Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
74. Kekesalan Alex.


__ADS_3

Pagi Hari Alex telah rapi dengan pakaian kantor, sesekali Alex menguap semalam tidurnya tak nyenyak selalu memikirkan Alesha. Baru satu malam tak tidur bersama dengannya rasanya sangat hampa dan kesepian tanpa adanya seorang istri.


Alex Buru-buru langsung berangkat tanpa pamit dahulu kepada alesha dan tidak meninggalkan satu kata pun untuk nya. Di perjalanan Alex tak menuju ke kantor justru ia pergi ke suatu tempat di mana Diaz dan Kakaknya di tempatkan.


Alex begitu tak sabar untuk menemui mereka untuk menginterogasi nya rasanya amarah Alex begitu memuncak saat mendengar bahwa Diaz bertemu dengan luisa semalam. Hanya ada satu pertanyaan di benaknya, kenapa Keduanya bertemu dengan kebetulan apakah mereka sudah mengenal satu sama lain dan menyusun rencana sesuatu di baliknya?.


Alex menambah kecepatan mobilnya sudah tak sabar memberi pelajaran kepada mereka yang telah berusaha menghancurkan rumah tangga nya.


Setelah beberapa menit mobil Alex sampai di satu bangunan tua, bawahan yang telah mengenali mobil bosnya langsung membukakan gerbang.


"Pagi, Bos. "


"Pagi! "


Alex berjalan dengan gagahnya menuju ke tempat mereka di sekap. Bawahan Alex membukakan pintu untuk bosnya. Melihat Diaz dan Kakaknya yang masih tertidur, Bawahan alex membangunkan mereka dengan menggunakan air satu ember.


Akhh..!!!


Teriakan Diaz begitu sangat kencang memenuhi ruangan sempit itu. Tak kalah terkejutnya dengan Diaz, Vino terbangun dengan mata yang memerah melotot kan orang yang telah menyirami mereka dengan tak berperasaan.


Alex masih berdiam diri melihat mereka berdua yang masih kaget dengan siraman air, dia berdiri dengan angkuhnya di depan mereka. bawahannya memberikan satu kursi untuk bosnya duduk, Alex pun duduk di sana dengan berpangku tangan.


"Bagaimana tidurnya? Nyenyak? " tanya Alex.


"Alex! "


"Bukannya kamu seharusnya di psikolog untuk berobat? "


"Alex, Aku.. "


"Sekarang aku tanya dengan mu! kenapa kau bisa datang di sana? menodongkan pistol ke istriku dan berbuat seenaknya? " tanya Alex.


Diaz menatap kakaknya untuk meminta bantu menjawab pertanyaan nya. Tapi.. Vino terdiam saja biarkan adiknya menyelesaikan masalahnya dengan Alex.


"Aku.. Aku.. "

__ADS_1


"Lebih baik kamu jujur saja Diaz! Apa sebab kamu muncul di kehidupan ku dan mengacaukan rumah tangga ku. Kenapa wanita sekarang tidak ada rasa malu dan tau diri merusak harga dirinya sendiri hanya sesuatu yang tidak mungkin untuk dirinya. Benar-benar sangat murahan !!! "


"Alex! kau.. jaga mulutmu ya! jika saja wanita sialan itu tidak mendesak dan mengancam aku. Aku tidak sudi mengotori kehormatan ku hanya untuk kamu dan istrimu berpisah. " teriak Diaz dengan begitu lantang menunjukan jarinya ke wajah Alex. dia sangat marah karena merasa harga dirinya diinjak-injak oleh orang yang dia dulu cintai.


"Wanita? siapa yang kau maksud? " tanya Alex.


"Siapa lagi kalau bukan Wanita yang sangat tergila-gila dengan mu itu. Dia benar-benar sangat Gila dan berambisi. "


"Siapa? "


"Luisa! "


"Luisa? Kenapa kalian bisa saling kenal? " tanya Alex.


"Alex! lepaskan aku dan kak vino dulu. Aku akan memberitahu kamu sebuah rahasia besar. "


"Benar! Aku dan Diaz tidak sengaja menyakiti istrimu. Aku dan Adiku telah mengakui kesalahan yang begitu besar kepada kalian. " Tiba-tiba Vino menimpali pembicaraan adiknya.


"Lepaskan kalian? heh jangan mimpi!!! "


"Jika kau tak mau melepaskan kami ya sudah. bersiaplah untuk mendengar kabar buruk istrimu itu. "Ancam Diaz, dia tak dapat memiliki pilihan lagi rasanya sangat tak nyaman berada di tempat kotor dan sempit ini.


" Untuk apa aku mengancam mu! Aku tau rencana Luisa selanjutnya. Jika kau tak membebaskan kami aku rasa istrimu dan adik ipar mu tidak akan selamat kali ini. "


"Apa maksudmu? "


šŸ’•šŸ’•šŸ’•


Di Kediaman Rumah Alex...


Alesha terbangun dari tidurnya merasakan mata yang begitu sangat berat. Matanya begitu bengkak akibat menangis semalaman, melihat kesamping tempat tidurnya kosong dia menjadi sedih karena pertama kalinya tidak tidur bersama.


Alesha turun dari ranjang tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah beberapa menit membersihkan tubuhnya dan memakai pakaiannya Alesha melangkah ke arah meja nakas. Meraih Handphone lalu membuka pesan, Tapi tidak ada pesan dari siapa pun di handphonenya.

__ADS_1


Alesha menghela nafas merasakan ada yang kurang di pagi hari ini. Dia berusaha berdamai dengan perasaan dengan keadaan seperti ini .


Alesha turun dari lantai atas menuju ke arah dapur tidak ada Alex di bawah. Dia celingukan mencari keberadaan suaminya tapi tidak menemukan keberadaan dia.


"Nona? " tanya Desi.


Alesha membalikkan badannya, melihat desi yang sudah ada di depan dirinya.


"Ada apa? "


"Nona mencari siapa? tuan? " tanya desi memastikan.


"Hah.. Tidak! " Ucap Alesha berbohong, tapi tidak dengan tubuhnya.


"Pagi-pagi sekali tuan sudah berangkat ke kantor Nona. Tuan juga tidak mengatakan sesuatu kata pun saat berangkat. " jelas desi, Alesha menjadi lega setidaknya dia tahu keberadaan suaminya sekarang.


Alesha tak menjawab dan lebih banyak diam, menatap ke atas meja makan. semua makanan di atasnya sudah siap tinggal dirinya untuk sarapan pagi.


"Desi! kamu sudah sarapan? " tanya Alesha.


"Um.. maaf nona saya belum sempat sarapan tadi pagi. "


"Bagus! kita sarapan pagi bersama desi. kau temani aku sarapan okay? sekarang duduk dan makan. " perintah Alesha.


Desi dengan ragu-ragu duduk di meja makan menemani bosnya untuk sarapan pagi.


"Kamu tidak usah ragu-ragu Desi! santai saja oke. Anggap saja aku ini temanmu dan mulai makannya. " Desi mengangguk kepala, sudah beberapa kali dirinya di ajak makan dengan nona nya dia merasa bersyukur .


Mereka berdua memulai makan sarapan paginya, Alesha begitu sangat pergantian dengan Desi. pelayan yang sangat dekat dengan dirinya bahkan tak seperti pelayan. Alesha menganggap Desi adalah teman ngobrol dan teman yang selalu ada untuk nya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2