
Alex berjalan lesu, dia masuk ke dalam kamar melihat istrinya yang sedang duduk di atas ranjang. Alesha menyadari jika suaminya datang menghampiri nya, dia menyudahi bermain handphone yang di tangannya.
"Kamu kenapa?"
Alex duduk di tepi ranjang tubuhnya menghadap ke alesha. "Maafkan aku, aku tahu ini bukan waktu yang tepat. " ucap alex dengan membelai wajah alesha.
"Maksdunya??? "
" aku punya rencana untuk kita! aku ingin memberimu dunia, dunia seperti apa yang kau ingin kan. "
"Apa yang kau bicarakan? aku tidak mengerti. "
"Maaf..
" Why???
"aku benar-benar belum siap bahwa aku akan menjadi seorang ayah."
Cih~~
Alesha berdecih saat alex berbicara. lalu dia tersenyum sinis.
"Apakah kamu berfikir bahwa aku siap menjadi seorang ibu? No! aku juga belum siap untuk menjadi seorang ibu, Tapi baiklah ~" Alesha sangat kecewa dengan pernyataan alex yang tak siap untuk menjadi seorang ayah.
" Bukan aku tak senang kabar kehamilan ini, sayang. " ucap alex tangannya ingin membelai wajah alesha, Tapi Alesha menempis tangan Alex dengan kasar.
" aku benar-benar sangat kecewa. "
"Alesha, ini bukan hanya soal menjadi ayah atau ibu. Tapi, aku menghawatirkan dirimu aku belum siap untuk mengetahui nya. dan aku belum siap apa yang akan terjadi saat kamu melahirkan.!! "
"Cukup!!! bilang saja jika kamu tak mau dengan anak ini. " Alesha langsung berbaring membelakangi alex.
Alex menatap alesha yang tak mengerti bahwa dirinya juga sangat khawatir dengan kehamilan yang beresiko ini. Dia juga tak mau kehilangan alesha.
Alex berdiri, lalu berjalan keluar dari kamar meninggalkan alesha sendirian di dalam kamar.
Alex menuruni anak tangga dia berjalan ke luar rumah, membuka kunci mobil. dia naik ke dalam dan pergi meninggalkan halaman rumah.
Alex menjambak rambutnya dengan frustasi, jalan mana yang akan dia laluinya bersama alesha. dirinya memang menginginkan sosok anak yang akan menjadi pewarisnya. Tapi bukan sekarang, jika alesha tetap memaksa melahirkan janinnya dirinya takut apa yang dikatakan dokter akan menjadi kenyataan.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Di Clubbing~~
Alex masuk ke dalam clubbing, beberapa orang terutama warga kota besar masuk ke dalam diskotik atau klub malam mungkin hal yang biasa.
clubbing memang telah menjadi tempat rekreasi bagi pengunjung setianya.
Sementara bagi banyak orang lainnya clubbing adalah tempat yang tabu untuk dikunjungi. Dengan berbagai alasan, termasuk citranya yang lekat dengan kehidupan malam yang bebas, minuman keras hingga narkoba, clubbing menjadi tempat yang โterlarangโ bagi banyak orang.
__ADS_1
Alex menyaksikan betapa kehidupan malam yang ramai di dalamnya. gelap dan riuhnya clubbing dengan segala hal yang ternyata benar adanya, orang yang berjoget hingga meng geleng-geleng kan kepala.
Hilir mudik orang dengan pakaian yang bermacam-macam gaya, mulai dari yang biasa hingga punggung terbuka, dari yang mengenakan jeans panjang hingga rok mini, semua melintas di depan mata.
Aroma parfum dan rokok menyengat memenuhi ruang nafas. Sementara hentakan musik dari dalam diskotik sudah terdengar keras.
Malam makin larut. Suasana clubbing di malam hari Beberapa orang mulai turun dari duduknya, mereka melantai menari saling berhadapan antara yang laki-laki dan wanita.
Untuk beberapa saat mereka saling berangkulan dan ketika musik mengeras gerakan merekapun semakin menghayati.
Satu persatu orang menyusul ikut menari sambil membawa gelas berisi minuman, entah jenis apa.
banyak disuguhi pemandangan yang serba โwowโ. Tampak mereka sedang terbahak-bahak entah apa yang ditertawakan.
Alex duduk sendirian, Para pelayan membawa nampan berisi gelas-gelas kecil dan botol-botol minuman berukuran besar. Sementara bau minuman, asap rokok, dan parfum segala rupa telah bercampur membentuk atmosfer clubbing.
