Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Anak


__ADS_3

Tuhan... tolong berikan kami momongan. Aku sangat takut jika aku mandul, aku takut suami ku akan meninggalkan ku atau ia akan menikah lagi dengan wanita lain. Hiks... hiks... Ya Tuhan, ampuni lah hamba Mu ini dan tolong kabulkan keinginan kami.


Setahun setelah menikah, Abel belum juga hamil. Dari hasil pemeriksaan, dokter mengatakan Abel mengalami Endometriosis sehingga proses pembuahan sulit terjadi.


Abel sangat sedih mendengar nya, bagaiman jika ia sampai tidak bisa mempunyai anak... apakah Ken-ken akan tetap setia di samping nya.


Ken-ken menyakini nya jika ia akan tetap bersama Abel apapun yang terjadi. Mereka pun berencana mengikuti program bayi tabung.


" Ken, apakah kamu akan meninggalkan ku...


" Tidak sayang, aku akan tetap di sisi mu sampai kapan juga dan apa pun keadaan mu.


" Bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa punya anak.


" Tenang lah sayang... sekarang semua sudah canggih. Kita bisa melakukan program bayi tabung.


" Bagaimana jika itu gagal juga.


" Kita bisa mengadopsi anak, jangan terlalu di pikirkan. Kita masih muda.


" Apa kamu akan menikah lagi?


" Tidak mungkin sayang... dalam ajaran agama kita menikah hanya 1 kali untuk seumur hidup. Dan kamu adalah satu-satunya istri ku seumur hidup ku. Ken-ken mencium kening Abel untuk menenangkan hati istri nya.


" Terima kasih, Ken. Aku juga tidak mau di madu tapi aku juga tidak ingin kau sampai tidak punya keturunan.


" Kita berdoa aja dan banyak beramal, mungkin nanti Tuhan akan membuka kandungan mu seperti Sarah dan Ribka.


" Iya... tapi di dalam hati nya Abel, ia tetap bersedih.


" I love you, honey...


" I love you too. Ken-ken mulai menciumi Abel dan mereka pun melakukan ritual suami istri.


Mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti segala proses program bayi tabung. Abel harus bed rest selama sebulan di rumah.


Mama dan Baby Chris menemani Abel selama bed rest, setiap pagi Rissa dan papi akan mendrop mama dan Baby Chris di rumah Abel. Sore nya mereka kembali ke rumah Abel dan setelah makan malam mereka kembali ke rumah Nikko, begitu lah kegiatan setiap hari nya selama Abel bed rest.


Hampir sebulan Abel bed rest, siang itu setelah makan siang tiba-tiba perut Abel terasa sakit yang teramat sangat. Luna segera membawa Abel ke rumah sakit di antar oleh supir Abel.


Luna segera menghubungi Ken-ken tetapi tidak ada jawaban Luna pun segera menghubungi Nikko.


📞 Halo.. sayang.


📞 Pi, perut Abel sakit. Ini aku sedang membawa nya ke rumah sakit.


📞 Apa Ken-ken sudah tau.


📞 Belum, aku sudah menghubungi nya tetapi tidak di angkat.


" Ma... perut Abel sakit banget. Keringat dingin pun keluar di wajah pucat Abel.

__ADS_1


" Iya sayang, kamu tahan ya... pak, lebih cepat lagi.


" Baik bu.


📞 Ma.. gimana Abel. Nikko pun cemas karena mendengar keluhan Abel.


📞 Abel pucat banget, pi.


📞 Ya sudah, aku akan menghubungi Ken-ken dan segera menyusul kalian ke rumah sakit.


" Iya pi...


" Ma... Abel pendarahan.


" Astaga sayang... Luna pun kaget melihat darah mengalir di sela-sela kaki nya. Bertahan lah sayang...Tuhan tolong anak ku. Luna begitu panik dan gemetar melihat kondisi Abel yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


" Bel, bertahan lah sayang. Bentar lagi kita sampai rumah sakit. Tuhan tolong... tolong anak ku. Selamatkan anak ku, Tuhan. Luna berdoa sambil menangis.


