Arrogant Rich Love

Arrogant Rich Love
66. Sebuah Rujak..


__ADS_3

Alex duduk di samping alesha lalu mengelus perut ratanya dengan penuh kasih sayang. Alex menatap alesha mata mereka bertemu, Alex tersenyum lalu membungkuk lebih rendah dan mencium perut alesha.


`` Kak.. kau sangat keren!`` ujar jessica.


"Really? " jessica mengangguk.


"iya, bahkan kau sangat berwibawa saat menyampaikan nya di atas podium. " ucap alesha.


"itu juga berkat kamu sayang, jika tidak ada kamu aku tidak akan sesukses ini, Terima kasih sudah menemaniku . " jelasnya, alesha tersenyum lalu mengangguk pelan.


"Ohya kamu lapar tidak? '' tanya Alex.


" Lapar! tapi aku nggak mau makan di sini. "


"terus kamu mau makannya di mana? " tanyanya lagi, tangannya sambil mengelus rambut alesha.


"Aku mau makan di penginapan saja, aku nggak selera makan di sini. "


"Baiklah kalau begitu kita pulang lebih awal!? "


"Tapi.. acaranya masih beberapa jam lagi.? "


"aku sudah selesai, jadi kita bisa pulang lebih awal. " jelasnya.


"Oke,.. "


"Ohya.. kamu mau pulang bareng atau nanti? " tanya alex ke pada adiknya jessica.


"Umm.. aku tidak ada yang kenal di sini jadi.. aku ikut kakak aja deh."


"Ya sudah kita pulang aja sekarang. "


"Iya, ayok sayang kita ikut pulang bareng kak Alex. " Ajak jessica kepada suaminya, dengan menarik lengannya.


"Iya,, Iya.. " Mereka beranjak dari duduknya dan kemudian keluar dari aula hotel bersama-sama.


Mereka masuk ke dalam mobil yang sama, Remy dan Alex berada di depan sedangkan alesha dan jessica di belakang. Mobil mereka berjalan keluar dari halaman hotel, dan di buntuti mobil-mobil para bodyguard di depan dan belakangnya.


Beberapa menit di perjalanan akhirnya mobil mereka sampai di Hotel pribadi Alex. Yang khusus untuk mereka berempat juga beberapa para pelayan dan bodyguard saja.


Mereka berempat berada di ruang makan, para pelayan sedang menata makanan untuk mereka. Entah kenapa Alesha mendadak tidak mau makan di Acara pesta dan ingin makan di Hotel yang di Inapannya.


Semua makanan tersaji di atas meja, beberapa menu makanan yang di sukai alesha tersaji di sana membuat alesha sampai tersenyum saat menatap hidangan di atasnya.

__ADS_1


"Umm.. Aku mau buah pir dan sambal rujak yah! " ucapan alesha membuat mereka bertiga langsung menatap alesha yang meminta buah dan sambal di malam hari gini?


"sayang..! malam-malam begini tidak baik makan sambal untuk ibu hamil?! " Alex memperingati alesha begitu pelan agar alesha mengerti dan tidak tersinggung.


"Yang di bilang kak Alex benar! bagaimana kalau besok saja kak? " ucap jessica.


"Hah!.. pokoknya aku mau itu! mbak ambilkan saja yang aku mau. "


"Baik, nona." pelayan itu mengiyakan nona mudanya yang sedang mengidam.


Alex pasrah saat alesha tidak mau mendengar kan ucapannya. Dia lanjut mengambil makanannya di piring sendiri lalu mengambilkan juga untuk alesha, tak lupa alesha juga mengucapkan Terima kasih sama suaminya itu.


Mereka menikmati hidangan di atas meja tanpa mengobrol lagi. karena mengobrol saat sedang makan di anggap tak sopan jadi mereka diam dan fokus makan saja.


Alesha yang sangat kelaparan sehingga makan dengan porsi makan yang banyak semuanya dia cicipi merasakan makanan di atas meja terasa enak semua, dia sampai makan beberapa kali.


Alex terbengong melihat alesha yang lebih banyak makan, jessica pun merasa heran dengan kakak iparnya juga sahabat nya ini makan dengan porsi banyak.


selama ini alesha hanya mampu sedikit makannya, entah kenapa selama hamil menjadi lebih banyak makan dan nyemil di waktu senggangnya.


