Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
85. Pertengkaran Alesha dan Alex.


__ADS_3

šŒššš„ššš¦ š‡ššš«š¢...


Alesha terus menimang bayinya yang terus menangis. Tapi, tangisannya tidak kunjung diam membuat Alesha bingung apa yang diinginkan anaknya.


"Cup.. cup.. sayang. "


Alex mendengar tangisan anaknya yang tak kunjung diam menutup laptopnya. Alex berjalan ke kamarnya dan melihat apa yang dilakukan istrinya.


"Kenapa menagis terus? " Tanya Alex.


"Aku juga tidak tau! Aku sudah berusaha menghibur tapi tidak juga diam. " Kata Alesha.


"Sudah kasih susu? " Tanya Alex lagi.


"Sudah! bahkan sampai muntah. " Jelasnya.


Alex menghela nafas lalu mengambil alih menggendong bayinya.


"Sssttt.. Sayang. " Alex menimang bayinya dan sedikit menepuk-nepuk pantatnya.


Oek.. Oek.. Oek..


Tangisannya malah lebih keras membuat suami istri itu menjadi bingung.


"Kenapa tidak mau diam? Alesha coba kamu susuin lagi. "


Alesha mengambil bayinya di tangan Alex lalu membuka setengah bajunya untuk menyusui anaknya.


Bayinya menjadi diam, Alesha mendongak menatap Alex yang terus memperhatikan dirinya.


"Tadi kamu bilang sudah susuin sampai muntah. nyatanya dia masih mau susu Alesha? " Tanyanya dengan nada yang tak enak.

__ADS_1


Alesha yang mendapatkan kata seperti itu menjadi tersinggung. Lalu memutuskan pandangannya ke Alex dan beralih ke bayi mungilnya.


"Kenapa dengan raut wajahmu yang seperti marah? " Tanya Alex dengan menekan.


"Nggak kok! salah lihat kali. " Kilah Alesha dia tak menatap Alex lagi saat berbicara membuat Alex semakin yakin jika Alesha marah.


"Kamu kenapa? marah? " Tanyakan lagi dengan emosional.


"Kamu yang kenapa? aku nggak marah! " Ucap Alesha dengan keras membuat bayinya menangis kembali.


"Kenapa harus teriak? menagis lagi kan! " Ucap Alex.


Alesha berusaha menahan emosinya, Alex tidak mengerti apa yang barusan ia katakan telah menyakiti nya. Alesha tidak mau berdebat lagi, dia berusaha mendiamkan anaknya yang menangis.


Alesha segera berdiri dan mengajak ngobrol bayinya dengan menimang-nimang. Tapi bayinya terus menangis tak hentinya, membuat Alex menjadi pusing.


"Coba kamu cek pokoknya apakah dia poop atau tidak? " Tanya Alex.


Tanpa berbicara Alesha membaringkan tubuh mungilnya ke tempat tidur dan mengecek pokoknya.


Benar saja apa yang dikatakan Alex anaknya poop.


"Kamu gimana sih? kenapa nggak mengecek popok sedari tadi? dia mungkin tidak nyaman. Aku kan sudah bilang kita ambil jasa suster saja kamu nggak akan bisa rawat bayi yang masih merah dengan kekehnya kamu malah pengen sendiri. " Katanya Lagi Alex terus mengeluarkan kata-kata yang membuat Alesha tak Terima.


"Kamu kalau tidak mau membantu aku jangan terus mengoceh! kamu pikir apa yang kamu punya dengan mudahnya aku harus melihat anakku dirawat orang? " Teriak Alesha dengan keras.


Dia berusaha sabar dan menulikan kata yang tak ingin ia dengar dari mulut suaminya.


"Ya memangnya kenapa? susterkan sudah terbiasa dengan bayi. kamu tinggal mengawasi dia kenapa masih mau bersusah payah sendiri? " Ucap Alex.


Alesha menghela nafas dengan kasar, lalu memakai kan popok ke anaknya dengan yang baru. Alesha naik ke atas tempat tidur lalu menyusi bayinya kembali.

__ADS_1


Alex yang dicuekin menjadi tak karuan, Alex sedikit tak yakin jika Alesha merawat sendiri anaknya. dengan perasaan dongkol Alex pergi dari kamarnya meninggalkan Alesha dan bayinya di dalam kamar.


☘☘☘


Calling...


"Halo, ya tuan. " Ucap Frans di dalam telepon.


"Frans, tolong carikan suster dan besok harus datang ke rumah utama. "


"Baik, tuan. "


Tut..


Alex mematikan telepon nya dengan sepihak lalu meminum wine yang ada di tangannya. Entah kenapa semenjak Alesha melahirkan Alex merasa jika Alesha sedikit tidak patuh apa yang dirinya katakan.


Terus membantah dan berakhir bertengkar, membuat Alex menjadi jenuh dan bosan dengan keadaan seperti ini.


Inginnya setelah bekerja melihat Alesha dan Anaknya menjadi penghilang rasa lelah malah mendapatkan pekerjaan baru mengurus anaknya.


Alex berfikir jika menggunakan jasa suster akan memudahkan pekerjaan Alesha dan membuat Alesha lebih fresh kembali.


Semenjak Alesha melahirkan juga tidak mau merawat diri dan bersolek untuk dirinya yang membuat Alex menjadi kesal.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2