Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
81. Menjenguk Louisa.


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian...


Di sebuah kantor tahanan..


Hari ini Brata pertama kalinya menjenguk putri semata wayangnya. Kini mereka duduk berhadapan di satu ruangan khusus besuk. Louisa menundukkan kepalanya ke arah bawah meja dia tak mampu menatap wajah papanya.


Brata menatap Louisa dengan rasa kasihan, hatinya sangat sakit melihat anaknya begitu terpuruk di dalam tahanan. Baru beberapa minggu saja Louisa terlihat kusam dan sedikit kurus. Brata menghela nafas dengan lemah lalu menatap nya lagi.


"Bagaimana kabarmu, Louisa? " Tanya Brata mencair kan suasananya.


"Aku baik-baik saja pa. " Jawabannya masih dengan keadaan menunduk.


"Louisa, maafkan papa. kali ini papa tidak bisa membantu kamu untuk keluar dari tahanan. ini sebagai hukuman mu yang telah membantah omongan papa waktu itu. " Kata Brata, Louisa memberanikan diri untuk menatap wajah papa nya dengan air mata yang sudah menganak di pelupuk matanya.


"Kenapa? "


"Kenapa? tentu saja papa ingin memberimu suatu hukuman untuk mu agar berubah lebih baik. Louisa, papa begitu sangat marah dan kecewa dengan mu kali ini.


Papa sampai frustasi saat menghadapi masalah mu yang begitu sangat bobrok. Apa kamu tahu? wanita yang kau sakiti dan kamu benci itu. Dialah orang yang telah menolong papa dimana perusahaan papa hampir bangkrut dibuat oleh mu. " Kata Brata, Louisa menatap papa nya dengan penuh tanda tanya.


"Alesha? tidak mungkin! " Katanya, Louisa tak percaya bahwa Alesha yang menolong perusahaan papa nya. Louisa berfikir jika sekarang Alesha tertawa dan mengejek dirinya yang telah ditahan sebuah lapas.


"Kamu tidak mempercayainya kan? papa harap kamu bisa melupakan Alex. Carilah laki-laki yang bisa mencintaimu! Anakku biarlah ini menjadi pelajaran hidup untuk kamu. "


"Tapi, pah. "


"Louisa, cinta tidak bisa dipaksakan. Mau seperti apa cara kamu ingin memisahkan mereka tetap akan bersama. Jadi, tolong jangan ganggu mereka lagi yah? papa mohon sayang. " Ucap Brata dengan lembut, Dia berusaha membujuk agar tidak terjadi masalah lagi di kemudian hari.


Dengan hati yang berat, dan melihat papanya yang sangat frustasi mengangguk pelan. Brata yang melihat anaknya menyetujui langsung memeluk Louisa dengan erat.


"Pa, maafkan Louisa. " Katanya, Brata mengangguk mengiyakan tanpa berkata.


Setelah berpelukan mereka melepaskan pelukanya.


Brata membelai wajah putrinya dengan lembut mengusap air matanya yang telah bercucuran membasahi pipi.


"Maafkan papa juga yang telah sibuk bekerja, sehingga kamu merasa kesepian. Mulai sekarang, papa akan lebih banyak bersamamu dan menemanimu sayang. " Louisa menganggukan kepalanya beberapa kali.


"Pak, jam besuk sudah habis. " Ucap penjaga tiba-tiba, Brata mengangguk mengerti.


"Sayang, kamu jaga diri baik-baik di sini. jangan khawatir! papa akan sering-sering ke sini menjenguk mu. Sekarang papa harus pergi. "


"Iya, papa juga. Jangan lupa makan ya pa! "


"Iya sayang, papa pergi dulu. " pamit Brata.


Setelah papanya pergi, Louisa pun di bawa oleh penjaga ke sel tahanannya.


šŸ’ šŸ’ šŸ’ šŸ’ 


Di lain tempat..


"Bagaimana kabarmu? " Tanya Alesha ke Adiknya Lisa. Alesha sambil memegangi tangan adiknya dengan lembut.


"Aku sudah membaik, bagaimana dengan kak Ales? " Tanya Lisa balik.

__ADS_1


"Kakak baik-baik saja." Jawabnya.


"Alesha? " Panggil ibunya.


Alesha menoleh. "Iya? ''


" Bagaimana dengan kandungan mu? "Tanyanya sambil memegangi perut Alesha.


" Kandungan ku baik, bu. Bayiku sangat sehat di dalam apa lagi sekarang sudah mulai aktif gerak. " Kata Alesha dengan bersemangat memberitahu ibunya.


"Ohya? Ah.. ibu tidak sabar ingin melihat cucuku dan ingin menggendongnya. " Ucap Rossa senang.


