Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
62. Bertemu penyusup.


__ADS_3

Mobil Alex memasuki jalanan sepi dan jauh dari pemukiman. Hayden telah membawa penyusup itu sangat jauh dan sedikit susah untuk di lacak oleh orang.


mobil terhenti dan masuk ke dalam sebuah bangunan lama yang terlihat seperti bangunan yang terbengkalai padahal di dalamnya sangat bagus dan layak untuk di huni para penyusup itu.


"Bagaimana dengan dia sekarang!? "


"Dia belum membuka suara, tuan. Sepertinya dia sangat setia dengan bos yang menyuruhnya. " ucap Hayden.


"Heh! dia tidak menyayangkan nyawanya sendiri rupanya. "


Alex berjalan dengan santai melihat kejauhan penyusup itu yang sedang tertunduk ke bawah yang tertidur di kursinya. Alex melihat teliti gesture seorang tersebut, laki-laki yang masih muda mungkin umurnya tidak jauh di bawahnya.


"Frans, apakah kau sudah mencari tau tentang keluarga nya atau orang terdekat yang menyangkut tentang dia.!? "


"Sudah tuan, sepertinya dia di lindungi seseorang yang di belakangnya. Jadi tidak ada jejak yang mengenai dia saat aku menyelidikinya!. "


Alex terdiam. "Bangunkan dia! "


Frans mengambil satu gelas air minum, tangannya menyiram wajah pelaku penyusup itu dengan air. Laki-laki itu kaget lalu membuka matanya dengan lebar, sorot mata tajamnya menatap frans dan Alex yang bergantian.


"Sialan!!!! " ucapnya.


"Heh! bagaimana dengan tidur nya sangat nyenyak? " tanya Alex mengejek laki-laki itu, dia tak menjawab pertanyaan Alex.


"Siapa namamu? "


"Nama? Heh! ha ha jangan harap aku akan memberi tau siapa aku!!! " laki-laki itu tertawa mengejek Alex, Alex tersenyum miring baru kali ini ada orang yang sangat berani bermain-main dengan nya.


"Oke? frans!!! kasih dia pelajaran jangan sampai berhenti jika dia masih menutup rapat mulutnya.! " perintahnya dengan berteriak kencang.


Frans langsung menuruti Alex, dia berjalan ke arah lemari yang tak jauh dari nya. membuka lemari yang penuh dengan senjata tajam dan berbagai cambuk untuk menyiksa para pelaku yang masuk.


Frans mengambil sebuah cambuk besar dan berjalan mendekati penyusup itu. satu cambukan di layangkan oleh frans, laki-laki itu mengerang kesakitan di tubuh nya.


Laki-laki itu masih belum membuka suaranya, hanya erangan kesakitan saat frans menghajar habis laki-laki tersebut. Alex melihat ke gigihan laki-laki itu merasa takjub, seolah nyawa dirinya tidak ada harga nya.

__ADS_1


Tangan Alex mengkode frans berhenti untuk mencambuk dan memukulinya, Alex melangkah lebih dekat lagi ke arah wajah pelaku. Lalu berjongkok untuk melihat seperti apa dia setelah di hajar oleh Asisten nya.


"Bagaimana? apakah masih ingin bungkam? jangan membuang waktumu untuk orang yang tidak menghargai nyawamu.!!! " ucap Alex.


laki-laki itu menatap tajam ke wajah alex, tidak ada rasa penyesalan di wajahnya. masih tidak bisa membuka suara satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Entah apa yang ada di fikiran nya laki-laki tersebut Alex tidak mengerti dengan jalan fikir yang sangat dangkal itu.


Alex berdiri dari jongkok nya lalu, mundur beberapa langkah dari nya. " Siapa yang menyuruhmu datang dan menyakiti istriku!?" tanya Alex mendesak laki-laki tersebut.


" Jangan harap aku akan memberitahu siapa yang menyuruhku!!! "


Alex tersenyum miring lalu membuka satu kancing bajunya yang terasa mencekik lalu membuka jas nya, menggulung baju kemeja sampai siku.


