
"Oh My god. " Alesha melihat adiknya yang terus meronta dan menangis.
Mobil yang membawa alesha berhenti tak jauh di mana Lisa berada. Alesha buru-buru keluar dari mobil lalu sedikit berlari mendekati Lisa.
"Whoa. Whoa. Whoa! " Luisa mencegah alesha untuk mendekati Adiknya. Dia menyingkirkan alesha dan menahannya untuk maju menolong Lisa.
"Tidak! "
"Luisa? Apa yang kau perbuat dengan Kenzo!" tanya Alesha.
"Aku selalu mengingatkan mu untuk mundur menjadi istri Alex. Aku selalu memberimu peringatan! Tapi.. kau tidak menggubris ancamanku rupanya. Kau harus menerima konsekuensinya Alesha. "
"Kenapa kau tidak tau diri! Merusak rumah tangga orang dengan berbagai cara dan menghalalkan semuanya demi seorang laki-laki yang sudah beristri? kau sangat menjijikkan Luisa." Ucap Alesha tak ada takutnya, Dia Begitu marah jika dirinya terus-terusan di sakiti olehnya.
Alesha cukup bersabar untuk tidak berbuat membalas kejahatan mereka. Tapi, sekarang ini dia merasa cukup di injak-injak dan terus menyakiti dirinya dan keluarganya.
"Sialan! " Luisa mengangkat tangannya ke atas ingin menampar wajah Alesha. Dengan cepat Alesha menahannya dengan satu tangan lalu membuangnya kesamping.
Luisa sangat terkejut dengan keberanian Alesha yang menghindari dari tamparan. Luisa melototkan matanya menatap wajah Alesha bibirnya terangkat keatas menahan amarahnya.
Kenzo menghampiri Alesha dan Luisa dia menyingkirkan Tubuh Louisa kesamping. Sekarang Alesha berhadapan dengan mantan kekasihnya mereka bertatapan muka. Wajah Kenzo begitu berbeda tidak ada wajah seperti malaikat sekarang berubah menjadi iblis yang akan menghancurkan dirinya.
"Kau sangat menikmati dengan pria yang sudah bertunangan. Apa bedanya kau dan Luisa? Aku menunggumu di rumah sakit berharap kau datang menjenguk ku tak di sangka kau malah pergi meninggalkan ku dan menikah dengan pria lain. "
"Kenzo, itu tidak benar! kau belum mendengar penjelasan dariku apa yang terjadi pada waktu itu. "
ucap alesha.
"Sekarang sudah jelas sialan! " Teriak Kenzo.
"Aku tanya apa yang kau dengar tentang ku saat itu? Kau tidak mengerti dan tau semuanya. "
"Aku sudah berusaha setia dengan mu tapi kau melemparkan tubuhmu dengan pria yang sudah bertunangan sebutan apa yang pantas untuk mu alesha? " tanya Kenzo.
"Ya! Aku melemparkan tubuhku dengan imbalan uang. Dan itu untuk membayar tagihan rumah sakit mu! Ibumu tidak mempunyai uang sedangkan tagihannya dengan nominal yang sangat besar. Apakah kau tidak berterima kasih dengan ku yang sudah menolong nyawamu. Hah! "Teriak Alesha bak kesetanan.
"Jika aku tidak membuat keputusan hari itu? mungkin kau sudah mati Kenzo! " imbuhnya lagi.
Kenzo mendengar penjelasan alesha begitu terkejut hatinya begitu sesak. Cerita Luisa dan Alesha begitu berbeda, Kenzo menjadi ragu siapa sebenarnya yang benar. Dulu ibunya juga memberitahu jika alesha membawakan uang untuk ibunya membayar lunas tagihannya.
Tapi dari cerita Luisa, Alesha sudah memiliki hubungan dengan Alex pada waktu itu. untuk menyingkirkan dirinya Alex memerintahkan anak buahnya untuk membunuh dirinya dan mengskenariokan Kecelakaan mobil.
__ADS_1
"Kenzo, aku akan memberikanmu semua uang. itu semua ada di dalam tas yang ada di dalam mobilku dan biarkan aku punya Lisa. "
Kenzo meraih wajah Alesha lalu menatap wajahnya dengan begitu tajam dia merasa tidak ada harga dirinya saat Alesha menawarkan uang untuk jaminan Lisa.
Di lain tempat~
Alex terus menghubungi Hayden untuk menyusul Alesha di lokasi penyekapan dan dia menuruti perintahnya.
Sedangkan Diaz memberikan intruksi ke supir jalan mana yang akan dia lewati. Mereka berusaha mengendarai dengan cepat, Vino mengecek lokasinya di mana Luisa berada yang masih di titik yang sama.
