Arabelle Dan Clarissa

Arabelle Dan Clarissa
Hari bahagia


__ADS_3

Pagi itu Luna tampak cantik berbalut kebaya modern hasil rancangan Bunda Anna. Abel dan Rissa memakai model yang senada dengan sang mama, mereka menjadi pengiring pengantin yang mengemaskan.


Prosesi pemberkatan nikah pun berjalan lancar, Pak Silas memberikan beberapa wejangan kepada kedua mempelai dan memberkati mereka menjadi suami istri yang sah di hadapan Tuhan.


Setelah mereka sah di mata Tuhan dan di mata negara, mereka meminta restu kepada kedua orang tua mereka.


" Bapak dan ibu... Luna minta doa restu nya untuk menjalankan bahtera rumah tangga Luna yang baru bersama Nikko.


" Bapak dan ibu merestui kalian....jadi lah istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anak mu, Luna.


" Iya, pak...


" Saya percaya kan Luna dan Abel bersama mu, Nikko. Jangan kau sakiti mereka karena itu berarti kau telah menyakiti kami.


" Saya janji pak, tidak akan menyakiti mereka. Saya akan melindungi dan menjaga mereka selama nya.


Mereka berpelukan, air mata bahagia ibu mengalir. Di peluk nya putri dan menantu yang baru.


Mereka pun meminta restu pada mami papi.


Papi mami... ini istri Nikko, kami meminta restu kalian untuk kehidupan rumah tangga kami yang baru.


" Papi dan mami merestui kalian... Nikko jaga lah istri dan anak-anak mu dengan baik, jadi lah kepala rumah tangga yang baik dan bertanggung jawab.


" Iya... pi.


Dan Luna... tolong urus putra dan cucu kami dengan baik. Sayangi lah Rissa seperti kau menyayangi Abel.


" Iya pi... Terima kasih telah merestui kami.


Malam hari nya di sebuah ballroom hotel mewah di adakan resepsi pernikahan Nikko dan Luna. Luna tampil anggun dengan gaun pengantin moderen dengan model Sabrina berwarna putih susu. Dan dua gadis cilik yang ikut berbahagia di acara pernikahan kedua orang tua nya.


Para pejabat dan pengusaha ternama turut hadir memeriahkan acara tersebut serta beberapa artis dan selebriti pun datang. Judika, Afgan dan beberapa penyanyi tanah air lainnya ikut acara dan menyumbangkan suara emas mereka.


RIssa dan Abel tampak tertidur pulas di sana karena kelelahan mengikuti acara semenjak pagi.


" Bawa anak-anak pulang...


" Baik tuan.


Hari semakin larut dan tamu mulai pulang satu per satu. Nikko membawa Luna ke kamar hotel tempat mereka menyelenggarakan pesta.


" Kamu sangat cantik malam ini, sayang... Nikko mulai menciumi sang istri dengan rakus.


Malam itu mereka lalui dengan menikmati surga dunia. Nikko sangat ganas memangsa Luna sehingga badan Luna ngilu dan remuk. Mereka bergumul hingga pagi menjelang.


" Sayang... bangun.


" Em... Luna segera membuka mata nya. Jam berapa sekarang...

__ADS_1


" Sudah jam 11...


" Hah... sudah siang. Bagaimana anak-anak di rumah.


" Tenang lah sayang, di sana ada suster dan pelayan lainnya yang bisa mengurus keperluan mereka.


" Ah... Luna merasa badan nya sakit semua.


" Kenapa sayang... sakit.


" Iya, badanku remuk semua.


" Hehehe... maaf ya semalam terlalu agresif. Maklum sudah lima tahun tidak di pergunakan.


Luna hanya tersipu malu, ia pun segera membersihkan diri dan bersiap makan siang bersama suami baru nya.


Sore hari nya mereka pulang ke rumah, anak-anak sedang berenang di halaman belakang di temani suster dan beberapa pelayan.


" Mama... papi... mereka berhamburan memeluk orang tua nya.