Sesampainya di depan UGD, Luna segera berlari memanggil suster dan dengan cepat suster membawa Abel ke dalam UGD.


" Ibu, tunggu diluar dulu. Kami akan menangani pasien.


" Iya dok... tolong selamat kan anak saya, dok...


" Iya bu, kami akan berusaha yang terbaik. Dokter itu pun segera masuk untuk menangani Abel.


Tak lama kemudian Nikko dan Rissa datang.


" Bagaimana Abel, ma...


" Hiks... hiks... kenapa Abel bisa sampai pendarahan ma...


" Tiba-tiba perut Abel sakit, mama membawa nya ke rumah sakit. Sebelum sampai rumah sakit, Abel mengalami pendarahan hingga pingsan di mobil. Hiks... hiks... mereka pun berpelukan dan menangis bersama.


" Kita berdoa aja agar Abel tidak mengalami hal yang serius.


Ken-ken berlari masuk mencari mereka.


" Ma, Abel mana.


" Sedang di tangani dokter, Ken. Kami juga sedang menunggu dokter keluar.


Mereka dengan cemas menunggu dokter yang menanggani Abel keluar.


30 menit kemudian, dokter pun keluar.


" Keluarga Ibu Arabelle..


" Iya, kami dok...


" Silahkan masuk ke ruang saya.

__ADS_1


Mereka pun segera memasuki ruangan dokter itu.


" Bagaimana keadaan istri saya, dok.


" Istri bapak mengalami keguguran, rahim ibu sangat lemah sehingga tidak kuat melindungi janin yang di kandung nya.


" Tapi istri saya baik-baik saja kan dok...


" Pasien harus banyak istirahat. Karena ia mengalami pendarahan yang cukup hebat. Kami akan memantau nya 1x24 jam ini, kami harap keluarga bersabar untuk menemui pasien.


" Apa saya tidak bisa bertemu dengan istri saya, dok...


" Mungkin satu dua jam lagi, pak. Karena pasien sedang istirahat. Tapi saya saran kan tidak lebih dari 2 orang dan bisa bergantian.


" Baiklah dokter. Terima kasih.


Mereka keluar dengan gontai.


" Kami turut berduka cita, Ken. Mungkin Tuhan belum mengizinkan kalian memiliki momongan.


" Terima kasih, pi. Yang Ken-ken kuatir kan sekarang adalah Abel.


" Iya... mama juga kuatir dengan kondisi Abel, apalagi jika ia tau ia mengalami keguguran. Abel pasti akan depresi.


" Kita berdoa aja, ma. Papi yakin Abel kuat menjalani ini semua.


" Baby Chris juga sudah menganggap kalian sebagai orang tua nya. Mudah-mudahan itu bisa membuat Abel lebih baik.


" Terima kasih, Rissa.


Setelah dua jam berlalu, dokter pun mengizinkan Ken-ken dan Luna masuk menemui Abel.


Ken-ken melihat Abel terbaring lemah dengan beberapa selang di pergelangan tangan nya.


" Sayang... kamu sudah sadar.


Abel hanya meneteskan air mata nya.


" Jangan nangis, sayang. Mama di sini.


" Anak ku... Kata-kata Abel tergantung, air mata nya semakin deras mengalir.


" Sayang... kita masih muda, kita masih punya banyak kesempatan untuk memiliki momongan. Sabar lah...


" Bagaimana jika aku di takdir kan tidak punya anak.


" Tidak apa, sayang. Kita sudah ada Baby Chris dan Baby El anak kak Han-han dan kak Lili. Mereka juga anak-anak kita, sayang. Ken-ken terus menenangkan istri nya.


" Kamu jangan terlalu banyak pikiran, Bel. Istirahat lah, kamu masih dalam pemulihan... hiks... hiks... Luna sangat sedih melihat kondisi Abel yang drop. Ia tak tega melihat putri nya sangat sedih, biasanya Abel lah yang selalu memberi nya semangat di kala ia bersedih.


" Iya sayang, istirahat lah.

__ADS_1


Tiba-tiba Abel pingsan. Luna dan Ken-ken pun kaget. Mereka berteriak memanggil dokter.


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2