Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
80. Kesempatan kedua Brata.


__ADS_3

Jerome hanya dapat menghela nafas beratnya, lalu dia melangkah mendekat ke arah tuannya.


" Tuan? " Panggil Jerome kepada Tuan Brata.


" Apa? Jika tidak ada informasi yang membuat ku senang jangan datang menemuiku! " Kata Brata, sambil meneguk wine yang tinggal setengah gelas.


Huff.. "


"Saya datang ingin memberikan suatu kabar yang bagus untuk anda. dan ini mengenai Tuan Alex Dornan. Saya barusan mendapatkan kabar dari Asisten Frans, dia menyampaikan bahwa Anda harus bertemu dengan nya jam 7 malam di perusahaannya dan kita tidak boleh terlambat.'' Jelasnya.


Brata langsung menatap ke arah Asistennya. Brata yang tadinya bersandar di sofa langsung bangun dengan semangat.


" Mengundangku di perusahaan? untuk apa dia mengundang kita? " Tanya Brata dengan penasaran.


" Tuan Alex meminta kita datang ke perusahaan untuk membahas kerja sama dengan perusahaan kita tuan."


Brata yang tadinya tidak bersemangat langsung berdiri. " Tunggu apa lagi? sekarang kau siapkan berkasnya Jerome! Aku akan bersiap-siap dulu kesempatan emas ini jangan sampai sia-sia


paham?!" Ucap Brata dengan tegas.


"Baik, Tuan. "


Tak banyak berfikir lagi Brata langsung pergi meningggalkan ruangan dan bersiap untuk menemui Alex. Setiap langkahnya dia terus mengucapkan rasa syukurnya.


Sedangkan Jerome sibuk menata dengan berkasnya yang akan mereka bawa. Satu titik terang sudah membuat Mereka bersemangat kembali.


𖔦𖔦𖔦


Jam 7 malam...


Brata dan Asistennya telah sampai di perusahaan Alex. Mereka berjalan dengan terus membicarakan soal kerja sama dengan Alex agar tidak ada kesalahan apa pun dalam pertemuan yang penting.


Brata dan Jerome hampir sampai di depan pintu ruangan CEO, Frans yang sudah melihat kedatangan Brata langsung membukakan pintu ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Terima kasih, Asisten Frans. " Ucap Brata, Frans mengangguk sebagai jawabannya lalu mempersilahkan Brata dan Jerome masuk ke dalam.


"Selamat malam, tuan Alex. " Ucap Brata, saat berhadapan langsung dengan Alex.


"Malam, Silakan duduk. " Alex mempersilahkan mereka untuk duduk, dengan senang hati mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Frans memberikan berkas ke Alex, Lalu dia meletakan berkas di atas mejanya.


"Sebelumnya saya akan berterima kasih dengan anda Tuan Alex. Bagaimana pun juga saya harus meminta maaf karena beberapa hari ini telah membuat Anda marah dan kecewa dengan saya. " Kata Brata, dia menatap Alex dengan rasa penyesalan di hatinya.


Alex mengangguk, dia merasa bersalah atas tindakannya yang terlalu gegabah jika Brata tak mempunyai kesalahan atas peristiwa yang di alami Istri dan Adik iparnya. Jika Alesha tidak memintanya mungkin saja Brata sudah hancur dengan hitungan hari saja.

__ADS_1


" Baiklah! Aku akan langsung berterus terang saja kepada anda tuan Brata. Saya mengundang anda bertujuan untuk memberikan kesempatan ke dua kepada Anda. " Alex menatap Brata dengan tatapan serius.


Brata tersenyum saat kata itu keluar dari mulut Alex.


" Saya berterima kasih sebanyak-banyaknya untuk anda yang sudah memberikan saya kesempatan ini. Dan juga saya beribu-ribu memohon maaf atas kesalahan putri saya yang telah merugikan Nona Alesha. " Kata Brata dengan sungguh-sungguh.


"Anda jangan senang dulu! "


"Kau seharusnya berterima kasihlah kepada istriku. jika bukan dia? Aku tidak akan sudi untuk memberikan kesempatan ini kepada keluarga yang sudah menyakiti istriku berkali-kali. Bahkan ingin mencelakainya dan calon anakku." Kata Alex.


Brata yang mendengarnya menjadi terkejut, dia mengira Alex sendiri yang meminta. tapi, dugaannya salah! Orang yang di benci putrinya dan selalu ingin menyakiti dia ternyata menolong dirinya dalam keadaan yang di ambang kebangkrutan.


" Istriku begitu sangat baik dengan mu bukan? walaupun putrimu yang selalu membuat onar dan terus berusaha merusak rumah tangga kita.