"Apakah kau yakin tidak akan memberitau siapa yang menyuruh mu? Apakah kau tak menyayangkan nyawamu sendiri?...


....sia-sia sudah ibu mu melahirkan mu, perjuangan yang selama ini membesarkan mu hanya untuk jadikan budak seseorang dan mau menyerahkan nyawa dengan cuma-cuma. semua itu tidak ada nilainya di mata seorang itu? tapi bagi ibumu nyawa mu sangat berarti bukan!? " ucapan Alex, sedikit mengena di hati laki-laki tersebut.


dia terdiam dan berfikir untuk menjernihkan ucapan Alex yang ada benarnya. Tapi, dia tetap menutup mulutnya hatinya sudah di penuhi oleh kebencian dan penuh dengan dendam.


"Jika kau memberitahu siapa dia? aku pastikan kau akan aman di dalam lindungan ku. Tapi.. jika kau tak mau bicara dan masih mau bungkam! It's Oke. tapi jangan harap kau akan lolos dari genganggaman ku! "


šŸšŸšŸšŸ


Di kediaman Herlan~


Ayah Herlan duduk berpangku di dalam ruangan pribadinya, dia mencoba berfikir untuk memecahkan masalah menantu dan anak perempuan nya.


"siapa sebenarnya pria itu?.. Kenapa dia menyerang alesha saat Alex pergi jauh dari rumahnya. Bahkan waktu nya sangat tepat sekali, Apakah dia tau jika Alex akan bepergian jauh!? " gumam Herlan dengan keheranan.


.."sepertinya kejadian ini sudah di rencanakan sebelum nya dengan matang-matang oleh penyusup itu." sambungnya.


pintu ruangan terbuka, Herlan menatap pintu yang terbuka lebar. melihat istrinya yang berjalan mendekat dan tangannya membawakan satu gelas minum.


Rosaa meletakkan minumannya di meja, lalu duduk di kursi lalu menghela nafas panjang nya. "Ayah.. "


"Emm.. kenapa bu?"

__ADS_1


"Ibu.. sangat khawatir dengan Alesha yah! entah kenapa hatiku sangat gelisah dan selalu memikirkan alesha terus-menerus. "


"Ayah juga sedang memikirkan alesha bu! Tapi, kita juga jangan sampai lupa mendoakan dia agar selalu di lindungi tuhan. " Rossa menatap suaminya, berdoa saja tidak cukup untuk dirinya.


Dia ingin selalu berada di dekat anak pertamanya itu dan melihat perkembangan kehamilannya dengan secara langsung.


Ayah Herlan meminum minuman yang di bawa Rossa.


"Ayah.. ibu.. " ucap lisa sangat lirih, mereka melihat ke arah pintu. melihat anak ke duanya yang berdiri di depan pintu dengan mata yang berderai.


"Kamu kenapa sayang? " tanya Rossa.


"Kak Alesha akan baik-baik saja kan? Kak Alex akan melindungi mereka yang akan menjahati kak alesha!? " ucapnya.


"Lisa.. kakakmu akan baik-baik saja sayang! kau juga berdo'a agar kakak mu selalu di lindungi tuhan. Dan ingat!! kau juga berhati-hati mulai sekarang jangan pergi sendirian tanpa Ibu dan Ayah. "


Lisa mengangguk.


"Yang di katakan ibumu benar! kamu jangan bergi sendiri dan jangan pulang sekolah sendirian sebelum ibu atau ayah menjemputnya. " Rossa mengangguk membenarkan ucapan suaminya itu.


Keadaan keluarga nya sekarang tidak baik-baik saja. Rossa akan lebih waspada dan akan memperhatikan Lisa dengan benar-benar. walaupun lisa sudah beranjak besar tapi tidak ada salahnya untuk menjaga anak gadisnya dari penjahat.


.


.


.


.


Bersambung...


Hai para Readers yang setia menunggu novel ini. Saya sebagai author meminta maaf yang tidak pasti Update karena rada-rada sibuk. Saya usahakan akan Up untuk kalian..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, dengan like and komentar di bawah. karena jejak kalian lah penyemangat saya untuk menulis.

__ADS_1


__ADS_2