Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
58. perhatian Alex.


__ADS_3

setelah kejadian itu, rumah Alex lebih di perketat semua sisi-sisi rumah selalu ada penjaga. bodyguard pribadi Alesha juga stay di lantai dua pelayan pun juga tak sembarang untuk bebas berkeliaran di lantai dua di mana kamar alesha dan Alex berada.


"Nona, makan dulu dan minum obat. " Desi meletakkan nampan makananb dan minuman nya di atas meja nakas.


Desi menyuapi Nona alesha dengan teleten, Desi pelayan satu-satunya yang tidak pernah gugup saat berhadapan dengan bosnya langsung.


"Desi! "


"ya, Nona!? "


"Terima kasih, sudah menemani ku dan menjagaku dengan baik. "


Desi menatap nona alesha dengan tatapan bingung. "Nona, anda berlebihan. saya di sini bertugas melayani anda dan menjaga anda saat tuan bekerja. Maaf, dengan kelalaian hari ini nona. saya juga tidak mengerti bagaimana bisa penyusup itu bisa masuk ke dalam kamar anda. ''


" Kamu tidak bersalah, desi. semua ini sudah takdir."


"jika saya mengecek dalam kamar terdahulu, pasti anda tidak akan mengalami kejadian ini. "


"lupakan! saya juga tidak mempersalahkan kamu dan siapapun. " alesha memakan kembali dengan makanan nya. walaupun tak berselera alesha tetap memakan makanan yang di bawa desi.


entah mengapa makan rasanya tidak enak, selalu memikirkan Suaminya yang berada di luar negeri. Alesha meminum obat setelah itu dia memberikan ke desi.


" Aku ingin beristirahat. "


"Baik, saya pamit keluar nona. jika anda butuh bantuan anda bisa memanggilku. " alesha mengangguk.


Desi keluar dari kamar Nona nya. Alesha berbaring di ranjang Hari ini sangat lelah. Alesha menatap langit-langit kamar dia terus berfikir siapa sebenarnya penyusup itu. Ada motif apa sampai berani mengambil resiko masuk ke dalam kamar dan ingin membunuh nya.


"siapa sebenarnya dia? "


šŸ’‹šŸ’‹šŸ’‹


Keesokan harinya~


Alex duduk bersilang di sofa tunggal di dalam kamar, melihat istrinya yang masih terlelap di atas kasur. menyesap cocktail dan meminumnya sampai tandas, baru saja di tinggal satu hari satu malam istrinya menjadi sasaran empuk para musuh.


Alex melangkah mendekati alesha yang masih tertidur mencium dahi dan bibirnya.


Alesha menggeliat merasa terganggu dengan tidurnya dia berusaha membuka mata nya dan melihat siapa yang telah mengganggu tidur nyenyak nya.


"Hai! morning baby? " ucap alesha dengan suara serak khas bangun tidur lalu mencium bibir alex dan sedikit menyesap.


" morning, apakah aku mengganggu tidur mu? " tanya alex.


"No, kapan kamu pulang? "


" jam lima pagi, apakah masih mengantuk? " Alesha menggeleng kepala. " Bagian tubuh mana saja yang luka!? "

__ADS_1


"Hanya terluka di bagian lengan tangan dan perutku sedikit keram saat terbentur kaca jendela. "


Alex menghela nafas seharusnya dia bawa saja alesha pergi bersama dan menemani dirinya di sana. Alex sedikit menyesal telah meninggalkan Alesha di rumah sendirian dan hanya bertemani pelayan dan bodyguard.


"Apakah bayi kita baik-baik saja? " Alesha mengangguk.


"Bayi kita sangat kuat jadi dia tidak kenapa-kenapa hanya keram saja, mungkin akan sembuh jika aku beristirahat lebih banyak. "


Alex menatap perut alesha mengelus perut istrinya dengan penuh perasaan. Mendengar alesha hampir mati di tangan penyusup itu Alex langsung terbang ke Indonesia.


"Aku akan mandi dulu setelah itu kita sarapan di bawah. "


Alesha mengangguk, alex pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa gerah.


Alesha turun dari ranjang membuka tirai jendela dan membuka nya dengan lebar-lebar.


