Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
34. villa 4.


__ADS_3

Alesha mencoba mencari Alex, dia melangkah keluar dari kamar. alesha berjalan di ruang tengah tidak ada Alex, dia mencari di dapur juga tidak ada keberadaan suaminya. Alesha berjalan ke arah belakang, matanya mencari keberadaan suaminya.


Alesha terhenti saat melihat alex yang berada di pinggir kolam renang, dia melangkah mendekati suaminya.


"Alex? "


alex menoleh kebelakang, mendapati sang istri yang sudah rapi. alesha berjalan kembali dan mendudukkan diri di samping Alex.


"sedang apa? "


"Kenapa? " Alex balik bertanya.


"Tidak! aku mencari mu di dalam, tapi tidak ada. kapan kita akan pulang? " tanya alesha.


"Besok! sementara kita akan bermalam di sini. " ucap alex.


"Baiklah~ Emm..Alex?"


"Kenapa? "


"Bagaimana denganku? besok aku harus sekolah. Tapi, tanda merah di sekujur tubuhku tidak bisa hilang ."


"ini bisa di tutupi dengan riasan, nanti kau pakai di leher agar tak keliatan bekas-bekas tanda merahnya." alexe menyentuh tanda merah di leher alesha, lalu ia menatap dalam mata alesha. dulu dia tidak sepeka ini terhadap wanita, tapi dengan alesha dia sedikit berubah. sekarang lebih peka dengan orang-orang sekitar di dirinya.


"Kita masuk kedalam, udara malam tidak baik untuk tubuh. "alesha mengangguk.


mereka masuk ke dalam kamar, bersiap untuk tidur.


Alex dan alesha naik di atas ranjang lalu menarik selimut menutupi tubuhnya. Alex memejamkan matanya bersiap untuk tidur.


sedangkan alesha masih terbuka matanya, dia menatap langit-langit atap, ada rasa bersalah di hati. akhir-akhir ini hatinya merasa gelisah, sebenarnya dia sudah ada rasa terhadap suaminya. dalam waktu satu bulan Alex berhasil membuat alesha move on dari kenzo. rasa di hati memang tidak ada yang tau hari ini, esok atau kedepannya akan seperti apa.


siapa yang tidak percaya kepada tuhan yang maha membolak-balikan hati manusia.?


Alesha juga wanita biasa, wanita yang masih labil. fikiranya juga mudah berubah-ubah


sekarang mungkin mencintainya dalam diam kepada Alex.


🌹🌹🌹🌹🌹


keesokan hari, di kamar villa.


Alesha mengerjapkan matanya, ekspresi wajah yang ditunjukkan alesha seketika baru bangun tidur, dengan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya, mata yang terlihat bengkak hingga wajah yang terlihat lesu.


Saat bangun tidur di pagi hari, alesha langsung bergegas ke kamar mandi. sebelum menjalani aktivitas seperti biasanya, alesha luangkan waktu sejenak mencuci muka dan menggosok gigi di wastafel. lalu dia menuju kloset membuang air kecil.


alesha membuka semua baju tidurnya hingga tidak menyisakan satu potong kain pun di tubuhnya. dia menuju ke shower lalu dia membukanya, di bawah guyuran air yang dingin alesha merasakan kesegaran di tubuhnya lalu menggosok seluruh bagian tubuh yang terasa lengket dengan sabun.


setelah ritual mandi selesai alesha keluar dari kamar mandi. saat keluar dari kamar mandi dia melihat di atas ranjang yang sudah tidak ada keberadaan Alex.

__ADS_1


alesha melangkah menuju lemari baju, dia menatap isi di dalamnya. tidak ada baju untuk wanita, semua pakaian pria. alesha memutuskan untuk mengambil satu potong baju polos berwarna putih dan sepotong boxer pria lalu segera memakainya.


Alesha menatap dirinya di depan cermin besar, baju kebesaran di atas paha dan gunung kembar yang belum di bungkus.


alesha mencoba mencari alex di balkon.


mendapati alex yang sedang menerima telepon, entah siapa yang menelpon di pagi buta.


" Alex.? " Alex menoleh, menatap sang istri yang hanya memakai pakaian oblong di atas paha milik dirinya.


"kita sudahi teleponnya, kita bahas di perusahaan saja. " Alex mematikan teleponya lalu dia menatap alesha dari atas ke bawah.


Alex mendekati alesha lalu menangkap tubuh mungil sang istri kepelukan dirinya.


