
Di perjalanan pulang Diaz melihat ke kaca mobilnya memperhatikan sebuah mobil berwarna hitam di belakang mobilnya yang terus membuntuti mobilnya.
" Kenapa mobil itu terus berada di belakang? kenapa tidak menyalip ke depan? Ada yang tidak beres! "
Diaz menambahkan kecepatan mobilnya, menginjak pedal gas agar laju mobilnya lebih kencang. Merasa dirinya terancam Diaz menjadi ketakutan saat mobil di belakangnya terus membuntuti nya.
Saat adegan kejar-kejaran mobil diaz dan mobil hitam. akhirnya mobil diaz berhasil di salip mobil hitam itu menghadangi mobilnya tepat di depannya. Diaz sangat ketakutan saat segerombolan para pria berbadan besar turun dari mobil di depannya.
menggedor kaca mobil dengan begitu kuat sampai pecah. Mereka mengancam diaz agar ikut bersamanya dan menuruti mereka.
"Apa yang kalian ingin kan? "
"Kau ingin ikut kami atau kamu ingin mati di sini? " pria brewokan itu memberi pilihan yang sulit bagi diaz.
"Siapa kalian? "
"Kau cukup ikut dengan kami! jika tidak jangan salahkan kami untuk melubangi kepalamu! " diaz sangat terkejut dan ketakutan, tapi pria itu terus menyeret Diaz untuk masuk ke dalam mobil mereka .
Dengan sekuat tenaga Diaz memberontak, tak akan pernah tertandingi dengan tenaga mereka yang sangat kuat.
Setelah beberapa menit di perjalanan yang amat jauh mereka telah sampai di lokasi yang di perintahkan oleh bos nya untuk memasukkan Diaz kesana.
"Bawa dia masuk. "
"Baik."
"Jalan! " mereka mendorong masuk diaz dengan begitu kuat, dia terkejut dengan tempat yang sangat sepi dan gelap. Hanya satu lampu untuk menerangi ruangan itu pun tak terlalu terang.
Blam!!!
pintu di tutup dengan keras, Diaz menggedor-gedor pintu dengan sekuat tenaga.
"Buka pintu nya! sialan! "
Brakk... Brakk.. Brakk..
"Brengsek!!!
__ADS_1
Bragkk..
terakhir diaz menendang pintu dengan kuat.
"jangan buang-buang tenaga mu lagi, mereka tidak akan mengeluarkan mu kalau tujuan nya belum tercapai. "
"Siapa kamu! "
pria itu melangkah mendekati diaz, sehingga menampakkan wajahnya di depan Diaz.
"Kak vino? kenapa kamu juga ada di sini? tanya diaz.
" Kak! beberapa hari ini aku mencarimu, ternyata kamu di sini? syukurlah aku bisa bertemu kakak lagi. " Diaz memeluk Vino dengan erat, diaz sangat khawatir dengan kakaknya sehingga dia selalu mencari dia di seluruh penjuru kota-kota.
"Diaz! kenapa kamu bisa di culik oleh mereka? "
"Aku tidak tau siapa mereka! aku barusan dari caffe dan akan berjalan pulang. tapi di tengah perjalanan mereka telah menghalangiku dengan mobilnya. "
"Apa kamu telah berbuat sesuatu dengan alex? " tanya Vino.
"Alex? Apa maksudnya? "
"Kak? Apa yang kakak telah lakukan? "
"Diaz! bukankah kamu sangat mencintai Alex? bahkan kau selalu melakukan apa pun untuk dia? Aku pun sama! "
"Maksudnya? Oh Tidak, Tunggu! Apa kakak telah melakukan sesuatu kepada mereka? " tanya Diaz.
"Diaz, dulu kau depresi karena dia? kau selalu bercerita tentang dia sepanjang waktu sampai kau sakit. kakak hanya melakukan apa yang sepantasnya kakak lakukan. Aku sangat sakit melihat mu seperti itu. Jadi, kakak bertekad untuk membalas dendam untuk mu diaz. Aku ingin dia merasakan apa yang kamu rasakan dulu! "
Diaz memundur beberapa langkah, dia terkejut dengan kakaknya yang bertindak bodoh sebelum bertanya dulu dengan dirinya.
Sebenarnya dia sudah move on beberapa tahun akhir-akhir ini. memilih menyerah dari pada terus menerus menyakiti dirinya sendiri karena terobsesi dengan cinta.
"Kak! dulu aku memang sangat bodoh. aku bodoh karena terlalu terobsesi akan cinta Alex. Tapi, itu dulu kak! aku sekarang tidak ada rasa dan cinta dengan dia lagi. "
"Apa katamu? "
__ADS_1
"Aku sadar! apa yang aku mau tidak mesti untuk aku miliki. aku buta karena cinta bodoh ku yang terus membesar. Sekarang aku sudah menemukan seseorang yang selalu ada dan terus menyayangi ku tanpa ada tuntutan. "
"Sialan! bagaimana nasib kita sekarang diaz.? "
Vino benar-benar terkejut dengan pengakuan adiknya, sekarang posisi nya sangat sulit untuk mereka menghadapi Alex.
"Diaz? kenapa bisa mereka menculik mu jika tidak ada sesuatu. "
"Aku di ancam oleh seorang wanita dia bernama luisa, dia mendesak aku untuk menghancurkan pernikahan Alex dan istrinya. Dia juga sama seperti ku dulu, yang terobsesi dengan Alex. Sekarang kita berada di sini, bagaimana dengan nasib kita kak? "
"Kamu cukup tenang. "
"Apa tidak ada cara untuk kita kabur? "
"tidak ada, setiap tempat sudah tertutup dengan rapat. percuma saja kita berusaha kabur tidak ada gunanya juga. Sebaiknya kita berfikir untuk bernegosiasi dengan alex . "
"Kamu benar kak! aku tahu rencana luisa selanjutnya. jika aku membocorkan dan memberitahu dia dengan jaminan kita untuk bebas dari polemik masalah ini. "
"Bagus! setidaknya kita mempunyai senjata untuk bernegosiasi dengan nya. "
"Sebaiknya kamu istirahat dulu, Dia pasti akan datang besok pagi-pagi. "
Karena diaz sudah sangat lelah akhirnya bersender di lengan kakaknya menyender dan memulai tidur.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...