
Tidak terasa Alex dan Alesha telah sampai di depan halaman rumahnya. Bodyguard yang melihat bos nya sigap dengan membukakan pintu untuk mereka.
Alex menghampiri Alesha lalu menggandeng nya masuk ke dalam rumah. Saat mereka berjalan ke arah ruang tamu Alesha ternganga melihat di depan mata nya.
Alesha begitu terpesona dengan gaun pengantin yang ada di ruang tamu. Matanya enggan untuk berpaling dari gaun yang indah itu.
"Tuan, Nona. " Sapa Frans dengan sopan, dia sedikit menunduk sebagai penghormatnnya.
Alex membalas dengan anggukkan, sedangkan Alesha tak perduli dengan Frans yang ada di depannya. Alesha melangkah mendekati gaun pengantin yang terpajang di sana. Alesha terus menerus tersenyum bahagia tanpa memperdulikan mereka yang tengah menatap Alesha dengan tersenyum.
"Bagaimana apa kamu suka? " Tanya Alex yang terus memperhatikan Alesha di depan gaun pengantin nya.
"Ya! ini begitu indah dan sangat-sangat cantik. Tapi, Apakah muat untuk aku pakai? "
"Tentu saja! aku memilih gaun pengantin ini sesuai dengan ukuran mu yang sedang hamil. "
"Ohya? "
"Mhm? Gaun ini sangat unik dan gaun ini aku sendiri yang desain. " Katanya.
"Kau bisa desain? "
"Iya. "
"Sejak kapan? Kok aku tak pernah melihat kamu menggambar? " Tanya Alesha.
"Aku menggambarkan sebuah gaun ini butuh waktu yang agak lama. Karena ini sebuah gaun yang Aku desain untuk orang yang aku cintai. " Ucapnya dengan tulus.
"Terima kasih. " Ucap Alesha, lalu memeluk Alex dengan erat.
"Ohya, Frans tolong gaun ini bawa ke lantai atas Tarus di kamar Alesha. Biarkan dia melihatnya dengan puas. " Kata Alex .
"Baik, Tuan. "
Frans dan di bantu ke dua pelayan untuk membawa gaun itu ke dalam kamar Mereka.
***
"Taruh saja di bagian sini. " Pinta Alesha.
"Baik, Nona. " Mereka meletakkan di sudut kamar .
Alesha tak hentinya merasa senang dia terlihat sangat suka dengan gaun yang diberikan Alex untuk nya.
"Sudah selesai, kami pamit keluar Nona. "
"Ya."
Lagi-lagi Alesha tidak bisa berpaling dari gaun yang ada di sudut kamar. Alesha bagaikan mimpi untuk nya karena tak menyangka menjadi pendamping Alex untuk seumur hidupnya.
Setelah puas melihat gaunnya, Alesha melihat Alex yang menatap dirinya sambil meminum segelas wine di tangannya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Alex? " Tanya Alesha.
Alesha yang berdiri di sudut ruangan itu mengerutkan keningnya. "Kenapa kau sering sekali minum Alkohol akhir-akhir ini, Alex.? " Tanyakan lagi.
__ADS_1
Alex menghabiskan wine lalu meletakan gelas di atas meja.
"Sorry, Aku hanya ingin menghilangkan stress di kepala saja. Beberapa Terakhir ini banyak sekali masalah yang datang hingga Aku begitu sangat pusing dan melelehkan. " Jelasnya.
Alesha yang berdiri di sana melangkah mendekati Alex yang duduk di atas sofa.
"ini untuk yang terakhir kali, Alex. Jangan banyak minum Alkohol tidak baik untuk kesehatan mu ini. " Alesha memperingati suaminya dengan kata yang lembut, agar dia tidak merasa tersinggung ataupun merasa tertekan.
"Aku tidak bisa janji. Tapi Aku akan usahakan tidak meminumnya. "
"Baiklah, Aku juga tidak akan memaksamu untuk berhenti. Hanya saja Aku takut jika anakku menjadi yatim sebelum dia lahir karena Daddy nya terus menerus minum Alkohol dan menjadi sakit-sakitan. " Ucap Alesha begitu menusuk di hati Alex.
" Astaga! Sayang, itu tidak akan pernah terjadi. Oke, Aku akan mencoba berhenti meminumnya." Kata Alex dengan panik.
