Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Evan membantu Rissa


__ADS_3

Pagi itu setelah sarapan di hotel, Rissa menuju rumah sakit dengan seorang supir dan mobil yang berhasil di ambil kembali dari tangan Roy.


Sesampainya di rumah sakit Rissa memasuki ruang inap Alex. Alex sedang duduk hendak sarapan.


" Pagi... Pak Alex. Sudah sehat?!


" Oh.. Bu Rissa. Sudah bu, terima kasih.


" Saya yang berterima kasih pada bapak, kalau tidak ada bapak mungkin saya yang terbaring di rumah sakit ini.


" Tidak apa bu, sama-sama. Ibu jadi kembali ke Jakarta hari ini?!


" Tidak, besok pagi saya baru kali ke Jakarta. Apa bapak bisa makan sendiri.


" Bisa bu, terima kasih.


" Bapak istirahat aja dulu di sini beberapa hari, sementara di proyek biar Pak Ridwan dan Pak Sony yang menangani.


" Tidak apa bu, sore ini saya sudah boleh pulang kok. Saya tidak apa, hanya beberapa jahitan saja.


" Pak Alex yakin?!


" Iya bu, saya sehat, tidak masalah. Besok saya sudah bisa ke proyek, karena banyak yang harus kami kerjakan di sana.


" Iya... ini kesalahan saya karena sudah teledor percaya sepenuh nya pada orang yang ternyata tidak bisa di percaya. Rissa sangat menyesal.


" Yang penting sekarang kita akan segera perbaiki yang bermasalah. Mudah-mudahan bisa meminimalkan kerugian yang akan kita tanggung.


" Benar pak... tolong koordinasikan perkembangan proyek ini kepada saya. Pak Frans sekarang ada di kantor pusat, beliau akan membantu kita mengurus dalang dari permasalahan ini.


" Puji Tuhan bu.. Mudah-mudahan segera terungkap dan bisa selesai dengan cara kekeluargaan.


" Iya Pak. Saya permisi ke proyek dulu, ntar sore saya kembali ke sini menjemput bapak pulang.


" Tidak usah repot bu, saya bisa pulang sendiri.


" Tak apa pak, anggap saja saya membalas jasa bapak yang sudah menyelamatkan saya.


" Terima kasih bu.


Rissa pun kembali ke proyek.


Sesampainya Frans di kantor Nikko, ia segera meminta bagian keuangan meeting dengan nya.


" Hitung semua kerugian di proyek Batam, tarik semua fasilitas yang kita berikan pada Roy dan komplotan nya.


" Baik Pak... Kata Bu Martha selaku Direktur Keuangan.


" Tanya Pak Evan siapa aja yang terlibat dan minta mereka mengembalikan semua uang yang telah mereka pakai, jika tidak kita akan melaporkan mereka ke polisi.


" Baik Pak... kami akan jalankan perintah bapak.


" Jika ada masalah, laporkan saya. Saya akan bertindak tegas kepada siapa saja yang korupsi di sini.

__ADS_1


" Baik Pak, jika tidak yang di sampaikan lagi... kami permisi dulu.


" Ya pergi lah.


" Permisi pak.


Sore hari nya Rissa kembali ke rumah sakit untuk menjemput Alex pulang.


" Untuk seminggu ini, Pak Alex tetap lah tinggal di hotel ini. Saya sudah minta Pak Ridwan untuk mencarikan apartemen untuk kalian tinggal selama di sini.


" Terima kasih bu.


" Istirahat lah Pak Alex... nanti malam saya mengundang Pak Ridwan, Pak Sonny dan beberapa orang proyek makan malam di resto depan hotel. Jika bapak bisa bergabung dengan kami, saya sangat senang.


" Baik bu, nanti malam saya akan ikut bergabung dengan yang lainnya.


" Baik lah, saya istirahat dulu.


" Ya bu, terima kasih.


Malam hari nya mereka berkumpul di resto untuk makan malam dan berdiskusi.


" Pak Frans sudah membuat Pak Evan mengaku jika ia salah satu dari mereka yang korupsi di proyek ini. Dan ia akan membantu mengungkapkan siapa saja yang terlibat.


" Alhamdulillah bu... kata Pak Ridwan.


