
Polisi dengan cepat menahan Kenzo yang terbaring di tanah lalu tangannya di tahan di belakang tubuh dan memborgolnya. Polisi memapah tubuh Kenzo yang sakit karena tembakan di kakinya.
"Alesha? Alesha? " panggil Alex dengan cemas.
"ale, can you here me? Alesha? bertahan sayang. tetaplah bersamku, Alesha. Bernafas sayang, Bernafas. " Alex terus menyadarkan Alesha yang sudah tak berdaya dia kesulitan untuk bernafas karena kesakitan.
"Tetaplah bersamaku sayang. Maafkan Aku, Maaf. "
♛♛♛
Di Rumah Sakit~
Mama Risa memeluk Anaknya dengan erat. Dia membuang nafas dengan berat, Melihat menantunya yang terbaring lemah dia begitu khawatir dengan keadaan Alesha dan Calon cucu pertamanya.
"Bagaimana bisa ini terjadi, Alex? " Tanya Mama Risa sembari melepaskan pelukannya.
"Kejadiannya begitu cepat, Aku mengira Luisa tidak akan berbuat nekad dengan Alesha. ternyata fikiranku salah! dia dan mantan kekasih Alesha bersekongkol untuk melukainya. "
"Ya Tuhan, Mama tidak menyangka Luisa akan berbuat keji melukai menantuku."
"Papa akan memberi dia pelajaran yang setimpal. " ucap Papa Indra.
Saat mereka berbincang, Alesha mulai tersadar dari pingsan. Alesha memegangi kepalanya yang terasa sakit. Alex dan yang lainnya menyadari Alesha telah sadar mendekat ke arah Alesha.
"Ughh.. kepala sakit sekali. "
"Alesha, kau sudah sadar? Bagian mana yang tidak nyaman? "Tanya Alex.
" Bayiku? " Ucap Alesha sembari meraba perutnya.
"Bayi kita Okay? Dia baby yang sangat kuat, sayang. Dia baik-baik saja di sini. " Alex mengelus perut Alesha.
"Terima kasih, Tuhan. Bagaimana dengan Lisa? Apakah Lisa baik-baik saja? "
"Ya! Lisa baik-baik saja kau tidak perlu khawatir. Dia sedang di tangani oleh Dokter. "
"Syukurlah."
Alex mencium kening Alesha, Dia meraih tangannya dan terus menciumnya dengan lembut.
"Alesha, Apa kepala masih sakit? " Tanya Mama Risa.
Alesha menganggukkan kepala. "Kenzo benar-benar kuat, Dia memukulku tanpa perasaan . "
"Alesha, Lebih baik kamu beristirahat saja. Papa sama Mama akan pulang lebih Awal. "
"Iya, Papa sama Mama hati-hati di jalan. "
"Papa sama Mama pergi dulu. " Alex dan Alesha mengangguk, Alex mengantarkan Keduanya sampai di depan pintu kamar inap Alesha.
" Nanti kita akan bahas masalah ini pa. "
"Iya, kau temani istrimu dulu jangan sampai dia terluka lagi. "
__ADS_1
"Iya. "
Setelah melihat kepergian kedua Orang tuanya, Alex masuk kembali kedalam kamar inap. Duduk di samping Alesha yang terbaring.
"Alesha, Aku ingin punya bayi bersama mu. Aku hanya takut. Aku ingin duniamu di mulai dan di Akhiri dengan ku. " Ucap Alex dengan wajah sedih.
"Aku lakukan. Alex, kau adalah seluruh hidupku. " Ucap Alesha dengan sungguh-sungguh, Alex menundukkan kepalanya air matanya menetes dia begitu gagal melindungi istrinya. Sudah ke berapa kalinya Alesha terluka karena dirinya kini dia menyesali telah menyakiti Alesha tanpa sadar.
"Are you Crying? Kemari. "
Mereka berpelukan dengan erat Alex terus mencium keningnya lalu di pipinya.
❅❅❅
Di Malam Hari~
Saham di industri batu bara Nicolaus Brata di tangguhkan pada malam hari ini. Karena berita pengambil alihan Oleh pengusaha Alex Dornan.
Pengumuman datang pada hari yang sama founder dan CEO Nicolaus Brata di pecat oleh dewanya sendiri karena di duga anak perempuan tunggalnya yang Bernama Luisa Lestari Brata telah menyalah
gunakan keuangan perusahaan untuk mengirim sejumlah uang untuk membayar para sekelompok preman dan bekerjasama dengan Kenzo Milen. saat ini hanya Kenzo Milen yang sudah ditahan atas tuduhan penculikan dan kekerasan.
Seorang juru bicara untuk D. A group. Katanya industri Batu Bara Nicolaus akan dibubarkan dan asetnya....
