
Mama Risa dan Papa Indra datang membuat perkenalan dengan suster baru terpaksa terhenti. Risa dengan bersemangat langsung melangkah besar mendekati cucunya.
"Oh.. baby boy! " Ucap Risa dengan gemas saat melihat bayi mungil itu.
"Kenapa Mama tidak memberitahu Alesha dulu jika mau datang? Kan biar Alesha siapkan makanan Mah. " Tanya Alesha.
"Mama sengaja, biar surprise?! " Ucapnya dengan tersenyum bahagia.
Mama Risa langsung menggendong Arles, Alesha memberikan Arles kepada Mama Risa. Papa Indra yang melihatnya hanya tersenyum sendiri melihat keakraban mereka.
"Desi, Antar Suci ke kamarnya dan beritahu dia apa yang tidak boleh dan yang boleh ia kerjakan. " Kata Alesha.
Mama Risa menoleh ke arah Alesha. "Kamu memperkejakan orang? untuk apa? " Tanya Risa.
"Bukan Alesha mah, Tapi Alex! Dia yang mencari jasa suster untuk Arles. " Ucapnya dengan sedikit sedih.
"Benar? " Tanya Risa kepada putranya.
"Aku hanya ingin meringankan pekerjaan Alesha saja Mah. Lagian aku juga butuh Alesha dan butuh waktu untuk berduaan. " Kata Alex.
Risa Hanya menghela nafas tapi bagaimana pun itu keputusan mereka.
"Oh ya? Jessica dan Remy kapan pulang mah?! " Tanya Alesha dengan penasaran.
"Katanya sih lusa mereka akan pulang dari Jepang. Mama juga Kangen banget sama mereka berdua. "
"Alesha juga sudah lama nggak ketemu mereka Mah."
დდდ
Desi berjalan di depan dengan terus menerus menjelaskan bagaimana peraturan dalam bekerja. Suci yang mendengarkan nya menjadi pusing karena banyak sekali peraturan yang berlaku begitu ketat.
"Bagaimana bisa peraturan di rumah ini begitu mempersulit para pekerja? Jika aku melakukan kesalahan sedikit pasti akan di pecat di hari itu juga? Menyebalkan! " Kata Hati Suci.
__ADS_1
"Sudah sampai, ini kamar tidur kamu. Tolong di ingat apa yang sudah saya jelaskan tadi. Jangan sampai Tuan atau Nyonya Muda marah karena ada kesalahan. " Ucap Desi memperingati nya .
"Iya, aku sudah paham kok! " Kata Suci.
"Kalau begitu aku tinggal dulu, kamu bereskan barang-barang mu terlebih dahulu. Kalau sudah datang ke ruang tamu untuk standby jika Nyonya Muda meminta bantuan. " Kata Desi, lalu pergi meninggalkan Suci sendirian yang berdiri di depan pintu.
Suci masuk ke dalam kamar, melihat sekeliling di dalamnya. Ruang yang tidak sempit juga tidak luas, Suci di buat kagum dengan kamarnya.
"Woah.. bagus juga? biasanya kamar yang aku tempati sempit dan bau. Tapi, ini begitu nyaman dan bersih bagaimana dengan kamar punya Tuan? pasti sangat luas dan bagus. " Gumamnya.
Setelah mengagumi kamar tidurnya, Suci bergegas membereskan pakaiannya dan memasukkan di lemari yang tersedia.
დდდ
Desi berjalan ke ruang tamu, Alesha melihat Desi datang segera mengkode untuk segera mendekati.
"Iya, Nyonya muda. "
"Sudah selesai? " Tanya Alesha.
"Kamu ikut aku ke kamar sebentar. " Desi mengangguk.
"Mah, Pah. Alesha ke atas dulu yah? Alesha mau membersihkan badan dulu sebentar. " Kata Alesha beralasan.
"Iya, sayang. " Kata Mama Risa, Sedangkan Papa Indra hanya mengangguk saja.
Alex yang mendengar tidak mencegah istrinya untuk pergi ke atas.
"Ayo, Desi! " Ajak Alesha.
"Baik, Nyonya. " Ucap Desi.
Mereka berjalan ke lantai atas Alesha tak membuka suara hingga sampai di kamarnya.
__ADS_1
Alesha berjalan ke arah sofa dan duduk bersilang. Alesha menatap Desi yang masih berdiri di depannya.
"Duduk, Desi. " Perintah Alesha.
"Terima kasih, Nyonya. " Desi langsung duduk berhadapan dengan Alesha. Pandangannya ke depan menatap serius ke arah Nyonya Mudanya.
"Bagaimana tanggapanmu tentang Suci tadi? " Tanya Alesha, ia begitu tidak sreg dengan Suster Anaknya.
"Aku tidak tau pasti Nyonya, Tapi saya merasakan jika Suci sedikit arrogant dan tidak mau menerima penjelasan yang saya katakan. Tapi, kita lihat saja kedepannya apakah dia bisa di percaya atau tidak. Nyonya tidak usah khawatir saya akan pantau semua para pekerja dengan baik. " kata Desi.
Alesha memangut-mangut dia setuju dengan Desi. Mungkin hanya perasaannya saja yang tidak bisa mempercayai orang luar lagi.
Sekarang hanya bisa berperilaku seperti biasanya saja. Tidak mau berdebat lagi dengan suaminya hanya karena seorang suster. Mungkin Alex ingin dirinya menjadi istri yang selalu setia mendampingi nya.
Adanya Anak memang jarak keduanya menjadi renggang karena Alesha begitu sibuk dengan Anaknya. Sedang kan Alex sibuk dengan pekerjaannya yang selalu menemani hari-harinya.
Mungkin Alex merasakan capek dan lelah bekerja seharian di kantor. Dan pulang hanya mendapatkan Istrinya yang selalu dengan anaknya.
"Ya sudah, kamu boleh keluar. Jika ada apa-apa lapor ke saya. " Kata Alesha.
"Baik Nyonya, dan saya pamit keluar. " Ucap Desi, lalu pergi dari kamar Tuannya.
Alesha terdiam memikirkan kejadian hari ini yang begitu mendadak.
"Aku rasa dia tidak seperti suster yang ingin bekerja. kenapa dia harus memakai pakaian yang sangat sexy?" Gumam Alesha.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..