" Eh, kalian masih basah... tetapi mereka sudah memeluk Luna. Ya... mama ikut basah juga deh...


Mereka pun tertawa bersama.


" Ayo, pada mandi... kita jalan-jalan ke mal.


" Asyik... sorak mereka.


Suster dan pelayan yang tadi berenang bersama mereka segera membawa kedua nya mandi.


Di sebuah mal, mereka menuju toko penjual mainan anak-anak.


" Hari ini kalian bebas membeli apa pun yang kalian inginkan.


" Hore... kedua anak itu kegirangan.


" Kita pilih mainan yuk, Bel...


" Ayo...


Setelah membeli beberapa mainan mereka menuju toko pakaian.


" Ma...beliin kita baju yang kembaran ya...


" Iya sayang.


Puas shopping akhirnya perut pun terasa lapar. Mereka makan malam di restoran Jepang yang ada di mal.


" Selama papi dan mama pergi bulan madu, kalian tidak boleh nakal ya.

__ADS_1


" Iya pi...


" Jika butuh sesuatu minta Pak Us atau Pak Yono yang membelikan. Kalian tidak usah keluar rumah kecuali ke sekolah.


" Iya pi...


" Jangan jajan sembarangan, nanti sakit perut. Apalagi mama dan papi tidak di rumah.


" Iya ma...


" Papi dan mama hanya seminggu di sana. Liburan sekolah kalian nanti, kita akan ke holiday ke Jepang.


" Hore... kita bisa bisa ke gunung Fuji, keliling Disney Land Tokyo dan makan es krim yang enak. Abel hanya bengong mendengar nya, dia belum pernah ke sana dan tak ada gambaran mengenai negeri matahari terbit itu. Tapi hati nya bersorak gembira karena untuk pernah kali nya ia akan keluar negeri dan naik pesawat terbang.


Pagi itu setelah mengantarkan kedua anaknya berangkat ke sekolah mereka menuju bandara Soetta, mereka akan bulan madu ke Maldives.


Di dalam pesawat Luna memegang erat tangan Nikko, ia sangat takut saat pesawat lepas landas. Nikko pun memeluk erat sang istri.


" Tidak apa, sayang...


Ini pengalaman pertama Luna naik pesawat terbang. Senang dan takut menjadi satu, untung Nikko dengan sabar menenangkannya.


Setelah menempuh waktu 4 jam karena sempat transit di Singapura, akhirnya mereka di bandara internasional Male. Mereka segera menuju ke Grand Park Kodhipparu.


Mereka menginap di sebuah Villa di atas laut dengan pemandangan laut biru membentang sepanjang mata memandang. Sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa.


Candle light dinner di sebuah resto yang mewah. Alunan musik romantis nanti merdu terdengar indah di telinga.


" Terima kasih sayang, kamu mau menjadi pendamping hidup ku.


" Aku yang berterima kasih pada mu, Nikko. Kamu mau menerima ku dan Abel dalam hidup mu.


" Bisa kau tidak memanggil ku " Nikko "... sekarang kamu telah menjadi istri ku.


" Lalu aku harus memanggil mu apa...


" Terserah... sayang... honey... darling... atau... terserah.


Luna pun berpikir keras.


" Baik lah... papi... apa aku boleh memanggil mu papi saja.


" Oke, sayang.


Luna membeli berbagai macam oleh-oleh, mulai dari kaos, aksesories hingga sovenir lainnya. Ia membelikan banyak oleh-oleh untuk kedua anak nya, orang tua nya, Pak Silas dan Ibu Maria yang selama ini sangat membantu nya juga orang-orang yang ada di rumah Nikko.


Nikko sangat senang melihat Luna sangat perhatian pada anak-anak, tiap malam ia tak lupa Vidio Call dengan kedua anaknya dan memantau kegiatan yang telah mereka lakukan.


Setelah seminggu mereka di sana, mereka kembali ke tanah air. Abel dan Rissa menjemput mereka di bandara.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2