
Alesha Melepaskan Gaun pengantin, Menaruh nya ke Ranjang baju Kotor. Hanya Menyisakan Baju Dalamnya. Dia menatap wajah cantik dirinya yang tertutup Make up. Lalu Membersihkan Make up hingga bersih. Lanjut Menggosok gigi juga. Alesha membuka semua baju dalamnya. Sekarang, Dia tak memakai sehelai kain yang Membalut tubuh mulusnya.
Alesha Melangkah ke Buthub yang telah di isi Air dingin, yang Bertaburan Bunga Mawar.
Alesha menenggelamkan tubuhnya. Dia Memainkan Air busa lalu meniup-niup kan. Alesha Merasa rileks dengan ritual mandinya ini. Seharian Menyapa tamu undangan membuat dirinya merasa capek yang luar biasa.
Setengah jam kemudian, Ritual Mandi telah selesai dia memakai handuk lalu melangkah keluar kamar mandi.
***
Alesha mematung di depan pintu kamar mandi. Melihat Sang suami duduk di kursi, tangannya memegang gelas yang berisi Alkohol. Alex tengah menatap dirinya tanpa berkedip. Bagaimana tidak, Handuk yang di pakai Alesha terlalu pendek hingga gunung kembar terlihat setengah nya. Dan panjangnya juga di atas lutut membuat naluri kelakian nya bangun.
Alesha tetap berjalan ke ruang ganti. Di sanalah Baju dirinya yang telah di bereskan oleh orang rumah. Melewati Alex dan tetap melangkah tanpa berbicara. Dia tak menghiraukan Suaminya yang menatap penuh minat.
Alex melihat Alesha berjalan tanpa menoleh ke arah dirinya. Meletakan gelas di meja dan mengikuti nya dari belakang. Saat hendak membuka lemari sebuah tangan mencegah nya. Alesha menatap pintu lemari, Dia tak bisa bergerak. Terhimpit tubuh Alex dari belakang.
"Tolong, biarkan aku memakai pakaian. "
"Yeah,, Silakan. " Ucap Alex, tapi ia tidak beranjak dari tempat nya.
"Bisakah Anda menyingkir dariku? Aku tak bisa bergerak dengan leluasa?. "
" Ya baiklah, akan aku kasih ruang untuk kamu ganti pakaian. " Alex menyingkir tapi tidak keluar dari ruangan ganti. justru ia malah duduk di sofa belakang nya.
Alesha mengambil piyama dan benda keramat nya. Ia membalikkan badan, Tapi sang suami masih di dalam ruangan yang sama. ia sangat kesal dengan Alex yang susah untuk tidak mengganggu nya.
"Bisakah anda keluar? akan semakin lama jika Anda berada di sini?. " sungut alesha, dia sudah kehabisan kesabaran nya. Alex benar-benar membuat dirinya malu, dengan keadaan dirinya masih memakai handuk.
Alex menarik tangan alesha, Hingga Alesha jatuh di atas tubuh Alex. Mereka saling beradu pandang, Alex tersenyum kemenangan. Alesha memberontak tapi tenaga nya tak kuat. karena tubuh dirinya yang kecil dibanding kan tubuh Alex yang kekar.
"Lepaskan." mohon alesha.
"Kamu pakai saja piyama nya. Aku akan tetap di sini menemani mu? " bisik Alex, Makin mengeratkan pelukan nya. hingga alesha tak bisa bergerak sama sekali.
__ADS_1
"Dasar Mesum! " Alesha tak menyerah, ia masih berusaha untuk lepas dari pelukan sang suami. Lagi-lagi hasilnya nihil yang ada ia merasa kelelahan.
"Tolong tuan Alex yang terhormat? Bisakah anda tidak mengganggu ku? "
"Ya baiklah aku akan keluar. muach. " Alex mencium bibir alesha. Lalu melangkah keluar ruangan dengan senyumnya yang masih mengembang.
Alesha sempat mematung, tangannya meraba bibirnya. Alex telah mencuri ciuman bibir alesha. Alesha melihat Alex telah keluar buru-buru memakai piyama. dan keluar dari ruang ganti, Tenyata Alex mengunggu di ranjang. Melihat istrinya sudah memakai piyama.
"Kita akan turun untuk makan malam. " ucap Alex.
