Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
55. Bos yang baik..


__ADS_3

setelah mengantarkan alesha ke rumah utama, Alex langsung bersiap-siap untuk pergi ke luar negeri. alex hanya membawa koper kecil yang berisi pakaian yang hanya beberapa potong baju saja.



‌"Sayang, aku pergi dulu yah. jaga anak kita, jika ingin pergi keluar rumah minta temani Livy atau Hayden Oke.? "


‌Livy dan Hayden adalah bodyguard baru untuk menjaga alesha saat Alex pergi bekerja.




‌alesha mengangguk kan kepala. "Kamu hati-hati di sana. " Ucap Alesha lalu mencium tangan Alex, beralih menatap suaminya lalu mencium bibir dan sedikit menyesap.



‌"jangan memancing, sayang.! " Alex memperingati alesha agar tidak berkelanjutan ke dalam kamar dan menghambat perjalanan nya.



" ‌Livy! Hayden! Jaga Nona muda kalian, saat aku pergi jangan sampai lengah dalam bertugas!? " ucapan alex memerintah dan tegas, agar bawahannya tak menyepelekan pekerjaan nya saat dia jauh dari istrinya.



‌"Baik, tuan. " Ucap Hayden dan Livy.



‌Frans dan Alex naik ke dalam mobil lalu keluar dari halaman rumah.



‌Alesha langsung masuk ke dalam rumah, saat mobil alex sudah menghilang dari halaman rumahnya. Alesha berjalan ke arah dapur, Desi yang harus selalu stanby langsung menghampiri Nona mudanya.



‌"Nona, apa yang Anda inginkan. biarkan aku buatkan untuk anda. "



‌"Desi, tolong bikinin aku jus stroberi dan susu. Dan aku ingin makan rujak buah juga, tapi jangan terlalu pedas. "



‌"Baik, Nona saya akan buatkan untuk anda. "


‌Desi langsung membuka lemari pendingin, mencari buah stroberi dan yang lainnya.



‌mengeluarkan buah-buahan segar dan susu.



‌Alesha melihat cara kerja Desi yang sangat lihai memotong buah-buahan. kagum dengan nya yang selalu cekatan dalam bekerja dia sangat suka dengan kerjanya desi.


‌Alesha menoleh ke belakang, mendapati Livy dan Hayden yang berdiri tegak di belakangnya. Setelah di beri tugas oleh suaminya Alex, mereka langsung bekerja dengan apa yang di perintahkan.



‌"kalian sudah makan? " Tanya Alesha.



‌Livy dan Hayden saling menatap satu sama lain, lalu mereka menggeleng kepalanya.


__ADS_1


"kenapa sampai belum sarapan? ''


‌"kami belum sempat sarapan pagi, Nona. Karena kita harus datang pagi-pagi sekali menunggu kedatangan anda dan tuan Alex pulang dari puncak. "



‌Alesha mengerti.


"‌Desi!.. "



‌"ya nona. " saut desi, tangannya berhenti memotong buah-buahan. dia menghampiri Alesha yang duduk di meja makan tak jauh darinya berdiri.


‌" Antar mereka ke dapur belakang, agar mereka makan terlebih dahulu sebelum bekerja. " ucap alesha menunjuk Hayden dan Livy di belakang nya, desi menatap kedua bodyguard yang di belakang Nona nya.


‌"Dan kalian! Mulai besok jangan sampai belum makan saat memulai bekerja. Aku tidak mau orang yang bekerja di dalam rumahku merasakan kelaparan karena belum makan. Mengerti?


Dan sekarang Ikuti desi, dia yang akan mengantarkan kalian." ucap alesha memerintah.


‌"Mengerti, Nona dan Terima kasih. " alesha mengangguk.



‌"Mari saya antar kalian ke dapur belakang. "



‌"terimakasih." Ucap Hayden dan Livy



Hayden dan Livy berjalan mengekori Desi dari belakang. mereka menuju dapur khusus untuk pelayan dan security, mereka akan makan di sana sebelum atau sesudah bekerja. mereka bisa bersantai juga di dapur yang luas, Alex benar-benar memperhatikan para pekerja juga agar nyaman saat bekerja dengan nya.


