Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Proyek


__ADS_3

Setelah beberapa hari masa berkabung, Rissa dan Abel kembali ke kantor.


" Kenapa proyek di Batam bisa telat?! tanya Rissa pada Pak Evan Direktur Pelaksana Lapangan.


" Mungkin ada beberapa kendala, bu. Almarhum Pak Nikko juga sudah tau kok... Evan memberi alasannya.


" Masa...?! Saya kok tidak tau, Pak?! Almarhum Pak Nikko tidak pernah memberitahu saya hal ini, begitu juga bapak dan yang bertanggung jawab di Batam?! Kenapa?! Apa ada yang kalian sembunyi kan... Rissa marah dan melempar semua berkas yang di berikan Evan.


" Mungkin ibu lupa jika kami sudah memberitahu ibu.


" Apa...??? Lupa...!!! Bapak becanda sama saya, bapak pikir saya sudah tua, sudah pikun begitu?! Jika saya berhasil mencari bukti keterlibatan kalian, kalian akan saya pecat semua.... Rissa semakin marah.


" Maaf Bu... akan saya koordinasikan ke Batam lagi. Evan sudah mulai pucat.


" Segera... pak. Jika tidak perusahaan akan mengalami kerugian yang lebih besar.


" Baik bu... saya permisi dulu. Evan pun keluar meninggalkan ruangan Rissa.


Dalam hati Evan ia memaki-maki Rissa. Kurang ajar... anak bau kencur berani nya memarahi ku. Lihat saja, sebentar lagi perusahaan ini akan aku buat bangkrut... hahaha... Nikko juga sudah tidak ada dan si tua bangka Frans sudah pensiun, apa bisa nya anak itu. Anak manja yang gatal... punya anak diluar nikah dari pacar nya Abel. Aku akan membuat Rissa dan Abel renggang, biar aku lebih gampang menghancurkan Hermawan.


Alex yang hendak ke ruang Rissa melihat Evan mengoceh tak jelas. Seperti nya dia habis di marahi Bu Rissa... dalam hati Alex.


Alex pun mengetuk pintu ruangan Rissa.


" Permisi Bu...


" Silahkan masuk Pak Alex.


Alex melihat di lantai ruangan Rissa, kertas berserakan. Rissa sedang memijit kepala nya yang sakit. Alex pun memunguti kertas-kertas itu.


" Terima kasih, Pak Alex... silahkan duduk.


" Terima kasih Bu, ada yang bisa saya bantu, Bu.


" Pak Alex, besok bapak temani saya ke Batam. Kita cek proyek yang ada di sana.


" Baik Bu... saya dengar proyek Batam mengalami keterlambatan.


" Iya Pak... Bapak bantu saya cek material nya, apa sudah sesuai dengan standar kita.


" Baik Bu.


" Tolong siapkan semua berkas tentang proyek Batam. Kita akan berangkat besok pagi.


" Siap Bu.


" Anda boleh keluar, Pak Alex. Kepala saya sedang sakit.


" Apa ibu mau saya antar ke dokter?


" Tidak usah, terima kasih.

__ADS_1


" Baik Bu, saya permisi dulu.


Setelah Alex keluar, Rissa menghubungi sekretaris nya untuk memesan tiket atas nama nya dan Alex besok pagi ke Batam. Kemudian ia menghubungi Abel. Tak lama kemudian Abel pun datang ke ruangan nya.


" Rissa.. ada apa. Abel melihat Rissa agak pucat. Kamu sakit?!


" Ng... Besok aku dan Alex ke Batam, kami akan mengecek proyek yang di sana. Tolong, jaga Chris ya Bel...


" Tenang lah, aku dan Ken-ken akan menjaga Chris. Apa ada masalah di Batam?!


" Seperti nya begitu, proyek itu mengalami keterlambatan dan kualitas material nya tidak sesuai standar kita. Ada yang main-main di sini.


" Apa Pak Evan tau?!


" Dia tau... seperti nya dia juga terlibat.


" Apa...??? Bukan nya dia salah satu orang kepercayaan papi dan dia sudah ikut papi sejak lama.


