
" Sayang, kenapa kamu menangis...
" Papa... Abel kangen papa.
Papa tersenyum dan mengelus lembut kepala Abel. " Jangan menangis lagi, sayang...
" Tapi Robert dan Rissa...
" Jangan pikirkan mereka, fokus lah pada sidang skripsi mu dan masa depan yang menanti mu.
" Papa...
Mereka berpelukan erat dan Abel menumpahkan segala kesedihannya.
" Abel sayang... bangun nak. Kita sarapan yuk... dari semalam kamu perut mu belum terisi.
" Mama... Abel memeluk mama nya.
" Mama tau kamu sedang sedih, mama juga sedih....tapi jangan berlarut-larut. Ingat kesehatan mu dan sidang skripsi sudah di depan mata.
" Iya ma... semalam papa juga ngomong seperti itu.
" Kamu mimpi bertemu papa mu lagi, sayang...
" Iya ma... Abel kangen papa.
" Bagaimana setelah sarapan kita ke makam papa.
" Iya ma, Abel mau...
" Sekarang kamu mandi dan bersiap, mama tunggu kamu di meja makan.
Abel pun segera bangun dan mandi. Luna turun menuju meja makan dan Nikko sedang sarapan di sana.
" Bagaimana keadaan Abel...
" Dia baik, walaupun masih sedih. Bentar lagi dia akan turun sarapan.
" Bagus lah...
Apa Rissa sudah pulang? Luna menggeleng kepala nya. Nikko memijat kepala nya yang tiba-tiba sakit.
" Pi, kamu jangan terlalu banyak pikiran. Ingat kamu sudah berumur, tekanan darah mu akan cepat naik.
" Ah... gimana aku tidak banyak pikiran, sayang. Lihat lah putri-putri kita... Rissa sudah menyakiti Abel hanya gara-gara Robert.
" Mungkin Abel dan Robert tidak berjodoh, pi.
" Tapi kenapa harus Rissa yang menjadi penghalang mereka.
Abel turun menuju meja makan, dilihat nya kedua orang tua nya sedang membahas diri nya dan Rissa.
" Abel duduk sini, sayang. Abel pun duduk di sebelah mama.
" Bel, atas nama Rissa papi minta maaf. Papi tidak pernah menyangka Rissa tega berbuat itu pada mu. Papi bener-bener malu punya anak seperti Rissa.
__ADS_1
" Sudah lah pi... Abel tidak menyalahkan papi atau Rissa. Mungkin ini cara Tuhan untuk memisahkan Abel dan Robert. Lagi pula mommy Robert tidak setuju Abel berhubungan dengan anak nya.
" Ya... papi cuma berharap kamu bisa bangkit dan berjalan terus demi masa depan mu.
" Iya pi...
" Oh ya pi, kami mau ke makam papa nya Abel setelah sarapan ini.
" Iya...suruh lah Jajang menemani kalian. Dan setelah itu pergi lah ke mal untuk shoping dan makan siang.
Setelah mereka berziarah ke makam Hengky, mereka berkeliling di sekitar tempat mereka tinggali dulu. Rumah peninggalan Hengky telah di jual karena rumah tersebut sudah tua dan banyak rayap nya. Dito sudah menjadi anggota TNI AD dan sedang bertugas di tanah Papua.
Dari sana mereka menuju ke sebuah mal. Mama mengajak Abel shopping.
" Sayang, kamu mau beli apa...
" Tau deh ma... Abel tidak ada rencana shopping sih, cuma pingin jalan-jalan aja.
" Bagaimana kalau beli baju kerja. Bentar lagi kan kamu mau cari kerja.
" Boleh deh ma...
Mama membelikan beberapa setel baju kerja dan tas untuk persiapan Abel bekerja. Selesai makan siang di sebuah resto Jepang, mereka pun pulang.
Hari ini papi pulang cepat.
" Pi, kok sudah pulang.
" Iya sayang, aku tidak enak badan.
" Istirahat lah pi... akhir-akhir papi banyak pikiran. Aku buatkan teh hangat jahe ya pi...
Nikko bersantai di sofa sambil menunggu teh hangat jahe buatan Luna. Rissa pulang ke rumah nya.
" Rissa duduk...