Alesha tersenyum kemenangan telah berhasil membuat Alex mau menurutinya. Alesha yang senang menyenderkan kepalanya di bahu Alex. Dia begitu sangat mencintai suaminya, Alesha ingin yang terbaik untuk dirinya dan Alex.
"Alex, sebenarnya aku sangat gugup. "
"Gugup? apa kau gugup karena acara besar ini? " Tebaknya.
Alesha mengangguk. " Dulu aku juga gugup, tapi aku tidak merasakan kegugupan sebesar ini. "
"Why? "
"Karena Acara kali ini pasti banyak sekali tamu undangan yang akan datang. Dulu hanya orang-orang terdekat saja dan beberapa orang yang penting.
Tapi kali ini, Acara kita di adakan begitu sangat besar. tentunya banyak sekali tamu undangan yang akan meramaikan Acaranya. "
Alex tertawa dengan raut kegugupan nya, Raut wajah Alesha yang begitu Aneh. Alesha menatap Alex dengan kebingungan yang tertawa begitu lepas.
"Tidak!? "
"Kenapa kau tertawa sendiri? "
"Aku tidak tahu jika kau begitu gugup. raut wajahmu sangat lucu. "
"Apanya yang lucu? " Tanya Alesha dengan tatapan kesalnya.
"Ah... tidak ada! Lupakan. "
"Kamu benar-benar sangat aneh. "
Alex tak menjawabnya, justru dia terus menatap Alesha tanpa berkedip membuat Alesha merasa aneh.
"Kenapa kamu sangat cantik hari ini? "
"Memangnya Aku tak cantik kemarin-kemarin.? "
"Cantik! tapi kamu begitu cantik saat sedang kesal. " Godanya, Alex menoel hidung Alesha sehingga dia menjadi salting.
Alesha berdiri, lalu dia beranjak dari sana dan pindah ke atas tempat tidur. Alesha berbaring di atas tempat tidur dengan membelakangi Alex yang sedang menatap nya.
"Sayang.. " panggil Alex.
"Aku mengantuk. "
__ADS_1
"Benarkah? "
"Iya. " Elak Alesha, dia begitu malas menjawabnya.
Alesha mencoba memejamkan matanya.
Alex tahu jika Alesha berbohong untuk menghindari dirinya karena salting. Dengan otak jahil nya, Alex melangkah mendekati Alesha dan bergabung ke atas ranjang.
Alesha menjadi tegang, Alex memeluk tubuhnya dengan tangannya yang terus merayap kemana-mana. Membuat Alesha menggeliat dan mengeluarkan suara mendesah.
"Alex.. " Panggil Alesha.
"Mhm? Kenapa. "
"Jangan seperti ini. "
"Kau tidak suka? "
"Bukan! geli. "
"Ohya? bagaimana dengan ini. " Katanya, Alex terus mencumbu nya. Dengan pasrah Alesha menerima cumbuan dan belaian Alex. Setalah itu Alex ingin membukakan baju Alesha.
"Jangan. " Ucap Alesha sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kita mau ngapain? " Tanya Alex.
"Huh? " Dia kebingungan. "Bukannya kau ingin melakukan olahraga panas? " Tanya Alesha.
"Puftt.. Ha Ha.. " Alex tertawa.
"Kenapa tertawa? "
"Aku tidak akan melakukan hal itu! Aku hanya ingin melihat perutmu dan mengajak bicara dengan bayi kita. " Jelasnya.
"Apa? "
"Buka bajunya. " Ucap Alex, lalu mengangkat baju Alesha hingga memperlihatkan perut yang sudah membesar.
Alex terus mencium perutnya, Alesha melihatnya sangat senang Dia mengusap kepala Alex yang sedang mengajak bicara dengan janin di dalam perut nya.
Alesha menutup mulutnya yang menguap merasakan kantuk yang begitu berat. Sentuhan Alex begitu nyaman sehingga Alesha ingin memasuki di alam mimpi.
Tak tahan dengan rasa kantuknya, Alesha menutup matanya dengan cepat ia tertidur.
Alex yang merasakan tidak ada usapan dikepalanya menatap wajah Alesha yang sudah tertidur. Alex Berhenti mengelus di atas perutnya. Alex beralih mencium kening Alesha dan di bibir mungilnya dengan hati-hati.
"Selamat tidur, Sayang. " Ucap Alex, lalu dia beranjak dari tempat tidurnya. Menyelimuti Alesha dengan rapat setelah selesai ia pergi dari sana.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1