" Mungkin karena dia sudah tau kelemahan kita jadi dia mau menusuk kita dari belakang.


" Em... bisa jadi. Karena uang orang bisa gelap mata, apalagi papi sudah tidak ada dan opa sudah pensiun, tidak ada orang-orang ia hormati lagi di sini.


" Bener... dia hanya menganggap aku anak bawang yang tidak tau apa-apa.


" Kamu harus hati-hati, Rissa. Dia pasti sudah mempersiapkan jebakan untuk ku.


" Iya, aku juga merasa begitu.


" Kamu berdiskusi lah dengan nya. Besok pagi aku sudah harus berangkat, kita harus bergerak cepat sebelum perusahaan mengalami kerugian yang lebih besar.


" Oke... ingat Rissa, kamu harus hati-hati. Mereka pemain lama pasti lebih ahli dari kita.


" Iya... selama aku tak di kantor, tolong kamu awasi Evan dan keuangan kita. Aku sudah memanggil audit dari luar untuk mengecek laporan keuangan kita.


" Oke...


" Terima kasih, Bel...


" Sama-sama Rissa.


Malam hari nya Abel berdiskusi dengan Ken-ken.


" Ken... besok pagi Rissa akan ke Batam untuk mengecek proyek di sana.


" Apa ada masalah?!


" Proyek di sana mengalami keterlambatan dan material yang tidak sesuai standar, seperti nya ada orang dalam perusahaan yang ingin main-main.


" Itu sudah pasti, kalian harus hati-hati. Jangan sampai nyawa kalian jadi taruhannya.


" Iya... aku kuatir dengan Rissa.

__ADS_1


" Rissa ke Batam dengan siapa.


" Dengan bagian lapangan, orang baru... papi yang merekomendasi dia. Seperti nya Alex orang nya baik.


" Bagus lah. Masalah proyek aku tidak begitu paham, coba kamu diskusikan dengan opa Frans. Dia pasti akan membantu kalian.


" Aku takut itu akan membuat opa stres dan sakit. Kita masih masa berduka.


" Aku yakin opa kuat, semakin lama kalian diam, masalah ini akan semakin besar.


" Baiklah, besok aku akan mencoba menghubungi opa.


" Ingat... kalian harus hati-hati. Selama ini mereka masih segan pada papi, sekarang papi tidak ada... mereka pasti akan menyerang kalian.


" Iya... itu juga yang di katakan Rissa.


Keesokan pagi nya, Rissa dan Alex berangkat ke Batam. Sesampainya di sana, mereka langsung menuju proyek.


Rissa sangat kaget melihat proyek itu setengah jadi padahal seharusnya sudah 90%.


" Pak Alex lihat... menurut progres harus nya sudah 90% ... ini baru 50-60%. Mana mungkin kita bisa serah terima dengan pihak ke 3 tepat waktu.


" Benar Bu... saya akan mengecek material yang di pakai nya.


Mereka pun berkeliling proyek di temani seorang mandor.


" Kenapa proyek berantakan seperti ini, Pak...


" Maaf Bu, itu tanggung jawab Pak Roy.


" Dimana Pak Roy...


" Belum datang Bu...


" Memang dia datang jam berapa?! Ini sudah jam 10 loh.


" Pak Roy jarang datang Bu..


" Bagus... makanya hasilnya jelek. Kemana para pekerja nya, kenapa hanya beberapa orang aja, gimana mau cepat selesai.


" Belum pada di bayar Bu, upah mereka. Makanya banyak yang tidak mau bekerja lagi.


" Astaga.... Rissa hanya bisa menggelengkan kepala nya.


" Pak, kenapa standar material tidak sesuai dengan standar pusat?! Alex ikut bertanya.


" Maaf Pak, material itu semua sudah sesuai dengan keinginan Pak Roy. Kami tidak tau standar pusat, Pak.


" Telp Pak Roy sekarang juga, saya tunggu dia di sini.


" Baik Bu... Mandor itu pun segera menghubungi Roy yang sedang asyik memadu kasih dengan pacar nya di sebuah hotel.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2