Luisa mematikan televisinya dia mulai panik dengan berita malam ini tentang penculikan dan penyekapan Istri Alex dan Adik iparnya telah tersebar.
Dia terus memegangi kepalanya yang begitu pusing tidak ada banyak waktu untuk berfikir lagi.
"Bagaimana ini? papa pasti akan sangat kecewa dengan ku. Tidak ada pilihan lagi selain pergi meninggalkan kota ini jika aku masih di sini polisi akan mudah untuk menangkap ku. Aku harus pergi keluar negara, Ya! hanya ini jalan satu-satunya untuk menghindari kejaran Alex dan Polisi. "
Dengan perasaan panik, Luisa terburu-buru untuk pergi dari Apartemen pribadinya untuk sementara waktu. Mengambil kunci mobil dan terus berjalan dengan tergesa-gesa terus menoleh ke kanan dan kekiri waspada dengan keadaan sekitar.
Merasa sekitar sudah aman dia memasukkan koper ke dalam bagasi mobilnya. Untuk menyamarkan wajahnya dia memakai serba hitam dan memakai masker untuk melindungi wajah agar tidak di kenali orang.
Luisa pergi dari parkiran apartemen mewahnya. Tidak menyadari karena terlalu panik, Luisa tak menyadari bawah orang-orang suruhan Alex Dornan telah standby di dalam mobilnya.
Setelah Mobil Luisa jalan Orang-orang Alex terus membuntuti dari belakang.
"Target sudah keluar! kalian bersiaplah untuk menghadangnya sesuai rencana Awal. "
"Siap! "
Setengah perjalanan~
Calling papa...
"Bagaimana ini? Angkat tidak yah? " Luisa bermonolog sendiri karena sangat ketakutan saat ini.
Brata terus menelpon anaknya tanpa jeda, Luisa merasa dihantui rasa bersalah atas perbuatan dirinya.
"Sialan! " Teriak Luisa, Mobilnya telah di kepung oleh orang-orang suruhan Alex.
Luisa tetap di dalam mobil melihat wajah yang menghadangnya satu-persatu dia mulai panik karena jumlahnya sangat banyak.
__ADS_1
"Keluar! "
Brakk.. Brakk.. Brakk...
Luisa mencari sesuatu di dalam tasnya, dengan tangan bergetar akhirnya menemukan pistol dan sebuah pisau untuk senjata jika mereka berhasil memecahkan jendela mobilnya.
"Buka! dan menyerahlah. "
"Keparat! " Luisa membuka pintu mobil dan mendorong nya ke depan Orang-orang Alex jatuh ke tanah.
Luisa menutup kembali pintu mobilnya lalu membuka sedikit kaca jendela dan menembak salah satu orang-orang Alex.
"Dia benar-benar tidak mau menyerah! hujami peluru ke mobilnya. " intruksi ketua.
Mereka memundur dan berdiri agak sedikit jauh tanpa basa-basi lagi mereka menembaki mobil Luisa dengan tanpa henti. Luisa yang ada di dalam merasa panik, jika tidak keluar kemungkinan mobil akan meledak dan terbakar.
Akhirnya Luisa keluar dari sisi kiri, dan berjongkok menutupi kepalanya.
"Aku mohon jangan bunuh aku. "
Ketua mengangkat tangannya ke udara untuk stop, Dia berjalan ke arah Luisa dan meraih tangannya ke belakang untuk di borgol.
❈❈❈
Sisi Lain ~
"Anak sialan itu membuat masalah sebesar ini. Dia benar-benar membuatku malu dan tidak memiliki muka di publik.
Ya tuhan. Dosa apa diriku sehingga aku mempunyai anak yang begitu susah diatur. Keadaan sudah begini bagaimana aku akan menjalani kehidupan seperti dulu lagi. Aku tidak ingin menjadi miskin kembali. "
Brata yang tak terkontrol dengan emosinya terus menekankan dadanya yang terasa sesak. Kehilangan sebagai besar saham yang telah di ambil Alex membuatnya menjadi gila.
Berita penculikan dan kekerasan istri dan Adik iparnya Alex Dornan terus diberitakan di televisi. Brata tak habis pikir dengan otak pikiran anaknya yang terus berambisi.
Karena perusahaan memiliki masalah begitu besar kemungkinan bisa bangkrut. Sekarang perusahaan tidak mempunyai dukungan dari perusahaan terbesar Alex Dornan.
Brata terduduk di atas sofa sembari memijit kepalanya yang teramat sakit.
"Pak, minum dulu. " Brata mendongak menatap wajah pelayan lalu meraih gelas yang berisi air minum di tangannya lalu dia meminumnya dengan tandas.
"Terima kasih. "
"Sama-sama, Pak. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...