Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
37. Mall.


__ADS_3

Frans memesan makanan, banyak sekali makanan yang di hidangankan di meja mereka. ke dua sahabat alesha tercengang dengan makanan yang ada di meja.


sudah alesha duga, jika Frans yang pesan akan sebanyak ini. Alesha mencoba bersabar dengan Asisten Alex.


" Are you crazy?? " ucap Dewi.


Asisten Frans, menatap dewi dengan bingung. " Whatt.?? "


"pak, anda pesan terlalu banyak.! "


"kau bisa memakan yang Anda suka saja Nona. saya tidak menyuruh memakan semua hidangan ini. "jelas Frans.


" Sudah, cepat makan. setelah ini kita nonton jangan berdebat masalah makanan lagi.


... Anda juga ikut makan pak Frans. "


"Baik Nona. "...


" Baik sekali anda nona. " batin Frans.




mereka telah selesai dengan makan siangnya. mereka langsung menuju ke cinema XXI, Alesha melihat jadwal film yang sedang tayang.



Alesha memesan 4 tiket masuk, jam tayang film yang di pesan Alesha kebetulan sudah di mulai. mereka langsung masuk ke dalam bioskop tanpa menunggu jam tayang, mereka mencari duduk yang di pesan.



Film di mulai~~~



Mereka menonton film genre romantis barat.


Alesha dan ke dua sahabatnya sangat fokus saat film di mulai. berbeda dengan Frans, Frans melaporkan semua kegiatan Alesha saat di mall.



"Awasi Alesha dengan benar, Frans. Tidak tau kapan musuh akan menyerang. "



itulah pesan yang di kirim Alex.



"Baik, tuan. "



satu jam setengah film telah berakhir, satu persatu mulai keluar dari bioskop.



Alesha, Dewi, Lily dan Frans keluar dari bioskop.



"Film-nya bagus banget, pinter lu sha nyari flim genre romantis. " ucap Lily.



"Tapi sayang Ly, peran cowok nya mati karena kanker otak. kasian banget istrinya sampai tak bisa menjalani hidup dengan semangat. pasti dia frustasi banget saat di tinggal suaminya. "ucap Dewi.



" Iya, benar. kasian juga istrinya, Tapi film nya bagus dan menghayati banget... "



"Ohya, kalian mau lihat-lihat dulu nggak? " tanya alesha.



"Mauuu.! " ucap Dewi dan Lily bersamaan.



Mereka melihat-lihat sekelilingnya mencari toko yang akan mereka datangin.



Alesha melihat di toko pakaian, melihat satu dress yang dia suka di pajang depan kaca.



"kita ke sini yuk. " ajak alesha.



Dewi dan Lily mengekor di belakang Alesha.



Alesha memegang satu drees berwarna merah hati, bahan yang halus dan desain yang unik. Alesha ingin mencoba nya, tapi saat melihat harga dress sangat mahal tak jadi mencoba.



Alesha pergi dari situ, berjalan mengelilingi toko bersama dua sahabat nya. Frans melihat istri bosnya tak jadi mencoba nya berinisiatif untuk melihat dress yang di pegang alesha.


__ADS_1


"Kenapa, nona alesha tak mencoba nya? dress ini sangat cantik, apa lagi kalau yang memakai nona alesha pasti akan membuat Tuan Alex suka. " Frans bergumam.



Frans memanggil pelayan.



"Bungkus dress ini untuk ku. dan ini kartu nya. " Frans menyodorkan kartu black card punya alex.



"Baik, tuan. " palayan itu pergi membungkus kan dress yang di beli Frans.



Frans melihat alesha dari kejauhan, melihat Alesha memegang sebuah kalung berlian dan sepasang cincin tunangan. Frans lebih dekat lagi, melihat barang mana yang di pegang alesha.



"ini cocok sekali untuk mu sha. " ucap Dewi sambil memperlihatkan kalung dan sepasang cincin berlian.



"ini mahal banget wi, aku nggak punya uang. jika aku punya uang sudah aku beli, aku emang suka desain cincin ini sangat manis. " ucap alesha.