Musik keras dalam ruangan yang gelap dipenuhi Orang-orang, banyak di antaranya sepasang manusia, asyik berjoged mengikuti dentuman musik keras. Tawa mereka yang bercampur dengan kerasnya alunan musik membuat telinga semakin pusing.
Beberapa kali Alex meneguk minuman beralkohol dengan kadar tinggi. Alex menatap gelas yang berisi alkohol, menggoyangkan dengan pelan.
seorang perempuan melihat Alex berada di clubbing, bibirnya tersenyum merekah. lalu berjalan mendekati Alex yang mulai mabuk.
"Alex.. " perempuan itu membelai wajah tampan Alex lalu mencium rahangnya, Alex terdiam saja dia sudah mulai merasakan pusing.
"apa kau kesepian, sayang. "
"Alesha... "
malam ini kesempatan bagi Luisa, dia mengambil banyak foto bersama Alex bahkan Luisa sangat berani mencium dan menghisap leher Alex.
Alex menatap Luisa bagaikan Alesha yang sedang menggodanya. Alex memegang pinggang Luisa sangat pas untuk Luisa potret. beberapa gaya foto sudah ia simpan, lalu ingin membawa alex ke tempat lebih privat.
Saat di tengah jalan, Luisa dihentikan dengan Asisten frans yang kebetulan ada di lokasi. melihat Bos-nya di bawa Luisa, dia berlari terburu-buru mengejarnya jangan sampai Bos-nya melakukan kesalahan besar.
"Nona Luisa? mau di bawa kemana tuan Alex.?? "
"bukan urusan kamu.!! minggir... " Luisa mendorong Frans dengan kasar sampai terhuyung.
"Hei.! ini memang urusan aku, karena dia memang tuanku. Nona jangan sampai aku berbuat kasar dengan anda. "
"Hei gembel, kau hanya bawahan rendahan jangan pernah sentuh aku, jika kau sentuh aku bersiaplah enyah dari bumi.!!! "
"Kau memang tak bisa di ajak bicara baik-baik. " frans merebut tuan alex dari rangkulan Luisa, lalu mendorong kasar Luisa sampai terjatuh di tanah.
Frans memapah tuan Alex ke dalam mobil, lalu dia memutari mobil dan masuk kedalam.
frans menyalakan mobilnya, lalu jalan keluar dari area clubbing.
Luisa yang melihat Alex telah di bawa pergi sangat marah, dia membersihkan bajunya yang terkena tanah.
__ADS_1
"Sialan.!!! Awas saja kau Frans. " Luisa sangat marah, dia berjalan ke arah mobilnya yang terpakir tak jauh.
***
Alesha berbaring di ranjang yang dingin, dia sangat kesepian dan merenungi nasibnya.
"Alex, it's me~ " Alesha meringkuk di atas ranjang dia menangis sesenggukan.
"Where are you~" hiks hiks... " Aku tak ingin seperti ini. will you please come home? ( Maukah kamu pulang? )
Alesha mencoba turun dari lantai atas, dia pergi ke ruang tamu. sudah selarut ini, tapi suaminya pergi tanpa memberikan kabar di mana dia sekarang.
Alesha mondar-mandir di ruang tamu sendirian. jam sudah pukul 02: 30 dini hari belum ada tanda-tanda kepulangan Alex.
Alesha pergi ke dapur menuangkan air putih di dalam gelas lalu meminumnya dengan tandas.
Deru mobil terdengar di dalam rumah, alesha buru-buru ke depan rumah. mendapati mobil suaminya di halaman lalu Frans turun dari kursi pengemudinya, ternyata frans yang menyetir mobilnya.
"Frans.? " Frans tak menjawab dia langsung membuka pintu mobil lalu memapah tuan Alex untuk masuk ke dalam rumah.
Frans langsung menuju ke kamar tuannya, membaringkan Alex di atas ranjang.
"Frans?"
" Maaf sebelumnya nona, saya tidak tahu ada permasalahan apa sehingga tuan Alex seperti ini. saya melihat tuan di sebuah Bar sendirian "
"Bar? " Frans mengangguk.
"saya permisi pulang nona. "
"iya.. Terima kasih Frans. "
"sama-sama nona. "
Frans keluar dari kamar tuannya, dia langsung pergi dari rumah Tuan Alex...
Alesha menatap suaminya yang kacau balau merasakan sesak di dalam hatinya. dia melepaskan sepatu yang masih menempel di kakinya. saat alesha ingin menutupi tubuh alex dengan selimut, matanya melihat bekas lipstik dan ciuman di leher alesha menutup mulutnya.
tangannya bergetar hebat, matanya berkaca-kaca sampai air matanya menetes yang membasahi di pipi cantiknya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
๐น๐น๐น Bersambung.....