" Ya pak... Pak Ridwan tolong, tarik semua fasilitas perusahaan yang ada di Roy.


" Tolong upah pekerja jangan sampai telat di bayar lagi. Carmel yang akan mengurus semua admin di sini. Carmel, kamu jika ada kendala langsung hubungi finance pusat.


" Iya bu...


" Saya yakin jika kita saling bekerjasama dengan baik, proyek ini akan berhasil.


" Iya bu.


" Saya mengucapkan terima kasih untuk kalian semua sudah mau membantu saya. Selamat bekerja dan sukses untuk kalian.


" Terima kasih kembali bu... jawab mereka serempak.


Keesokan pagi nya Rissa terbang ke Jakarta. Sesampainya di bandara, ia di jemput supir langsung menuju Kantor dan bertemu dengan opa Frans.


" Opa...


" Hai sayang... kamu sudah kembali. Bagaimana kabar mu.


" Seperti yang opa lihat, Rissa sehat tak kurang satu apa pun.


" Puji Tuhan... kamu sudah makan?!


" Belum, dari bandara Rissa langsung ke mari.


" Ayo, kita makan siang bersama.

__ADS_1


" Ayo... Rissa ajak Abel dulu.


Mereka bertiga pun makan siang di sebuah resto yang tak jauh dari kantor.


" Bagaimana keadaan Alex?! Tanya opa.


" Alex sudah keluar rumah sakit kemarin sore dan hari ini sudah mulai bekerja.


" Suruh dia istirahat dulu, Rissa. Kasian dia baru keluar dari rumah sakit.


" Sudah Rissa suruh opa, tapi dia yang tidak mau. Katanya dia sudah sehat, tapi memang proyek harus segera di tangani.


" Puji Tuhan, kamu tidak apa-apa, Rissa. Aku sangat terkejut waktu opa cerita bahwa ada orang yang ingin mencelakai mu.


" Puji Tuhan.. Alex menolong ku, jika tidak kepalaku yang harus menerima beberapa jahitan.


" Tuhan masih melindungi mu, nak... Berhati-hati lah, dunia proyek memang seperti ini.


" Iya opa.


" Ingat... jika kalian ada masalah segera hubungi opa. Opa akan membantu, untung Abel menghubungi opa, jadi opa bisa segera bertindak.


" Maaf opa, Rissa waktu itu panik dan tidak bisa berpikir jernih. Untung ada Abel... makasih ya Bel...


" Sebenarnya yang kasih saran untuk menghubungi opa itu Ken-ken. Ken-ken tidak begitu mengerti dunia proyek dan ia menyarankan kita minta bantuan opa. Karena opa yang lebih pengalaman dan opa lah yang merintis perusahaan ini.


Selesai makan siang, mereka pun kembali ke kantor.


Evan memberanikan diri bertemu Rissa.


" Permisi Bu Rissa...


" Silahkan masuk Pak Evan...


Evan pun masuk dan duduk di sofa tamu, Rissa ikut duduk di sana dan berbincang dengan Evan. Evan tertunduk malu di depan Rissa.


" Ada yang bisa saya bantu, Pak Evan?!


" Bu Rissa... saya minta maaf... saya khilaf. Maaf saya sudah menganggap ibu bau kencur dan tidak bisa apa-apa. Saya bener-bener minta maaf.


" Puji Tuhan... kalau Pak Evan sudah sadar, saya senang mendengar nya.


" Saya sudah memberikan data kepada Bu Martha dan Pak Lewis siapa saja yang terlibat dan jumlah uang yang sudah kami ambil. Saya akan mengembalikan semua uang itu bu... Dan setelah itu saya akan mengundurkan diri.


" Baiklah, Pak Evan.. jika itu sudah menjadi keputusan bapak.


" Sekali lagi saya minta maaf bu dan terima kasih karena ibu dan keluarga sudah memaafkan saya juga jika melaporkan saya ke polisi.


" Sama-sama Pak Evan. Pak Evan sudah kami anggap saudara kami, jadi kasus ini kita selesaikan dengan cara kekeluargaan saja. Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas kejujuran dan kinerja bapak selama ini.


" Terima kasih kembali bu... saya permisi.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2