"kita cari toko yang lain yuk, ini nggak cocok untuk kita yang tak punya banyak uang.! " Alesha mengajak ke dua sahabatnya keluar dari toko.



saat mereka pergi, Frans mengambil kalung dan sepasang cincin itu.



"bungkus ini juga. " Frans menaruh barang di meja kasir.



"Baik, Tuan. "



pelayan tersebut telah membungkus semua barang yang di belinya. Frans mengambil tote bag berukuran masing-masing.



"Terima kasih, telah berbelanja di toko kami. " ucap pelayan toko. Frans mengangguk sebagai jawaban.



frans keluar lalu pergi dari toko itu. Frans Mencari keberadaan Alesha, dia melihat nona bos di toko buku.



mengawasi alesha yang memilih-milih buku.


Alesha membawa 3 buku untuk di bayar, dewi membawa 2 buku dan Lily membawa 4 buku.



saat mereka akan membayar buku, frans melarang alesha membayarnya.



"Biar saya yang bayar, nona. " ucap Frans, alesha menatap nya dengan linglung.



"saya yang akan bayar buku ini semua, dan ini kartu nya. " Frans membayar semua buku. pelayan membungkus menjadi tiga.



"ini, barang nya. dan Terima kasih telah berbelanja di toko kami. " ucap pelayan.



mereka keluar dari toko.



"Pak Frans Terima kasih sudah membayar kan belanjaan kita. " ucap Dewi.



"Iya, terima kasih pak Frans, yang ganteng... " ucapan lily membuat dewi melotot, tangannya menabok bahu Lily.



"Heyy!! kau berterima kasih yang benar.


kau berterima kasih atau mau menggoda orang.? "



"aku sudah benar, dewi. "..



" sudah.. kalian ini selalu ribut. Maafkan mereka pak Frans. "ucap Alesha.



" Tidak apa-apa nona. sekarang mau ke toko mana lagi? "

__ADS_1



"kita pulang saja, sudah lumayan sore. "



"Baik, Nona. "



mereka berjalan ke tempat parkiran. saat sudah sampai Frans membuka kunci mobil. membukakan pintu untuk alesha, dan memasukkan barang-barang belanjaan di belakang bagasi.



Frans masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.



Broomm~~~



mobil mereka telah keluar dari mall.



"Pak Frans, anter dulu sahabat aku. "



"Baik, Nona. "



Frans mengantarkan Dewi terlebih dulu, yang rumah nya lebih dekat. setelah mengantarkan dewi berlanjut ke rumah lily.



"Terima kasih ya sha. " ucap Lily.



Alesha mengangguk "Iya,sama-sama."



"Hati-hati di jalan, byeee pak tampan.. " goda Lily.



Alesha tertawa~~



"Pak Frans, sepertinya temanku menyukai Anda.! " ucap Alesha.



Frans hanya tersenyum simpul. sebenarnya Frans merasa malu saat di goda teman bosnya. Jika tidak ada Alesha mungkin Lily sudah di bungkamnya.



Di sepanjang perjalanan pulang, alesha selalu menatap jalanan.



Mobil berhenti~~



mereka telah sampai di Apartemen milik Alex.


Alesha langsung keluar dari mobil, hari ini sangat lelah. tidak menghiraukan Frans, alesha langsung naik dia sudah lemas, seharian sekolah lalu nonton film dan berkeliling ke toko-toko.



di dalam kamar.



Alesha merebahkan tubuhnya di atas ranjang, kaki-kakinya terasa pegal, Alesha memejamkan matanya yang terasa mengantuk. Alesha mulai terlelap dengan tidur nya, tanpa berganti pakaian terlebih dahulu.



Frans melihat nona nya telah masuk ke dalam kamar apartemen, langsung pergi ke perusahaan lagi. menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, saat di perjalanan Frans terbayang dengan sosok Lily yang humoris dan ceplas-ceplos.



He he. ~ Frans cengengesan.



"Ya Tuhan, aku seperti orang tak waras. " Frans menepis fikiran tentang gadis itu.



Tapi, Lagi-lagi tak bisa menyingkirkan fikiran itu. "Aku bisa gila, kalau begini. " Ucap Frans bermonolog sendiri.



.


.


.

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2