" Rissa capek, pi.
" Capek abis bergumul dengan Robert?
" Pi, Rissa dan Robert saling mencintai. Jadi jangan halangi kami...
" Halangi kamu? Apa papi tidak salah dengar... kamu yang merebut Robert dari Abel. Apa kamu tidak tau malu...
" Papi... Rissa ini anak kandung papi, kenapa papi lebih bela Abel dari pada Rissa.
" Kamu memang anak kandung papi, darah daging papi... tapi kalau kamu salah ya papi ngomong salah. Papi tidak bela siapa-siapa. Abel juga anak papi walaupun bukan anak kandung papi. Nikko sangat marah dan malu dengan kelakuan Rissa.
Bagaimana jika vidio itu tersebar di media, mau di taruh di mana muka papi...
" Papi tenang aja, vidio itu tidak akan tersebar ke mana-mana.
" Jadi kamu sengaja ngirim kan vidio itu pada kami, kamu sengaja menyakiti Abel... Rissa Rissa kenapa kamu tega berbuat itu. Bukan kah Abel teman mu sedari kecil? Bukan kah kalian saling berbagi suka dan duka selama ini...
" Itu dulu pi... tapi sekarang enggak. Rissa akan memperjuangkan Robert menjadi pendamping hidup Rissa, lagian mommy Robert mendukung Rissa kok. Papi juga seharusnya mendukung Rissa.
__ADS_1
" Jadi kamu sekongkol dengan mommy Robert untuk menjebak Robert gitu...
Ya Tuhan Rissa, kamu sudah buta karena cinta sehingga melakukan hal yang tak terpuji.
" Terserah papi... Rissa dan Robert akan segera menikah. Rissa pun lari ke kamar nya. Luna yang mendengar pertengkaran Nikko dan Rissa hanya bisa mengelus dada. Rissa sudah berubah...
Sementara Robert sangat kesel dengan Rissa dan mommy nya Mereka sudah menjebak nya.
Ah... Rissa aku tak akan menikahi sampai kapan pun juga. Mommy juga keterlaluan. Aku harus segera mengubungi Abel.
Hape Abel berdering dan tertera nama " Bebe"
Robert....mau lagi dia menghubungi aku... Abel pun me reject nomor tersebut. Tak lama kemudian berbunyi kembali karena kesal, Abel pun mematikan hape nya.
Sejam kemudian Robert telah berada di rumah Abel.
" Mbak, Abel nya ada.
" Non Abel ada di kamar nya, sebentar saya panggil kan.
Pelayan itu berlari menuju kamar Abel.
" Non... ada Den Robert di bawah.
" Usir aja, mbak...
" Hah... Non Abel lagi berantem ya.
" Usir aja, ng usah banyak tanya... bentak Abel.
" Maaf Non... pelayan itu kembali berlari ke bawah untuk menemui Robert.
" Maaf Den, Non Abel tidak mau bertemu dengan Den Robert.
Robert pun segera menerobos masuk, pelayan yang kaget pun langsung berteriak.
" Den.. Den Robert jangan masuk, nanti saya di marahi tuan.
" Bel... Abel... aku bisa menjelaskan semua nya. Robert terus berteriak sampai Nikko dan Luna turun.
" Apa-apaan ini... di rumah orang teriak-teriak. Apa orang tua mu tidak mengajari sopan santun, Robert.
" Maaf om.. Saya hanya ingin bertemu Abel sebentar saja.
" Abel tidak akan bertemu dengan b****gan seperti mu.
" Yang b****gan itu Rissa om... dia yang menjebak saya. Dia memberi obat perangsang di dalam jus.
" Cukup... kau dan Rissa sama saja. Sekarang kamu keluar dari rumah saya.
" Tapi saya mau bertemu Abel om... Bel, aku di jebak Rissa. Aku mencintai mu dan akan selalu mencintai mu. Bel, maaf kan aku... Bel.
" Keluar... teriak Nikko.
" Papi... jangan usir Robert. Dia calon suami Rissa. Rissa berlari turun.
__ADS_1
" Sampai kapan pun aku tak sudi menikah dengan mu, Rissa... Robert pun langsung pergi meninggal rumah Nikko.
🌼🌼🌼🌼🌼