" kenapa hanya memakai baju seperti ini?"


" di dalam lemari tidak ada pakaian wanita untuk aku pakai, hanya ada kemeja dan pakaian oblong. dari pada aku kedinginan terlalu lama aku ambil saja baju ini, lagian bajunya nyaman aku pakai."jelas alesha.


Alex menahan nafas di pagi buta, dia di buat panas saat melihat tingkah polos istrinya. dia menahan si phyton nya agar tak berkeliaran di pagi hari. jika saja tidak ada masalah di kantor, mungkin dia akan melakukan aktivitas di pagi harinya untuk mengeluarkan keringat yang membuat orang ingin melakukannya.


"Baiklah kamu tunggu aku di dalam, aku akan mandi sebentar. "


"Oke."


Alex bergegas ke kamar mandi dia tak tahan melihat alesha yang hanya memakai pakaian saja tidak ada bawahan yang menutupi lututnya.


Alex mengguyur tubuhnya dengan menggunakan air dingin, dia sangat kepanasan saat di balkon.


Alex keluar dari kamar mandi mendapati alesha yang sedang memainkan handphone nya. dia sangat fokus menatap layar handphone, sehingga alex keluar dari kamar mandi pun tak menoleh.


Alex melalui alesha, dan segera memakai kemeja dan has nya. dia harus cepat pergi ke kantor lalu mengantarkan alesha ke sekolah.


"Sayang.? "


Alex memanggil alesha, tapi alesha tak menyahuti.


"Alesha, sayang. "


"AAh..iya.! Kenapa? "


"Kamu fokus sekali menatap handphone, sehingga tak mendengarkan saat aku memanggilnya tadi. "


"Oh,, Emm.. Maaf.! tadi aku membaca chat teman-temanku. Maaf tak mendengar nya barusan. "


Alex menghela nafas. "Baiklah, lupakan saja.! kita pulang ke apartemen. "


"Baik." Alesha dan Alex bersiap pergi meninggalkan villa.


Mereka berada dalam perjalanan ke apartemen, tak ada yang membuka suara. alesha berlanjut membaca grup whatsapp teman-teman nya, dia tersenyum saat dia fokus ke handphone. Alex menatap alesha yang tersenyum di sepanjang perjalanan dengan heran.

__ADS_1


Alex penasaran dengan alesha yang terus tersenyum bahkan sampai tertawa kecil. seseru itu dia baca chat grupnya, sehingga lupa dengan suaminya yang ada dia disamping duduknya.


Alex tak menegur alesha justru membiarkan dia dengan handphone nya. dia tak akan membatasi istrinya bersama teman-teman.


mobil mereka telah berhenti di dalam parkiran VVIP.


"kita sudah sampai. "


"sudah sampai yah? "


alesha menoleh, lalu melihat sekelilingnya ternyata sudah sampai di apartemen.


"ayo turun, kamu juga harus bersiap-siap berangkat sekolah. "


"Baik." mereka berjalan beriringan, memasuki dalam lift.


lift terbuka, mereka berjalan ke kamar apartemen. alesha langsung menuju ke kamar tamu, lalu melepaskan bajunya mengganti pakaian seragam sekolah. lalu dia memakai riasan tipis di wajah, lalu memakai Fondacion di seluruh lehernya menutupi bekas tanda merah.


tinggal finishing, dia memakai lipcream di bibirnya agar tak keliatan pucat.


perfect.!!


alesha telah rapi, lalu dia menjadwalkan pelajaran hari ini. memasukkan buku-buku pelajaran nya ke dalam tas. alesha mengambil sepatu snickers lalu memakainya.


dia melangkah keluar kamar, berjalan menuju meja makan. suaminya sudah menunggu di meja makan.


"Ayo sarapan, sayang.! "


"sejak kapan kamu panggil aku sayang? "


"sejak pagi.! tapi sayangnya kamu baru dengar sekarang. "


"Oh.. ya.? "


"Emm.. kita bahas nanti, sekarang kita sarapan lalu berangkat. "


"Baiklah.! "


mereka makan bersama, tidak ada lagi percakapan keluar. mereka fokus dengan makanan nya. alesha sangat lahap memakan semua hidangan yang ada di meja makan. dia sangat kelaparan, semalam hanya memakan satu potong buah pir. Alex melihat alesha yang makan sangat lahap tersenyum, dia sangat senang melihat alesha sedang makan.


Menggemaskan.~


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2