Tapi, Alesha dengan baik meminta jika perusahaanmu dikembalikan seperti semula. jika bukan dia yang memintanya sudah pasti perusahaan yang anda dirikan begitu lama akan hancur dan bangkrut dengan sekejap mata. " Alex terus menerus mencecarnya bagaimana pun Brata harus tahu dan mengingatnya bahwa Alesha lebih baik dari putrinya.


Brata mengangguk-angguk kepalanya paham apa yang dikatakan Alex.


"Saya akan berterima kasih banyak dengan Nona alesha. Mungkin jika berterima kasih saja pun juga tidak akan cukup apa yang telah dia alami. Tapi dengan hati yang tulus saya benar-benar meminta maaf atas putriku perbuat.


Saya akan iklaskan jika putriku di hukum yang setimpal atas perbuatannya. Mungkin jika ini yang membuat dia sadar atas perbuatannya dan mau belajar dengan kesalahannya. Aku akan menerima kenyataan semua ini, mungkin ini ganjaran untuk Luisa yang terlalu arogan karena terlalu dimanjakan oleh diriku. " Brata dengan bersungguh-sungguh mengeluarkan rasa di dalam hatinya. Dia merasa jika dirinya gagal mendidik putri satu-satunya menjadi gadis yang sombong dan seenaknya.


"Aku sudah maafkan Luisa tapi hukum terus berlanjut biarkan dia belajar dengan kesalahannya. Oke, kita langsung ke intinya saja kita mulai membahas kerja sama kita. " Ucap Alex.


Jerome memberikan berkasnya dan mereka memulai membahas kerja samanya.


Alex dan Brata menandatangani surat kerja sama di atas materai lalu mereka berjabat tangan bahwa kerja samanya telah resmi.


"Sekali lagi saya berterima kasih. " Ucap Brata.


" Sama-sama. "


"Baiklah, saya pamit undur diri. " Pamit Brata, lalu menjabat tangannya dan memeluk tanda perpisahan.


Setelah Brata melepaskan pelukannya, Brata dan Jerome pergi dari ruangan.


Setelahnya Frans membereskan semua berkas dan simpan di brangkas khusus. Frans melangkah mendekati Alex yang tengah berdiri di depan jendela.


"Tuan? " Panggil Frans.


"Ya! apakah sudah selesai? "


"Sudah, tuan. apakah anda perlu sesuatu? " Tanya Frans.


Alex membalikkan tubuhnya kini mereka bertatapan muka.

__ADS_1


"Mungkin buket bunga? aku ingin memberikan Alesha bunga mawar merah. " Ucapnya, Alex merasa jika dirinya dan Alesha beberapa hari terakhir selalu gagal romantis mungkin jika dia memberikan buket bunga Alesha akan senang.


"Baik, tuan. "


𖣲𖣲𖣲


Jam 22.00 malam...


Alex Dornan berjalan menuju ke kamar dengan tangannya memegangi satu buket besar bunga mawar merah.


Alex membuka handle pintu kamarnya dengan hati-hati menampakkan kamar yang sudah gelap hanya lampu tidur saja yang menerangi.


Alex menutup kembali pintunya dengan sangat hati-hati lalu melangkah mendekati ke arahnya. Berdiri di samping tempat tidur sambil menatap wajah Alesha yang tertidur.


Alex duduk si sampingnya lalu mencium kening Alesha begitu lama. Alesha merasa terganggu membuka matanya, menatap Alex yang masih menciumnya.


Alesha memeluk tubuh sang suami dengan erat membuat Alex kaget dengan pelukan Alesha yang tiba-tiba memeluk tubuhnya.


"Apa aku mengganggu? " Tanya Alex.


"No! Bagaimana dengan pertemuannya? "


"Lancar! Oh Ya, aku membeli bunga mawar untuk mu. " Alex memberikan buket bunga mawar merah ke Alesha.


Alesha menerimanya dengan senyum mengembang lalu mencium aromanya hingga memejamkan mata.


"Wangi! Aku suka bunganya, Terima kasih. "


"Sama-sama, Aku akan bersih-bersih dulu jika masih ngantuk tidur duluan saja. "


"Aku akan menunggumu saja sampai selesai. " Kata Alesha.


"Ya sudah, Aku akan ke kamar mandi dulu. " Alesha mengangguk.


Setelah Alex pergi ke kamar mandi, Alesha memeluk bunganya hingga terus tersenyum bahagia. Wajahnya terus memancarkan senangnya mendapatkan sebuah bunga. Walaupun hanya hal kecil, tapi Alesha merasa bahwa hal ini sangat manis dan Romantis.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2