Alesha keluar dan berdiri di balkon, melihat sekeliling rumahnya. Banyak sekali penjaga rumah yang berbaju hitam dan bertubuh besar.


kemarin hanya beberapa saja sekarang lebih banyak lagi di setiap sudut ada penjagaan masing-masing dua orang.


"Apakah dia sekhawatir itu? banyak sekali penjaga di rumah ini. " ucap alesha bermonolog sendiri.


Pada saat ini, Alesha menikmati udara pada waktu pagi hari. Hal ini karena sudah banyak yang paham bahwa saat ini cukup sulit bagi kita untuk menghirup udara yang segar, apalagi bagi yang tinggal di kota-kota besar. Biasanya udara sering tercemar oleh polusi kendaraan.


Pada pagi hari, udara akan menyatu dengan embun yang dingin. Hal ini kualitas udara yang kita hirup di pagi hari terasa sejuk dan segar. Begitu pula pada saat setelah hujan, biasanya kualitas udara menjadi baik. Ini karena polusi udara hilang karena air hujan.


Alesha menoleh melihat suaminya yang telah selesai mandi dan masih memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Alex melangkah mendekat, berdiri tepat di hadapan alesha. " sudah selesai?. " tanya Alesha.


"Eumm! kamu mau aku mandikan? " tawar Alex. Alesha mengedipkan matanya beberapa kali lalu mengangguk.


"Ayo! aku akan mandikan kamu. "


Alex membopong alesha menuju ke kamar mandi, lalu menutup pintu dengan rapat-rapat.


membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.


Alex memulai membasahi tubuh alesha dengan shower, menuangkan sabun dan menggosokkan di tubuh mungil istrinya.


Alesha merasa bersyukur mendapatkan suami yang begitu perhatian dan sangat peduli dengan dirinya. Alesha meraih telapak tangan alex dan memeluknya di wajah dirinya.


"Ada apa!? "


Alesha mendongakkan Kepala menatap mata alex, lalu tersenyum manis.


"aku hanya ingin seperti ini! "

__ADS_1


Alex menjadi heran dengan sikap alesha hari ini, lebih manja dari hari-hari biasanya. Alex memutus kontak mata dengan alesha, melanjutkan memandikan alesha dengan Hati-hati.


...****************...


Alex memakai kan Alesha drees pendek di atas lutut. lalu menyisiri rambut alesha dengan hati-hati setelah itu mengoleskan Antibiotik dan mengganti perban yang agak basah.


Alex dan Alesha berjalan turun ke bawah para pelayan sudah siap siaga di bawah. Alex melihat satu-persatu pelayan dan melewati nya.


Alex mendorong kursi untuk alesha duduk di meja makan lalu dia duduk di samping nya.


Alesha melihat menu yang sudah di siapkan di atas meja. banyak sekali menu-menu baru dan tentunya makanan favorit dirinya. Alesha menatap suaminya, banyak sekali kejutan-kejutan hari ini.


" buka mulutmu.! "


Alesha membuka mulutnya saat alex menyuapkan makanan, Alesha mengunyah dan memperhatikan cara suaminya mengambil makanan.


"Apakah hari ini aku sangat tampan!? " tanya alex, alesha berhenti mengunyah dan menatap suaminya.


" Apa? "


"kamu sedari tadi terus-menerus menatapku apakah ada suatu yang berbeda hari ini? apakah aku lebih tampan dan gagah? " ucap Alex dengan pedenya.


Alesha terbatuk, alex mengambilkan minum memberikan ke alesha dan meminumnya.


" bukannya kamu sudah tampan dari dulu? "


"Ya, aku memang tampan dari lahir makanya banyak sekali wanita-wanita gila yang mengejar-ngejar diriku yang sangat tampan ini!? "


Alesha hanya tertawa pelan menggeleng- geleng kepala, melihat suaminya yang terlalu percaya diri.


"Ohya.. bagaimana dengan pekerjaan kemarin? Apakah lancar? "


"Kemarin sangat lancar dan kerjasama dengan perusahaan besar di sana juga berhasil. "


"Syukurlah.. "


Alex menyuapi alesha kembali sampai makanan di piring alesha habis. lalu alex juga sarapan untuk dirinya setelah menyuapi alesha. baginya lebih penting mendahulukan istrinya ketimbang perutnya sendiri yang sudah merasa lapar saat alesha masih tertidur.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2