Remy yang melihat kakak beradik itu menatap alesha hanya menggelengkan kepalanya. mereka mungkin keheranan dengan alesha yang nafsu makannya bertambah.


" Sayang.. makannya pelan-pelan saja! jika masih mau nanti aku perintah kan chefnya untuk memasak lagi.?! "


" Alesha! makan banyak-banyak juga tidak baik untuk kesehatan sayang. "


"Tapi.. aku kan~"


"Nona, ini buah pir dan sambal rusaknya. " Ucapan alesha terpotong oleh pelayan yang mengantarkan buah dan sambal yang dia minta. pelayan itu menaruhnya tepat di depan nona mudanya itu.


"Woahh.. terima kasih mbak. "


"sama-sama, nona. ''


Alesha mencicipi buah pir dan sambal rujak nnya, memakan satu potong dua potong meresapi perpaduan buah dan sambalnya. Alesha makan begitu menggoda, membuat alex penasaran dengan rasa nya. akhirnya dia mengambil satu potong buah lalu mencocolkan ke sambal rusaknya.


satu suapan berhasil dia makan, memangguk-aguk kepala meresapi rasa buah yang segar dan sambal yang tidak begitu pedas.


" Umm.. enak? " Alex rasa buah dan sambalnya tidak begitu buruk, jadi dia terus-terusan mengambilnya sampai habis.


"Enak? " tanya Alesha.


Alex mengedipkan matanya beberapa kali, menatap alesha dan kedua adiknya yang memperhatikan nya sedari tadi. lalu memasukkan satu buah terakhir di mulutnya, ke dua adiknya bahkan para pelayan tersenyum tipis dengan kelakuannya.

__ADS_1


"Aku hanya mencicipi saja! ternyata rasanya tidak begitu buruk?! "


"Hanya mencicipi? tapi.. kenapa kau habiskan buahku!" ucap alesha sedikit kesal dengan suaminya.


"Ah.. bukannya kamu yang terus-terusan mengambil aku hanya mengmbil beberapa potong saja. " Alex berusaha berkilah, alesha memannyunkan bibirnya.


"sudah! jangan berantem, Ohya kakak ipar besok kamu bisa makan rujak lagi. Apa lagi kalau siang-siang di pantai pasti lebih enak dan seger. "


Alesha berfikir sejenak lalu mengangguk kepala tanda setuju dengan adik ipar nya.


šŸ€šŸ€šŸ€


Di dalam kamar, Alex dan alesha berpelukan di atas ranjang bercerita dan mengobrol santai.


Alex membelai rambut alesha begitu penuh kasih sayang, lalu berpindah ke perut rata alesha mengelus-elus perut dan memiringkan kepala di perut alesha. Mendengarkan detak jantung janinnya, Alex begitu kaget dan merasa kagum.


"Kenapa janinnya tidak bergerak? kenapa hanya terdengar detak jantung nya saja?! " tanya Alex.


"Sayang.. kehamilan aku baru memasuki trimester pertama, pergerakan janin akan terasa jika memasuki trimester ke dua.!? " jelas alesha.


"Ohya? apakah selama kamu hamil dia menyusahkan mu? " tanyanya lagi.


"Sayang, kehadiran janin di perut aku adalah anugerah dari tuhan. bagaimana bisa aku mengklaim kalau janin yang aku kandung menyusahkan aku? justru aku sangat bersyukur karena tuhan telah mempercayai kita untuk menjadi orang tua. coba kamu lihat di luaran sana? masih banyak sekali perempuan-perempuan yang berjuang agar mendapatkan garis dua. " jelasnya panjang lebar, Alex mengangguk-aguk kepalanya.


Ternyata alesha begitu mengerti dan sangat pintar.


"Aku sangat bersyukur dan merasa bangga karena tembakanku ternyata sangat tepat dan hasilnya membuat aku puas. " Ucapan alex, membuat alesha sedikit kesal dia memukul dada bidang Alex.


"Awww.. sakit! kenapa memukul ku?! " tanyanya.


"Rasain! "


"Hei.. kenapa tadi kamu memukul ku? "


"karena kamu selalu bicara yang membuat aku malu? "


"Malu? kenapa malu? memang benarkan yang aku bilang. " Alesha menahan untuk tidak menjawab pertanyaan alex dia menutup mukanya yang begitu memerah.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2