Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
29. Pesta.


__ADS_3

"Alesha.." / "Mmm.. " Alesha menoleh dan menatap mata alex. menunggu apa yang akan di katakan suaminya.


Alex memberikan tote bag yang di bawa frans untuk alesha. "Apa ini.? " tanya alesha.


"Buka saja. "


Alesha membuka isi dari tote bag berukuran besar isinya Sebuah gaun malam dan membuka tote bag lagi yang berukuran sedang.


ternyata sebuah handphone keluaran terbaru bisa di bilang handphone para Miliarder.


"Ini buat Aku? " tanya alesha menunjuk dirinya sendiri.


" Ya, gaun itu kamu pakai untuk acara pesta perjamuan nanti malam.. Mulai Sekarang kamu pakai handphone itu di dalam sudah ada nomor pribadi aku dan frans. Hubungi frans jika ada yang kamu butuhkan. "


Alesha membolak balikan Handphone yang masih terbungkus. Dia membukanya dengan sangat hati-hati ia tercengang dengan handphone yang keren dan limited edition.


"Wow ini sangat mahal?.. " Alesha tidak bisa berkata-kata lagi. ia menggigit jarinya dan sorot mata menatap sang suami.


"Kau berlebihan? kenapa tidak handphone biasa saja membelinya. " tanya alesha.


"Hey! Apa kata orang jika kamu memakai barang murahan. Akan dikira jika Alex Dornan tidak bisa membeli kan handphone keluaran terbaru? "


"Ya, Iya sensi sekali. Kan cuma bilang kenapa? Oh ya, nanti malam acaranya apa?. " tanya alesha.


"Hanya Acara biasa. Kenapa emang? "


"Nggak hanya bertanya saja. " Alex menggangguk saja.


šŸ’•šŸ’•šŸ’•


Malam Hari..


Alesha berdiri di depan cermin besar, menatap dirinya sendiri. Dia merapikan riasan yang simple terlihat cantik dan menawan.


Alesha memakai Gaun diatas selutut berwarna hitam dengan belahan di dada. memperlihatkan sedikit gunung kembar. Di bagian belakang juga mengekspos punggung yang putih mulus.


Alex masuk ke dalam, melihat Alesha yang telah rapi dengan memakai gaun yang dia pesan dari Disainer.


"Tell me you didn't wear that to go hiking."(Kata kan padaku kamu tidak akan memakai itu untuk pergi.) " Ucap Alex.


Alesha menoleh kebelakang menatap alex beberapa detik. Lalu ia menatap lagi di depan cermin besar.


"Kenapa? bukankah ini pilihan mu? " tanya Alesha.

__ADS_1


"Aku hanya pesan saja! Tapi, Ini terlalu vulgar untuk usia kamu. " Alex mendekat ke alesha, Memeluk dia dari belakang. Lalu ia mencium kepala belakang alesha.


Meraih pinggang alesha dengan sedikit mengelus. Alesha melihat apa yang dilakukan suaminya di depan cermin menggigit bibirnya. Tak hanya itu Alex juga mencium punggung, lalu leher jenjang alesha.


Alesha hanya diam saja ia terbuai dengan perlakuan suaminya.


"Gaun ini tidak bagus untuk pergi ke acara malam ini. But, good for sweating and has full range of motion. /(Tapi, bagus untuk berkeringat dan memiliki rentang gerak penuh.) " Ucap Alex.


"Gaun ini terlalu pendek dan membuat pria mesum bergairah. It's very short. /( ini sangat singkat) " ia memberi tau jika gaun yang alesha pakai terlalu pendek dan sedikit menantang.


"I know.( Aku tahu.) Aku hanya patuh saja apa yang kau berikan padaku. "


"And Its not for too far from here. to here. / ( Dan jaraknya tidak terlalu jauh dari sini. Ke sini.) " dia lalu mengukur gaun alesha dari atas ke paha, lalu meng jengkalkan panjang gaun dari paha ke atas.


Alesha masih menatap di depan dan melihat suaminya ini memberi tau jika gaun yang ia pakai bukan pilihan yang baik. tapi, bagus untuk bersenang di dalam selimut dan berkeringat. dia menelan saliva dengan susah. mereka memang sudah sah menjadi suami istri. Tap, Alex belum berani untuk melakukan se intim itu kepada alesha.