‌"Di sini ada peraturan sebelum memulai bekerja kita harus makan terlebih dulu, sebelum makan kita tak boleh bekerja sekecil apapun." ucap desi membuka obrolan.



‌"emm.. Tuan Alex sangat memperhatikan para pelayan dan yang lainnya. apa lagi sekarang sudah mempunyai istri Yaitu Nona Alesha, Tuan tak mau jika kami para pelayan bekerja tak semaksimal. "



‌"Nona muda dan Tuan sangat baik sekali, aku baru bertemu bos yg begitu baik. Sampai memperhatikan para pekerja untuk makan dahulu walaupun sepele tapi bagi kami sangat luar biasa karena hal ini jarang ada di bos-bos di luar sana." ucap Livy kagum dengan bos barunya, dulu dia bekerja dengan bos yang sombong jadi terheran di peraturan pekerjaan barunya.



Hayden hanya mendengarkan saja, tanpa menimbrung obrolan mereka, dia sudah tau jika Tuan alex sangat murah hati dengan para pekerja. jadi tak heran jika hal sekecil apapun pekerjaannya bosnya akan perhatikan.


‌Desi tersenyum, Dia juga merasa beruntung bekerja di rumah Alex dan Alesha. Selain baik juga tak pelit dengan para bawahan nya. Selalu mendapatkan bonus setiap bekerja dengan baik.


Mereka telah sampai di dapur~


"Maya.! "


"iya? "


" siapkan makanan untuk mereka berdua, aku tinggal dulu. " ucap Desi. meninggalkan Hayden dan Livy.


Setelah mengantar kan mereka, Desi berlanjut membuatkan jus dan rusaknya. Alesha yang masih setia duduk di meja makan sibuk dengan handphone nya. menatap layar handphone dengan tersenyum, sesekali dia tertawa saat membaca obrolan dengan ke dua sahabatnya.


tak berapa lama jus dan rujak buahnya sudah jadi, Desi menghidangkan di atas meja makan. meletakkan sendok dan garpu di samping-samping nya.


"Nona, jus dan rujak nya sudah jadi? "


Alesha melihat ke meja makan ternyata sudah siap. Alesha melihat desi yang berdiri tak jauh darinya.


"Terima kasih, desi. "

__ADS_1


"sama-sama, nona. "


Alesha melihat rujak di hadapannya menjadi tergiur, dia mencoba rujak yang di bikin Desi. suapan pertama, alesha meresapi rujaknya lalu berhenti mengunyah.


Desi yang melihat Nona nya makan mendadak cemas dengan rasa rujaknya.


"Desi!.. "


"iya nona, apakah rujak nya tidak enak? "


"siapa bilang? "


"lalu bagaimana dengan rasanya apakah bukan selera anda. apakah mau di ganti? "


"Hei! aku belum berbicara, ini itu rasanya sih.. Enakk! " ucap Alesha sambil tertawa, Desi yang tadinya sudah deg-degan menghela nafas Nona nya ini membuatnya tegang.


"syukurlah jika anda suka, nona. "


"Desi, kamu mau cobain? "


"tidak nona.. "


"Apakah kamu menolakku? " tanya Alesha.


"Ah.. saya mana berani, nona. "


"kalau begitu cobain rasanya. "


"Tapi, Nona. "


"Sini, kamu duduk di sini. " alesha menunjukkan kursi di sebelahnya. Desi dengan berat berjalan menghampiri Nona alesha dan duduk si sebelahnya.


"Kamu tak usah takut, anggap saja aku teman. kamu cobain rujak nya ini enak sekali. " ucap alesha.


Desi mengambil sendok garpu lalu mengambil sepotong buahnya, menyuapkan di mulutnya sendiri. dia mengunyah dengan meresapi rasa dari rujak nya. Benar! rujak yang di bikin ternyata sangat enakk.


"Enak kan? '


" iya, nona. "


Alesha dan desi makan rujak bersama di meja makan. Entah kenapa Alesha ingin makan dengan di temani desi, sudah lama tak bersama dengan kedua sahabatnya dia merasa merindukan keduanya.


mungkin setelah ini dia akan bertemu dengan sahabatnya untuk menghilangkan rasa rindunya setelah lulus sekolah tak pernah mereka bermain bersama di rumahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....



__ADS_1


__ADS_2