Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
51. Kabur..


__ADS_3

Alesha menangis sesenggukan, lalu menekan dadanya yang terasa begitu sakit. menatap suaminya yang berpenampilan kacau dan seluruh tubuhnya tercium parfum wanita.


"Apa yang kau lakukan di dalam sana. '' Teriak Alesha, teriakannya tak akan di dengar oleh alex, percuma saja berteriak sekencang apapun Alex sudah tak sadarkan diri.


Handphone Alex menyala..


Alesha meraih handphone Alex, dia mencoba membuka sandi dengan jari Alex lalu melihat pesan dari Luisa.


"Terima kasih telah menemaniku malam ini, aku sangat suka dengan pelukanmu apa lagi ciuman termanis yang kau berikan, aku baru pernah merasakan ciuman memabukkan. "


isi pesan dari Luisa, membuat alesha semakin marah saat pengakuan Luisa. Alesha meletakan handphone nya di nakas dengan kasar. lalu beralih di handphone dirinya sebuah pesan dan beberapa foto yang di Kirimkan oleh seseorang dari nomor tak di kenal.


Alesha meremas handphone nya dengan kuat baru masalah seperti ini saja sudah begini bagaimana dengan kedepannya? sudah berusaha mencintai suaminya dengan ikhlas dan menuruti kehendaknya. Tapi sekarang? mendengar kabar kehamilannya saja tak ada rasa bahagia di raut wajahnya.


Alesha memakai jaket tebal membawa handphone, dompet dan kunci mobil yang di kasih oleh mertuanya. Alesha berjalan menuruni tangga dengan pelan dia berusaha kuat untuk berjalan.


Alesha keluar rumah dengan memakai seadanya lalu naik ke dalam mobil, mentakson sekuriti berlari terburu-buru membukakan pintu gerbang tanpa bertanya mau kemana sang majikan.


Alesha pergi dari halaman rumah alex, dia tak lagi berfikir sekarang jam berapa. istri mana yang tak sakit hatinya jika suami bersama seorang wanita di dalam clubbing bermesraan bahkan memegang pinggang Luisa begitu mesra.


Alesha juga seorang wanita biasa, dia juga merasakan cemburu dan sakit yang begitu dalam. Baru beberapa minggu membangun rumah tangga, baru saja melangkah satu pijakan langsung di dorong paksa sehingga dirinya jatuh dengan begitu keras.


Alesha menambah kecepatan mobilnya, ingin segera sampai di Apartemen milik Alex. tak mungkin di pagi buta pulang ke rumah orang tuanya ataupun rumah kedua sahabatnya.


tak lama kemudian alesha sampai di parkiran apartemen. dia buru-buru masuk ke dalam apartemen dan naik keatas dengan lift.


***


Alesha meletakan barang-barang di meja nakas, lalu duduk di sofa. kepalanya mendadak menjadi begitu pusing. Alesha memijit-mijit kepalanya, tubuhnya berbaring di sofa. Melihat langit-langit di atas fikirannya sangat kacau tubuhnya terasa lemas tak bertenaga.


" maafkan kedua orang tuamu ini, nak. kehadiran mu membuat papi mu tak senang, tapi kamu tak usah sedih! masih ada mami yang akan selalu ada untuk kamu. " ucap Alesha dengan mengelus perut ratanya.


"mami akan jaga kamu sampai lahir, mami akan berjuang untuk kamu sayang walaupun tanpa papimu nanti. " alesha meneteskan air matanya, rasanya tak sesakit dulu saat berpisah dengan kenzo.


Entah kenapa cinta yang tumbuh di dalam hatinya sekarang di penuhi suaminya. sehingga masalah begitu kecilnya menjadi luka yang besar untuk alesha.


malam ini, langit pun menangis, seakan menemani sekeping hati yang sunyi. Dan tangisan itu menghidupkan semula setiap rasa yang telah mati.


sekarang alesha berada di dalam apartemen sendirian merasa begitu kesepian, ingin menangis sekeras-kerasanya itu juga tidak apa-apa. ingin menghilangkan semua kesedihan di dalam hatinya.


Dia merasa kesepian, sering kali terbayang dan merindukan adanya sahabat di sisi. Sebab, bersama sahabat waktu akan terasa lebih menyenangkan. Tak heran jika kesepian sering kali diikuti perasaan rindu seseorang.


"Dulu aku berpikir hal terburuk dalam hidup adalah berakhir sendirian, Tapi. Hal terburuk dalam hidupku berakhir dengan orang yang membuatku merasa sendirian. " ucapan alesha membuat dirinya berfikir apakah ini karma dari Tuhan?

__ADS_1


"Terkadang lebih baik menyendiri karena tidak ada yang bisa menyakitiku."


