Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
84. Cucu pertama.


__ADS_3

Lima bulan kemudian...


Alesha yang kini menjadi Mrs. Dornan memulai kehidupan baru bersama Alex. Pernikahan menjadi kan keduanya untuk mencoba menjalani kehidupan normal seperti pasangan lainnya.


Bulan madu dengan menggunakan pesawat jet pribadi hingga dirinya menjadi seorang Ibu rumah tangga yang baik. Alesha ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak berubah meskipun menjadi istri seorang miliyader.


Kini mereka hidup dengan bahagia setelah melewati ancaman dan terror yang mengikuti kisah kehidupan Alex dan Alesha.


Aksi balas dendam Kenzo Milen yang dibantu oleh Louisa rupanya mengancam kehidupan Alesha dan Alex. Selain itu, kabar jika Alesha sedang hamil rupanya menjadi kemarahan Kenzo karena merasa dihianati untuk berbagi cinta selain dirinya.


❦❦❦


Kehamilan Alesha yang sudah memasuki 39 week akan segera melahirkan di sebuah Rumah Sakit besar.


Hari ini, Hari yang sangat dinanti-nanti semua keluarga besar Alex dan Alesha. Semua perawat dan Dokter siap menangani persalinan Alesha.


"Nona, mari berbaring dulu. " Kata Dokter.


Alesha langsung berbaring, Dokter yang sudah siap dengan memakai sarung tangan mengecek pembukaan nya.


Auh..


Alesha merintih kesakitan saat Dokter mengecek pembukaannya. Alex yang setia mendampingi berusaha menguatkan Alesha.


"Pembukaannya belum lengkap! Mungkin akan lama naiknya menjadi lengkap. Jadi Tuan, ajak Nona untuk berjalan dulu jika masih kuat atau berbaring saja tapi menghadap ke kiri. " Jelasnya.


"Apa tidak ada cara lainnya agar bisa cepat prosesnya? " Tanya Alex, dia sangat cemas melihat Alesha yang menahan kesakitan.


Dokter itu tersenyum. "Ada! Jika anda ingin lebih cepat bisa dengan operasi cesar. "


Alesha menggeleng kepalanya. "Aku tidak mau! Aku ingin melahirkan secara normal saja dok. " Alesha menolak usulan tersebut.


"Tapi, sayang! Aku khawatir dengan keadaan mu seperti ini. ini akan sangat lama bagaimana kamu akan tahan dengan semua rasa sakitnya? " Ucap Alex.


"Tuan, saran saya jika melahirkan normal itu jauh lebih baik. Selain cepat pemulihan nya juga rasa sakit saat keluar Bayinya lebih berkurang. " Jelasnya dengan panjang kali lebar.


"Jika pembukaan nya tak kunjung naik juga kita bisa dengan cara menginduksi atau bantu dengan perangsang agar lebih cepat naiknya." Imbuh nya lagi.


"Tidak Dok, terima kasih. saya akan coba berjalan saja. " Kata Alesha, ia sama sekali tidak ingin melahirkan dengan cara cesar.


Walaupun Alex mempunyai uang yang banyak bahkan bisa membeli obat yang terbaiknya ia lebih memilih untuk melahirkan secara normal.


Selain ingin cepat sembuh dia juga ingin menjadi seorang ibu yang sempurna. Jika masih bisa melahirkan normal kenapa harus dengan cesar? Pikirnya.


"Baiklah, akan saya cek satu jam sekali untuk melihat perkembangannya. Saya tinggal dulu Tuan, Nona. " Ucap dokter, lalu dia dan perawat meninggalkan ruangannya.


Alex dengan pasrah menuruti Alesha yang bersikukuh ingin melahirkan secara normal. Dengan sigap ia membantu Alesha berjalan agar pembukaan cepat lengkap.


"Bagaimana kalau makan dulu? " Usul Alex.


"Boleh. Aku juga sangat lapar sekali. " Ucap Alesha.


"Aku akan meminta Frans untuk membawa makanan. " Alesha mengangguk.


