Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
45. Mulmun.


__ADS_3

Alesha berbaringan di atas Kasur menunggu seseorang datang menolongnya untuk ke kamar mandi. Tapi, beberapa menit belum ada orang yang mengetuk kamar nya.


"ssttt.. kenapa sakit sekali. " Alesha menekankan di bawah perut yang terasa kram.


Ckeklek~


pintu kamar di buka, Alex masuk ke dalam kamar. Alesha berusaha menutupi kesakitannya di depan Alex.


"sudah bangun? " tanya Alex.


"iya, umm.. Aku boleh minta tolong nggak.? " tanya alesha.


"minta tolong apa? " Alex mendekati alesha.


"Umm.. aku ingin toilet. Tapi, aku mau di gendong? " ucapan alesha membuat alex terheran. tidak biasanya alesha meminta tolong, apa lagi minta di gendong..


"Mau atau tidak? kalau tidak aku minta kepala pelayan saja yang mengantarkan aku. "


Alex tak suka dengan ucapan alesha, dia merasa cemburu. Alex langsung menggendong alesha tanpa banyak ngomong lagi.


Dan misinya telah berhasil, walaupun melihat sang suami yang sedang menahan cemburu.


Alex menurun kan di atas kloset, lalu langsung pergi dari kamar mandi. Alesha merasa bersalah, Tapi juga tak mau Alex melihat dirinya yang tak berdaya. Alesha kembali menekankan perutnya, lalu membuka cd -nya. melihat bercak darah pink di dalamnya.


"mens yah.. tapi kok dikit banget.? " alesha bergumam.




Alesha berjalan dengan sangat Hati-hati, mulutnya menahan mual.



Huem~ Alesha menutup mulutnya, rasanya sangat tak nyaman.



Alex melihat gelagat istrinya yang aneh langsung menghampiri.



"kamu kenapa, sakit? " tanya Alex khawatir.



"Nggak.! aku cuma masuk angin kayanya deh. " Alesha berbohong.



"Kamu tadi siang belum makan, sekarang kita turun, makan dulu oke. "



Alesha mengangguk.



Alesha dan Alex menuruni anak tangga, mereka turun dari lantai dua, lalu mereka berjalan menuju ke dapur.



para pelayan dengan seragam yang sama sedang sibuk menyiapkan makanan untuk majikannya.



Hidangan tersaji begitu banyak di atas meja makan yang persegi panjang dengan berbagai macam menu.



"tata dengan rapi. " ucap Kepala pelayan.



"Baik."



pelayan mendorong kursi untuk Alex dan alesha duduk. pelayan dengan cekatan mengambil kan nasi dan lauknya di piring alesha dan Alex. lalu menuangkan susu dan air minum di samping nya.



Alesha menatap hidangan di atas meja semua makanan berat dan agak berminyak. Alesha tak menyentuh sedikitpun nasi yang telah di ambilkan oleh pelayan. Alex menatap Alesha dengan bingung apakah makanan nya tidak enak? tidak biasa nya alesha pemilih makanan, dia akan makan yang telah di sediakan. Tapi, sekarang menyentuh pun enggan.



"Sayang? " panggil Alex.



"Huh???



" Kenapa tidak di makan? " tanya Alex, kepala pelayan melihat ke nyonya nya. dia sangat takut jika makanan yang di hidangkan di atas meja tidak enak.


__ADS_1


"Aku nggak mau makan ini.! " ucap alesha, lalu mendorong piring agak menjauh darinya. Makanan yang tadi di siapkan disingkirkan oleh Alesha membuat para pelayan sangat takut jika yang di sajikan bukan selera makan Nyonya nya.



"Apa makanan nya tidak enak? "



"aku nggak mau makan ini, aku mau salad sayur sama telur mata sapi.!! "



"ini enak loh, kamu juga biasanya suka makan makanan seperti ini.? "rayu Alex.



" Aku nggak mau makan! "



"kalian ganti makanannya, dan segera sajikan yang istriku mau. " ucap Alex.



"Baik tuan. "



para pelayan langsung pergi ke dapur mengganti makanan. lima pelayan sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ada yang mencuci sayur ada yang bikin telur mata sapi.



lima menit kemudian~



para pelayan langsung menyajikan salad dan telur mata sapinya di depan alesha. Alesha menatap nya dengan cemberut, mencicipi menu yang mereka hidangkan.



