
Sebuah pesan masuk di handphone alesha, dia membaca isi pesan dari adik perempuan nya. Alesha tersenyum saat Lisa mengajak dirinya untuk bertemu. Alesha menyuruh Lisa bertemu di suatu tempat, menyuruh nya agar menunggu dirinya di sana.
"Desi, kamu sudah belum? " tanya Alesha.
"Sudah, Nona. "
"kalau begitu aku juga selesai. Ohya! aku akan pergi keluar sebentar jika Alex pulang bilang saja aku pergi bersama Lisa. "
"Baik, Nona. "
Alesha langsung berdiri dari duduknya bersiap untuk pergi bersama adiknya.
š„š„š„
Di lain tempat~
Lisa menunggu kakaknya di tepi danau yang telah alesha suruh. Duduk di kursi dengan minuman di tangannya Lisa sesekali melihat ke layar handphone .
"Kok lama banget kak alesha? kebiasaan deh kalau janjian kayak gini pasti ngaret. " gerutunya.
Beberapa menit telah berlalu kini menjadi satu jam lamanya. Tetapi kakaknya belum juga sampai di tempat yang telah di sepakati. Lisa terus menggerutu tak jelas meluapkan kekesalannya terhadap Alesha. Lisa mencoba menelpon kakaknya, tapi sentuhan di bahunya membuat lisa tersenyum dan mengurung kan menelpon alesha.
"Kenapa lama sekali sih...? " Lisa membalikkan tubuhnya melihat ke arah belakang dia menduga itulah kakaknya. Dengan terkejutnya Lisa bukan tangan alesha yang di bahunya melainkan sosok seorang pria yang ia kenal.
"Kau... "
"Ikut dengan ku atau? kalau tidak mau mati. "
Seorang pria mengancam akan membunuh nya jika gadis itu tidak mengikuti keinginannya.
"Jalan! " Lisa berjalan dengan pelan-pelan berharap alesha datang untuk menyelamatkan dirinya. Melihat sekeliling danau tidak menemukan seseorang pun di sana membuat Lisa ketakutan.
Setelah berjalan agak jauh, Lisa mencoba melarikan diri dari cengkeraman pria itu.
"Banjingan!!! "
Lisa buru-buru kabur dari cengkraman nya, tapi pria itu masih terus mengejarnya. Berlarian ke awal jalan, tapi dia tertangkap olehnya.
Pria aneh itu menjambak rambutnya dan mendorong nya ke jalan. Dengan keadaan sangat sepi membuat pria itu leluasa untuk bertindak sesukanya. Lisa sangat ketakutan dan ingin melakukan melarikan diri dari nya. Tapi tanpa ampun di tampar oleh pria itu dengan tanpa perasaan.
"Tolong! selamatkan aku!!! "
"Bedebah! Diam kau sialan.!!! "
Lisa terus berteriak meminta tolong, Tapi keadaan sekitar memang sangat sepi. pria itu menyeret gadis itu ke jalanan yang penuh dengan batu kerikil. Pria itu sangat marah, kekuatan pria dan wanita sangat lah berbeda. Lisa itu bukan lawannya, pria itu mencekiknya dengan kejam.
"Jangan! tolong lepaskan! Aku mohon... "
Lisa berusaha agar pria itu melepaskan cekikikan nya di leher. memukul-mukul lengan pria itu dengan sisa-sisa tenaganya.
"Tolong Ampuni hidupku! '' Menyadari bahwa dia tidak bisa melawannya. jadi Lisa terus memohon padanya, pria itu meminta agar dirinya itu tak melawannya.
__ADS_1
Setelah Lisa menyetujui dengan anggukan, pria itu lalu tersenyum jahat.
š„š„š„
" Bagaimana pak? "tanya alesha dengan supirnya.
" Sebentar Non, sedikit lagi ini tinggal nyalain aja. "
"Cepetan pak! kasian Lisa pasti sudah nungguin lama di sana.?" Alesha begitu cemas dengan Adiknya, pasti dia sangat bosan sendirian di danau.
Alesha mengirim sebuah pesan bahwa dirinya agak terlambat di lokasi danau karena mobilnya mogok. Tapi setelah terkirim lisa tidak membalasnya, bahkan pesannya pun belum di baca oleh adiknya.
Lagi-lagi alesha sangat kebingungan tidak mungkin mencari taksi di tempat yang jauh dari pemukiman .
"Pak sudah belum? " tanya alesha lagi dia tak sabaran dengan mobilnya yang tiba-tiba mendadak mogok di tengah jalan.