"Cepatkan laju mobilnya, Mereka masih di tempat jangan sampai mereka kabur dari lokasi. " ucap vino.
"Bagaimana? apakah masih jauh? " tanya Alex.
"Sedikit lagi."
Alex menghubungi polisi dan langsung mengarahkan polisi untuk ketempat lokasi dimana Alesha dan Adik iparnya di culik.
"Kenzo, tolong biarkan kami pergi. " Kenzo dengan mata yang memerah, Amarahnya telah memuncak di atas tanduk tidak ada rasa sayang dan percaya lagi apa yang diucapkan Alesha.
Pengaruh Luisa sangat besar sehingga Kenzo tidak berfikir jernih sebelum melakukan tindakan nya. Rasa sayangnya sudah mati dan hanya rasa kecewa di hatinya ia memberikan pukulan di wajah Alesha.
Alesha yang tidak memperhatikan Kenzo tidak siap menopang tubuhnya hingga terjatuh ke tanah.
"Kenzo, Stop! "
"Aku melakukan apa yang kamu inginkan. Aku memberikan apa saja yang kamu minta. " Ucap Kenzo pada Luisa.
Kenzo menatap Alesha dengan wajah bengisnya.
"Kamu pikir kamu bisa mempermalukan Aku? Dengan Omong kosongmu itu. Hah!"
"Tidak."
"Kau sangat murahan! " Tanpa ada rasa kasihan kepada Alesha, Kenzo menendang tubuh Alesha dengan kuat.
"Ahkk.. ''Teriak Alesha dengan kesakitan.
" Dimana Alex sekarang, Alesha. Huh? "
"Kenzo, Don't. " Alesha melindungi perutnya dengan tangan. Dia berusaha menutupi agar tidak terkena tendangan amukan Kenzo kembali.
__ADS_1
"Kenzo, Stop! kamu bilang kamu tidak akan membunuhnya. " Luisa mendekati Kenzo dan menarik kerah bajunya. Luisa memintanya untuk stop! walaupun Luisa sangat ingin membunuhnya tapi tidak dengan cara kekerasan.
Dia lebih baik menyakitinya dengan cara lain yaitu merusak psikologis nya dengan itu Alesha melupakan Alex dengan sendirinya.
"Dan dia belum mati. " Kenzo dan Luisa berdebat dengan cara bagaimana memberi pelajaran untuk Alesha.
Saat mereka Lengah, Alesha melihat sekitar samua tidak memperhatikan Alesha yang mengeluarkan pistol yang ada dibelakang tubuhnya lalu mengarahkannya ke Kenzo.
"Persetanan apa yang sudah direncanakan! Aku tidak peduli dia mati atau tidak. " Ucap Kenzo.
"Jika dia mati! kita akan hancur brengsek. "
"Bukankah ini yang kau mau? kenapa kau merasa ketakutan? Dia juga manusia kan dia bukan monster yang harus kita takuti. "
"Kau belum mengenal dia! "
"Aku tidak peduli. "
"Cukup! " Ucap Alesha, Kenzo dan Luisa berbalik badan dan menatap Alesha yang masih terbaring di tanah dengan tangannya menodongkan pistol.
Dorr!!
"Akhhhh... Akhhh... "Kenzo terjatuh ke tanah, Sedangkan Luisa berjongkok dan berlindung di balik mobil. Kenzo terus mengerang kesakitan dan terus memegangi kakinya yang terkena tembakan.
Setelah menembakkan kaki Kenzo, Alesha berusaha berdiri tapi tidak bisa karena sakit tubuhnya yang begitu luar biasa. Alesha terus memegangi perutnya yang terasa kencang. Lisa melihat Adegan itu terus menangis melihat kakaknya tak berdaya yang berusaha menolongnya.
Suara sirine polisi terdengar dari kejauhan, Luisa yang panik dan para bawahannya yang mendengarnya buru-buru pergi dari lokasi penyekapan meninggalkan Kenzo sendirian di sana.
Luisa masuk kedalam mobil dan pergi lewat jalanan yang tidak ada polisi yang menghadangnya. Beberapa menit kemudian mobil polisi datang dan turun dari mobil berlarian mendekati lokasinya. Polisi mengarahkan pistolnya untuk berjaga-jaga dari penculik.
Tak lama kemudian mobil Alex sampai dan buru-buru mendekati Alesha. Hayden dan yang lainnya menolong Lisa sedangkan Alex menolong istrinya yang terbaring tak berdaya di tanah sesekali mendesis kesakitan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....