Alesha dan Alex tersenyum melihat Ibunya merasa bahagia dengan adanya cucu pertama.


"Ohya bu. Aku dan Alex ke sini ingin memberikan ini. " Ucap Alesha, lalu menyodorkan kartu undangan.


"Apa ini? " Tanya ibunya, dia mengambil kartu undangan lalu membacanya.


"Alex akan menggelar sebuah acara formal, bu. kalian datang yah? "


Rossa menatap Anak dan menantunya dengan bergantian.


"Kenapa tidak? Kami pasti akan datang sayang. " Ucap Rossa dengan tersenyum.


"Terima kasih. "


"Ibu, nanti Aku akan menyuruh orang untuk menjemput kalian dan membawakan pakaian untuk kalian pakai yang sudah saya siap kan. " Ucap Alex.


"Tidak usah repot-repot, Alex. "


"Tidak, ini sudah kewajiban ku untuk memberikan kalian fasilitas yang baik. " Kata Alex.


Alex mengangguk.


"Ohya! bagaimana dengan kehamilan kakak? acaranya pasti akan melelahkan kak. " Kata Lisa.


Alex dan Alesha menatap ke Arah Lisa.


"Kakak sudah konsultasi ke dokter katanya boleh saja. Tapi, tidak boleh banyak bergerak saat acaranya di mulai. " Kata Alesha dengan tersenyum.


"Oh gitu yah? syukur lah kalau begitu kita tidak khawatir nanti kak. "


"Ohya bu. Kita pamit pulang yah? Kita akan bertemu kembali nanti di acara. " Ucap Alex.


"Baiklah, kalian hati-hati di jalan. "


Alesha dan Alex berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar rumah. Ibu Rossa dan Lisa melambaikan tangannya saat mereka sudah masuk ke dalam mobilnya.


Alesha membalas lambaian mereka dengan tersenyum. Alex membunyikan takson mobil sebagai tanda ia pamit pergi.


Setelah kepergian mereka Ibu dan Anak itu masuk ke dalam rumahnya. Rossa kembali ke ruang tamu dan duduk. Lisa pun sama mereka duduk di kursi yang bersebelahan.


"Huff.. " Rossa membuang nafas.


"Ibu kenapa? " Tanya Lisa.

__ADS_1


"Ibu tidak apa-apa sayang hanya saja Ibu sangat lelah hari ini. " Lisa mengangguk.


"Lisa ke kamar duluan ya, bu. Lisa ingin istirahat dulu. "


"Iya, sayang. "


Akhirnya Lisa pergi dari ruang tamu dan menuju ke arah kamarnya. Rossa yang masih di ruang tamu membaca kembali undangan yang di kasih Alesha.


"Kamu sangat beruntung nak. Ibu bahagia sekali jika kamu mendapatkan suami yang baik seperti Alex. " Gumam Rossa.


Saat Rossa menatap Kartu Undangannya, tak sadar jika suaminya telah pulang.


"Bu? " panggil Herlan.


Rossa tersentak kaget saat Herlan tiba-tiba panggil dirinya. "Ayah? kamu sudah pulang? " Tanyanya.


"Iya, Kamu baca apa? sampai terlalu fokus baca sehingga tidak menyadari jika aku sudah pulang. " Tanya Herlan.


"Oh.. Ibu sedang baca kartu undangan. "


"Dari siapa? ''


" Alesha, Mereka ke sini memberikan kartu undangan ini. "Jelasnya, lalu Rossa memberikan kartu undangan ke Herlan.


" Kartu undangan? Acara apa? "Tanyanya sambil membuka kartu.


" Katanya Alex menggelar acara formal saja, Ayah. "


Herlan mengangguk paham.


"Bagaimana dengan Alesha? "


"Dia baik-baik saja, sayang. "


"Baiklah. " Herlan menutup kembali kartu undangan nya. "Hari ini kamu masak apa? " Tanya Herlan.


"Aku sudah masak kesukaan mu. " Ucap Rossa, Herlan tersenyum mendengar nya.


"Aku sudah sangat lapar siapkan untuk ku yah? " Suruh nya Rossa dengan senang hati melayani suaminya mempersiapkan makanan.


Di Ruang dapur Rossa melayani Herlan dengan sangat baik. Mengambilkan makanan untuk nya dengan ketulusan.


"Di mana Lisa? ajak sekalian dia untuk makan bersama. "


"Lisa sedang istirahat dan juga dia sudah makan duluan bersama kakaknya. " Kata Rossa.


"Begitu? "


"Mhm? Aku yang akan menemanimu makan. " Rossa memberikan makanan nya tepat di depan suaminya. Dan menuangkan air minum untuk Herlan.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2