Dia masih menunggu hari kelulusan atau setelah istri nya ini selesai ujian. Dia tak mau membuat istrinya ini tak fokus karena melakukan itu dengan nya.


"And to here. So, just dont bend over. ( dan dari sini. Jadi, jangan membungkuk.) Alex menegakkan tubuh alesha. " Oops.. A design flaw. (Sebuah desain cacat.)


"Kau harus ganti gaun, Oke.? " Alesha mengangguk patuh. "Ok, good. "


Alex melangkah ke lemari besar yang berisi gaun - gaun. Dia memilih salah satu gaun yang simple berwarna cream. lalu kembali lagi ke arah alesha.


Alex menunggu di sofa dan menuangkan sedikit wine di dalam gelas lalu ia meminumnya. Alesha selesai berganti gaun kali ini lebih sopan.


" Apakah ini bagus? "


Alex menatap dari atas hingga ke bawah. Dia mengangguk setuju.


"Oke, ini bagus. Ayo berangkat.


" Oke. "


🌹🌹🌹


Perusahaan Brata.


Alex dan Alesha masuk ke dalam Aula perusahaan Brata. Alesha menggandeng lengan Alex. Di dalam Aula utama sudah banyak tamu yang datang di acara ini. Kolage dan para petinggi juga turut hadir.


Di sana tentu juga ada Luisa, menghadiri pesta bokapnya. Luisa melihat suami istri itu terlihat kompak dan makin mesra, membuat dirinya terbakar api cemburu. Brata melihat anak perempuan nya dengan raut wajah masam dan sorot mata kebencian menjadi was-was.


Brata menghampiri Luisa, Sang papa memberi peringatan jika anaknya untuk menjaga sikap di depan semua para tamu.

__ADS_1


"Luisa! " Diaa menoleh . / " Apa? "


Brata membisikkan peringatan di telinga Luisa. "Jaga sikap kamu di depan para tamu apa lagi dengan Alex dan istrinya. Tersenyum jangan tampang kan raut masam mu itu. Dan Jangan membuat kegaduhan di acara ini. Semua petinggi dan kolage papa hadir. Jangan sampai nama papa tercoreng karena ulah kamu. Mengerti!. "


Luisa menatap mata sang papa. Dia menahan tangis dan amarah. Tapi, Luisa mengiyakan perkataan papa nya. Dia juga tak mau jika Alex melihat dirinya yang terlalu bar-bar.


" Iya, papa tenang saja. "


"Bagus! Ya sudah papa sambut para tamu dulu. kamu bersikap lah yang baik disini. " Luisa mengangguk.


🌹🌹🌹


"Apa kabar Alex? " Brata menyapa Alex dan matanya menatap Alesha.


"Saya baik, Om. "


"Ah,, Iya. Dimana papa mu? Apakah dia tidak hadir?. Kenapa hanya berdua saja dengan. Umm.. " Brata menjeda perkataan nya. / "Saya Alesha, Pak. "


"Oh iya. Maaf saya sering lupa nama. "


"Tidak Apa-apa, pak. " Alesha menoleh ke Alex. Alex mengangkat alis tanda Apa yang dia ingin kan.


"Aku mau ke toilet. " bisik Alesha.


"Mau aku temani? "


"Tidak usah! Aku sendiri saja. " Brata yang di depannya merasa bingung dengan Alex dan Alesha yang berbicara berbisik bisik.


"Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya Brata.


"Umm.. Saya hanya mau ke toilet pak. Oh boleh saya tanya dimana tempat nya? "


"Oh, Anda ke arah sana saja nona alesha. tidak jauh dari sini. "


" Terima kasih pak brata. Umm.. saya permisi dulu. "


"Hati-hati " Ucap Alex.


Alesha melangkah ke arah yang di tunjukkan brata. dia merjalan dengan pelan untuk sampai ke toilet. Luisa melihat alesha ke arah toilet meletakan gelas yang ada di tangannya. Lalu berjalan mengikuti alesha di belakang nya.


Alex yang sedang berbicara dengan kolage dan bersama brata tidak mengawasi alesha yang berjalan ke toilet sendirian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2