Berada dalam situasi sepi, membuat mata hati dan pikiran kita terbuka. mata semakin bengkak dan merasakan lelah saat menangis. alesha memejamkan matanya tertidur di atas sofa. malam yang bagitu sunyi tanpa ada yang menemani, meringkuk sendirian di apartemen begitu malangnya alesha.


🌹🌹🌹


Keesokan Hari~~~


Alex mengerjakan matanya yang begitu berat, mengucek dan berusaha membuka matanya. memegangi Kepala yang masih terasa pusing, Alex melihat ke samping tidak ada alesha di samping tidurnya.


"Bukannya aku di club? " Alex belum sepenuhnya tersadar.


Alex melihat sekeliling tidak ada alesha juga, dia turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi. Alex membuka semua pakaiannya, lalu buang air kecil terlebih dulu, di bawah guyuran air shower yang membasahi tubuhnya dia merasakan kesegaran di pagi hari.


Alex menuju ke wastafel, saat mau menggosok gigi matanya menatap ke cermin melihat leher ada banyak tanda merah. Alex meletakan sikat giginya lalu memegang tanda merah di leher. Alex mengingat-ingat kejadian semalam, dia banyak minum alkohol berkadar tinggi lalu seorang wanita datang menciumnya.


"Astaga..!!!


Alex melanjutkan gosok gigi dengan terburu-buru, lalu keluar dari kamar mandi.


Alex langsung memakai pakaian seadanya dan turun ke bawah dengan tergesa-gesa.


" Alesha..! Alesha..! "teriakan keras Alex yang tiba-tiba membuat semua pelayan terlonjak kaget.


pak sam yang mendengar tuannya memanggil istrinya langsung menghampiri.


"saya belum lihat nyonya turun, tuan. "


"Semalam siapa yang mengantarkan aku pulang ke rumah.? "


"Asisten frans, tuan. "


"Frans? ~~ Cari istriku di seluruh ruangan.! "


"baik, tuan. " pak sam langsung memerintahkan semua pelayan untuk mencari keberadaan Nyonya Alesha di dalam rumah.


Alex naik ke atas kembali, lalu mencari handphone nya. dia melihat handphone di atas nakas dia mengambil handphone lalu mencoba menelpon alesha.


tidak tersambung,, Alex mencoba kembali menelpon lagi-lagi tak tersambung di handphone alesha.


Alex berfikir untuk menelpon frans dan langsung di angkat.


"selamat pagi, tuan. "

__ADS_1


"pagi, frans apakah kamu yang mengantarkan aku pulang? " tanya Alex.


" Benar, tuan. semalam kebetulan saya ada di club bersama teman. Tapi, aku melihat anda di bawa Nona Luisa, dia ingin membawa anda pergi ke suatu tempat. Maaf tuan, saya sudah lancang saya hanya takut jika ada sesuatu yang akan terjadi kepada Anda. "


"Tidak apa-apa, Terima kasih telah membawa ku pulang. tindakan mu sangat tepat, jika aku di bawa oleh Luisa entah bagaimana dengan ku nanti. Dia akan berkesempatan untuk mendapatkan ambisinya. "


"Semalam nona alesha menyambut kepulangan anda, nona sangat khawatir dengan anda tuan. "


"Alesha me~ Apa dia tau kalau aku telah pergi ke clubbing? " tanya Alex.


"Maafkan saya tuan. ~"


"****~ frans, suruh anak buahmu mencari di mana istriku berada.! cari sampai ketemu. "


"Baik, tuan. "


Tut... telepon di matikan.


Alex mengacak-acak rambut dengan kasar pasti istrinya sangat kecewa dengan dirinya. Alex mencoba untuk kirim pesan, tapi tunggu ada pesan dari Luisa? Alex membuka pesan yang sudah terbaca. Alex membesarkan matanya, rahangnya mengeras sehingga gigi berbunyi dia berani sekali mengirim pesan dan foto bersamanya di dalam club terlihat sangat mesra.


Alex langsung berlari ke bawah, saat ingin naik ke dalam mobilnya. sekuriti yang membukakan gerbang Alesha semalam, berjalan menghampiri Alex yang akan pergi.


"Tuan.. "


Alex berhenti, dan menatap sekuriti berjalan menghampiri. "Ada apa? "


"Maaf tuan, semalam saya membukakan gerbang untuk nyonya beliau pergi dengan membawa mobilnya. sekali lagi saya minta maaf. " Alex menoleh, benar tidak ada mobil alesha yang terparkir.


"saya maafkan,Tapi jangan ulangi kesalahan lagi, sekarang buka gerbangnya. "


"Baik, tuan. "


kali ini Alex akan turun Tangan mencari keberadaan istrinya yang kabur dari rumah..


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2