"Oke."
Mereka keluar dari kamar, Alex lebih dulu jalan di depan. Alesha hanya mengekor di belakang Alex menuju ke ruang makan.
Disana sudah ada mama, papa dan juga adik ipar. Rissa melihat Anak dan menantunya datang mempersilahkan untuk makan malam bersama.
"Alex, Alesha sini duduk, kita makan bersama. "
Mereka duduk bersebelahan, Remy dan Jessica melihat sang kakak masih memperhatikan dengan seksama. Remy menatap alesha dengan raut wajah yang tidak biasa.
"Rencana berbulan madu dimana kalian ? " Tanya indra kepada Alex. Remy, Jessica menoleh ke arah sang ayah.
"Aku belum memikirkan Bulan madu di mana pah. Lagian alesha juga masih sekolah, sebentar lagi akan menghadapi ujian. " jawab Alex, Indra mengangguk mengerti. Dia hampir lupa bahwa menantunya ini masih sekolah.
"Kapan kamu akan memulai ujiannya Alesha? Apakah masih lama? " kini pertanyaannya beralih ke alesha. semua orang menatap dirinya.
"Satu minggu lagi pah, akan di mulai ujian nasional nya. besok juga harus berangkat ke sekolah, Karena alesha akhir - akhir ini sering bolos." terang alesha.
Indra menatap Alex dengan mengintimidasi. Alex yang merasa diintimidasi membuka suara.
"Aku hanya ingin lebih dekat dengan alesha. Agar alesha menilai aku dari penilai nya sendiri.
" jelas Alex.
__ADS_1
"Jangan mengganggu alesha lagi. biarkan dia fokus dulu dengan sekolahnya. setelah itu terserah apa yang kamu lakukan. " Ucap Indra.
Alesha tak sengaja menatap mata Remy dan jessica di seberang meja makan. Dia menundukkan kepala ia merasa menjadi wanita gampangan. Alex melihat gelagat alesha yang aneh. Menatap Remy dan jessica, Tapi Remy berpura-pura sibuk dengan makanannya.
Alex menyudahi pandangannya, ia tak mau merusak makan malam bersama. Ia juga sudah merasa lapar. mereka makan dengan diam tanpa ada yang berani untuk membuka suara lagi.
ššš
Keluarga Alesha..
Keluarga alesha juga sedang makan malam bersama. Herlan masih memikirkan anak sulung nya yang telah menikah dengan seorang milyarder terhebat di Negara nya. ia memikirkan bagaimana kehidupan baru bersama keluarga baru. Dan juga kebiasaan barunya,ia juga memikirkan nya.
"Yah? Apa ayah masih memikirkan Kak Alesha? " tanya Lisa.
"Ayah hanya merasa ada yang kurang, Bulan lalu kita masih bersama. makan, berkumpul dan bercanda bersama. Tapi sekarang kakak mu telah menikah. Jadi, Ayah merasa kesepian tanpa kakak mu. " Ucap Herlan.
"Ayah, Kita Do'a kan saja Anak kita Alesha. Semoga dia bahagia dengan Pernikahannya. Mama sangat bahagia sekali, Anak kita alesha menikah dengan Alex. "Ucap rossa.
" Lisa juga senang, Kak alesha menikah dengan Kak Alex. Dia sangat baik, juga merupakan motivasi aku. Aku juga ingin seperti kak Alex yang sukses dengan usahanya. Agar aku bisa bahagia in kalian di masa tua nanti. "
Sang ibu bahagia mendengar curahan hati anaknya. " Belajar yang giat, Dan terus berusaha agar kamu jadi orang sukses kelak. " Ucap Rossa.
"Benar apa yang dikatakan Mama kamu Lisa. Jangan sampai kamu tak sukses. " Ucap Herlan.
"Kalian Doa kan saja anakmu ini, Suatu saat akan menjadi kebanggaan kalian dan juga kak alesha. "
"Ya sudah, Lanjutkan makan nya. Tak baik jika makan sambil berbicara, nanti keselek. "
Mereka makan dengan lahap. hingga makanan yang ada di atas meja makan habis tak tersisa. Makan telah selesai, Rossa membereskan meja makan. Herlan menonton televisi bersama Lisa.
ššš
Bersambung...
__ADS_1