Alesha dengan berjalan pelan ia terus bolak-balik di dalam ruangan. Alex yang ingin membantu malah di tolak oleh Alesha alhasil Alex hanya menatap Alesha yang berjalan bolak-balik sendirian.


Ceklek..


Pintu ruangan di buka, Ayah Herlan dan Ibu Rossa serta Lisa masuk ke dalam. Ibu Rossa meletakkan paper bag besar yang di dalamnya berisi makanan.


"Alesha, sudah makan ?" Rossa membuka tempat makan yang ia bawa dari rumah.


"Belum mah, Alex sudah menghubungi Frans untuk membawakan makanan."


"Tidak usah! ibu sudah bawakan bekal makanan untuk kamu. Sini duduk dan makan dulu. "


"Iya, Bu. "Alesha segera duduk di sofa, Rossa pun ikut duduk di samping anaknya.


"Ohya, kamu mau lahirkan secara normal atau Cesar? " Tanya Rossa.


"Alesha ingin secara normal mah. " Rossa mengangguk, lalu menyuapi Alesha dengan teleten.

__ADS_1


"Harus makan banyak! Melahirkan normal harus banyak tenaga. jangan sekali-kali mengejan saat sakitnya belum 5 menit sekali Oke? " Nasihatnya.


"Memangnya kenapa Bu? " Tanya Alesha, Yang lainnya hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Itu akan berakibat fatal! Kamu juga belum pecah ketuban. sakit yang kamu rasakan ini belum seberapa. Jika sudah pecah sakit yang sekarang akan dua kali lipat lebih sakit." Alesha segera mengerti apa yang di katakan ibunya.


Tiga jam kemudian...


Perawat masuk ke dalam ruangan kembali untuk mengecek pembukaan nya.


"Maaf, saya akan mengecek pembukaan. Jadi, selain suaminya bisa menunggu di sana. " ucap perawat, keluarga Alesha mengerti mereka langsung pergi.


Setelah semuanya pergi perawat itu menutup dengan pembatas.


"Tahan sebentar ya. " Perawat itu memgeceknya, Alesha mengangguk.


Auh..


Perawat menghela nafasnya, lalu melepaskan sarung tangan nya.


"Nona, pembukaan belum juga naik. Ini masih di pembukaan tiga jika tengah malam belum naik juga mungkin dengan cara di induksi. "


"Baiklah." Dengan lemah Alesha mengiyakan.


Setelah kepergian perawat itu, Herlan dan Rossa mendekati Anaknya.


"Bagaimana? "


"Masih di tiga bu! " Herlan yang tak sabar dia mengelus perut Anaknya.


"Cucu Opa, cepat keluar kasian Ibumu. " Ucapnya.


Setelah mengatakan itu. " Ayah keluar dulu. "Pamitnya.


" Ale, bagaimana mulesnya masih sering? "Tanya Rossa.


" Tadi sempet hilang mulesnya, Bu. Sekarang juga belum mules atau merasakan sakit. "Keluhannya.


" Jika mulesnya datang, kamu boleh mengejannya tapi jangan terusan ya. " Ucapnya.


"Ibu tinggal dulu sebentar. "


"Sebenarnya kamu benar-benar merasakan sakit ingin melahirkan atau tidak? " Tanya Alex.


Alesha menatap Alex dengan kesal, dia fikir dirinya bercanda merasakan sakitnya.


"Kamu pikir aku bohongan gitu? untuk apa aku bohongin semua kalau aku ini sudah waktunya melahirkan.? " Ucapnya dengan kesal, Alesha membuang mukanya ke kiri. Alesha tak ingin melihat wajah suaminya yang tidak mengerti dirinya.


Alex yang sudah lelah meninggalkan Alesha sendirian di atas tempat tidurnya.


Kepergian Alex, tangisan Alesha pecah ia tidak ingin seperti ini. Dia juga ingin yang terbaik untuk dirinya dan Keluarga.


Alesha dengan kesal ia memukul perutnya dengan pelan. "Kenapa lama sekali! Cepat keluar. Pokoknya malam ini harus keluar. " ucap Alesha di tengah-tengah isak tangisan nya.