Alex melihat istrinya kurang puas menatap tajam para pelayan.



"Kanapa cemberut? "



"telur nya dua doang!! aku pengen nya sepuluh!! " ucapan alesha, membuat Alex menghela nafas panjang. Alesha membuat kesabaran Alex habis.




"Baik, Tuan. " tanpa banyak kata para pelayan langsung membuatkan nya lebih banyak lagi.



Alesha makan dengan senang.



Alex menatap alesha dengan heran, Hari ini Alesha memang berbeda. kenapa menjadi menyebalkan sehingga para pelayan bolak-balik membuatkan makanan untuk nya.



Alesha menghabiskan salad sayur dan telur mata sapinya dengan tak tersisa. lalu minum susu yang di tuangkan para pelayan tadi.



setelah makan, alesha merasa mual. dia langsung pergi ke kamar mandi memuntahkan semua isi dalam perutnya.



Huek.. Huekk ...



Alex melihat alesha berlari ke kamar mandi langsung menghampiri alesha yang muntah -muntah di dalam. khawatir dengan keadaannya Alex menggedor-gedor kamar mandi.



Duk.. Duk..



"Sayang, are you oke.? "



Alesha tak menjawabnya membuat Alex tambah khawatir. dia penasaran dengan alesha yang berada di dalam kamar mandi tanpa suara.



"Alesha? kau baik-baik saja? jawab aku jika kamu baik-baik saja. " tanya Alex.


__ADS_1


pintu kamar mandi di buka menampakkan Alesha yang sangat lemas.



"Kau kenapa sebenarnya? " tanya Alex lagi.



"Huh.. A-aku tidak tau. "



"kita periksa saja oke? entah kamu keracunan makanan atau memang kamu tak enak badan. "



Alesha menggeleng, Lagi-lagi Alesha menolak untuk periksa. mungkin hanya masuk angin saja fikir nya mungkin juga mau datang bulan. Karena dia melihat ada bercak darah yang sedikit di cdnya.



"sepertinya aku hanya masuk angin! dan bulan ini belum dapat datang bulan. bisa jadi datang bulan akan datang. " jelas Alesha.



Alex tampak bingung datang bulan apa itu?


bulan apa yang di maksud istrinya.



"Aku istirahat saja deh.. " Alesha pergi dari dapur, mungkin lebih banyak istirahat mungkin bisa membalikan tubuhnya kembali Fit.



Alex mengekori alesha dari belakang, setia menemani Alesha naik ke atas, mereka masuk ke dalam kamarnya.



Alesha duduk di sofa sambil selonjoran, tangannya mengambil remot TV dan menyalakan.



Alex menghela nafas panjang, dia memijit dahinya yang terasa pusing. mereka menonton bersama di dalam kamar.



🌹🌹🌹



Di dapur.



para pelayan membersihkan dapur dan meja makan, makanan yang telah di sajikan di bawa kebelakang. makanan yang telah sajikan tidak boleh di sajikan kembali untuk majikannya. Tapi, para pelayan tidak membuangnya, mereka menyayangkan makanan yang tidak akan di makan majikannya lagi. makanan itu mereka yang akan menghabiskan seluruh menu siang ini.



"padahal ini makanan yang paling enak, kenapa nyonya tidak mau memakannya.? " tanya pelayan desi.



"aku juga tidak mengerti! nyonya malah minta telur mata sapi sama salad. Tapi, malah di muntah kan huhh.. "



"mungkin makanan nya bukan selera nyonya. " ucap maya.



"Kalian ngerasa tidak? kalau nyonya masih sangat muda. "



" iya.. kelihatannya masih remaja. Tapi, kenapa sudah menikah yah? " tanya desi.



"sudah-sudah jangan bergosip, apa lagi mengenai istri Tuan Alex. lanjutkan saja makanan nya. "



Mereka makan di dapur belakang, dapur khusus untuk para pelayan dan security. mereka tidak mau lagi membahas istri tuannya, bisa-bisa mereka di depak dalam sekejap.


.


.


.


.


..


.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2