"Akan saya coba nyalakan. " supir menyalakan mesin mobilnya dan akhirnya nyala.
"Ah.. syukurlah. Ayo pak cepetan jalan!. " Alesha terus mendesak supir agar tak lamban.
Mobil sudah jalan kembali, dengan santainya supir menyetir dengan kecepatan sedang membuat alesha Terus-terusan berdecak karena sangat lambat.
"Pak.. tambahin laju mobilnya. "
"Maaf, Nona. Tuan bilang jika membawa anda harus ekstra hati-hati jika tidak? aku yang akan dapat konsekuensinya. " jelas sang supir.
"Kenapa ada peraturan seperti itu sih! kalau tau gini aku bawa mobil sendiri saja. "
Lain tempat~
"Maaf! tolong jangan bunuh aku. aku mohon. "
"Tutup matamu! "
Pria itu menyuruh Lisa untuk menutup mata. Dan Lisa pun menurutinya untuk menutup mata pria itu melemparkan tubuh Lisa ke dalam mobilnya. Pria itu menyalakan mesin mobil lalu pergi dari tempat itu.
Lisa berusaha melepaskan ikatan tali di tangannya dan terus berdo'a agar dirinya di selamatkan kakaknya atau siapa saja.
Tak lama kemudian mobil alesha sampai di tempat lokasi danau. Dia turun dari mobilnya dan berjalan ke tepi danau yang biasa mereka bermain di sana. Tapi alesha tak menemukan adiknya di sana, alesha tercengang di depannya tak menemukan adik perempuan nya. Alesha hanya menemukan sampah minuman yang ia sangat hafal .
"Lisa! Lisa! " teriak alesha lalu berjalan ke sepanjang tepi danau mungkin adiknya bersembunyi di balik pohon atau di semak-semak.
"Lisa kakak sudah datang! kamu dimana Lisa? "
Alesha melihat sekelilingnya tidak ada siapapun di sana dan tidak ada suara adiknya saat dirinya memanggilnya. Kecemasan alesha bertambah, jantung nya berdegup kencang saat tidak menemukan adiknya.
Alesha menelpon lisa namun tidak juga di angkat, alesha terus-menerus menelpon lisa dengan tangan yang gemetaran. Tak menyerah begitu saja alesha mencari di setiap sudut pohon berharap adiknya di sana tapi tidak ada sama sekali keberadaan nya.
"Di mana kamu dek? Ayo angkat dong teleponnya. "
Tut.. tut.. tut..
__ADS_1
"Ya tuhan di mana dia sih! " Alesha berjalan ke arah mobil, sang supir melihat nona nya sangat cemas merasa bersalah.
"Nona? " Alesha menatap sang supir dengan tatapan kesal.
"Pak! adikku tidak ada di sini telepon juga tidak di angkat. Bagaimana ini? "
"Apa adik nona sudah pulang ke rumah? coba telepon rumah siapa tau adik nona sudah di rumah. "
Alesha baru sadar, akhirnya dia mencoba menghubungi orang rumah.
Tut...
"Halo, Bu. Lisa sudah sampai di rumah? " tanya alesha.
"Lisa? dia belum juga pulang, nak. memangnya kenapa? "
"Tidak! aku hanya bertanya saja bu. Ya sudah kalau begitu alesha tutup telepon nya ya.? "
Alesha mematikan teleponnya dengan sepihak tubuhnya begitu tak diam.
"Bagaimana nona.? "
"Pak, Lisa belum pulang bagaimana kalau dia di culik? "
"Saya minta maaf nona. Semua gara-gara saya yang tak mengecek mobilnya sebelum berangkat. "
"Anda tak usah meminta maaf pak ini musibah. Lebih baik kita jalan lagi dan mencari adikku di tepi jalan mungkin dia tak jauh dari sini. "
"Baik, nona. "
mereka masuk kembali ke dalam mobil, lalu pergi dari lokasi. Alesha menatap keluar jendela, tak sengaja melihat suatu benda yang tak asing.
"Pak. Pak stop! " Supir mengerem mendadak, alesha buru-buru keluar dari mobil dan berlari ke tepi jalan.
Mengambil sebuah jepitan rambut milik Lisa.
"Ini.ini.. jepitan Lisa? kenapa banyak rambut rontok? " alesha bertanya-tanya .
"Tidak mungkin jika lepas dengan sendirinya. Apa jangan-jangan ada orang yang ingin melukai Lisa? "
Alesha begitu tak bisa berkata-kata dia berasumsi jika adiknya di culik oleh seseorang yang tak di kenal.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...