hari sebelum pulang, Luna menelpon Nikko.
" Halo...
" Halo... selamat sore Pak Nikko, saya Luna mama Abel.
" Apa Ibu sudah pulang kerja.
" Iya Pak, sebentar lagi saya pulang.
" Oke, saya akan segera menyuruh supir mengantar Abel pulang.
" Terima kasih, pak. Maaf merepotkan bapak.
" Tidak masalah.
Nikko gembira akhirnya dia mendapat nomor hape Luna, dengan segera ia menyimpan nya di dalam memori hape nya.
Tiga puluh menit setelah Luna sampai di rumah, Abel pulang di antar supir Nikko. Ia membawa beberapa boneka pemberian Rissa.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