Tiba-tiba mulesnya datang kembali Alesha yang mencoba mengejan. Dengan cepat ketubannya pecah Alesha berusaha memberhentikan cairan yang keluar.


"Bu! ibu! " panggil Alesha.


Rossa dengan tergesa-gesa melihat Alesha.


"Ada apa sayang? " Tanya Rossa.


"Bu! Ketubannya pecah! " Rossa mengucapkan syukur.


"Aku mau ganti nggak nyaman. " pintanya, Alesha merasa risih dengan cairan lengket yang telah membasahi tubuh dibawah nya.


"Alex! Bantu istri kamu menggantikan kainnya. " pinta Rossa.


"Kenapa? "


"Ketubannya sudah pecah! Bantu istri kamu ganti kainnya Ibu mau siapkan baju bayinya. Kamu temani Alesha di sini. "

__ADS_1


Satu jam kemudian...


Rasa mulasnya datang dengan jeda yang dekat. Alesha mulai tidak tenang ia terus membolak-balikan tubuhnya yang merasakan sakit yang luar biasa.


"Alex! Panggilkan dokter. "


"Mulesnya terus-terusan? " Alesha mengangguk.


Alex memencet tombol, lalu beberapa menit Dokter dan perawat masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.


"Sudah lengkap! Siapkan alatnya. " lalu perawat siapkan alat-alat nya.


"Nona, tarik nafas lalu keluarkan di mulut. Oke? "


Alesha mengangguk, lalu ia menarik nafasnya lalu ia membuangnya di mulut. Dia berusaha mengejan dengan kuat.


Aaah.. " Teriak Alesha begitu keras, dia tak tahan dengan rasa sakitnya. Alex yang melihat Alesha berjuang dia berusaha menyemangati istrinya.


"Satu kali lagi, Nona. Kepalanya sudah keliatan ya kan tuan? " Alex yang tak kuat hanya mengangguk saja.


Setelah dua kali mengejan belum juga keluar. Alesha merasa mengantuk dan lemas.


"Nona, sekali tarikan lagi ya ini baru setengahnya. " Alesha yang sudah lemas tak menghiraukan Dokter.


Ia berusaha menutup matanya, Alex yang panik membisikkan ke telinga Alesha.


"Sayang, jangan tidur! Kepalanya sudah kelihatan sekali lagi ya kamu pasti kuat. "Katanya dengan hati yang tak karuan.


" Sayang, jika Aku banyak salah tolong maafkan aku. Aku sangat ngantuk! Pengen tidur. "ucap Alesha.


Alex yang berfikir negatif terus menerus mengajak bicara.


" Ayo sayang. " Tiba-tiba mulesnya datang kembali Alesha tak tahan dengan rasa sakitnya mengejan kembali.


Emm.. Aaaahhh...


Dokter menarik kepala bayinya setelah keluar, hingga bayi mungilnya telah keluar dengan selamat.


Oek.. Oek..


Tangisan bayi telah memenuhi ruangan Alex dan Alesha lega telah melewati proses yang begitu luar biasa.


"Terima kasih sayang, Bayi kita laki-laki. " Ucap Alex lalu mencium kening Alesha .


"Pak, tunggu di luar dulu ya. Nona akan kami bersihkan dulu. " Kata perawat.


Alex pergi memberi ruang mereka untuk membersihkan noda darah yang mengalir.


❦❦❦


Alex yang melihat ibunya, langsung terjatuh lemas.


"Alex! Kamu kenapa sayang.? " Tanya Risa.


" Pah, bantu Alex duduk. " Indra memapah anaknya yang lemas agar duduk di kursi.


"Aku tidak kuat melihat Alesha melahirkan mah. Aku tidak tega melihat dia kesakitan. " katanya.


"Sayang, begitulah seorang istri harus siap untuk berkorban. Dia mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan seorang putra. Jadi, hargai dia dan hormati dia nak. " Risa menasehati Alex dengan begitu lembut.


Risa berharap, setelah Anaknya melihat pengorbanan istrinya menjadi daya pengingat agar tak semena-mena dengan istrinya kelak.


.


.


.


❦❦❧


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2